Recent Posts

In The Name of Myself : ASUS EeeBook 202 for Productivity and Creativity

14 komentar

 [BLOG COMPETITION] Makin Produktif dan Kreatif Bersama Notebook Kesayangan

I will not only be
Someone’s daughter
Someone’s wife or
Someone’s mother
I will have equal opportunities
My life will be mine.
(unknown)

Quotes itu kutemukan tahun 2010, kusalin di catatan harian berharap mewujud serupa mantra yang mampu memotivasi aktualisasi diri. Nyatanya, makna kalimat-kalimat disana hari ke hari pada tahun itu, berbalik mengejek karena aku menemukan diriku terjebak dalam labirin ketakutan yang kuciptakan sendiri. Preet Aktualisasi diri! Aku bahkan terancam kehilangan nama kecil!

Jati Diri

Tahun 2010, setelah gelar Ners tersemat, setelah satu setengah tahun memantaskan diri dengan ragam skill sebagai perawat di Rumah Sakit, setelah putra kedua lahir aku pindah ke Jakarta menemani suami yang bekerja sebagai abdi negara di salah-satu kementerian RI. 

Berada di Jakarta ternyata tak seindah angan. Kota metropolitan itu memacak kakiku serupa dalam kubangan cemas berlebih. Rasa percaya diri perlahan terkikis oleh wajah-wajah tanpa senyum yang bergerak terburu dimana-mana. Berita-berita kriminal di televisi pintar sekali mengintimidasi. Tantangan demi rintangan yang ditawarkan membuatku merasa tak mampu. Maka aku mundur menarik diri dalam ruang nyaman namun melenakan. Merasa terus berada di rumah adalah pilihan terbaik.

Sampai ancaman lain muncul : kehilangan jati diri dan yang paling menakutkan kehilangan mimpi, sesuatu yang sama menakutkannya. Panggilan Haya atau Nufus mulai menghilang berganti sapaan ‘Mama Anas’ Ummi Azzam’ atau ‘Bu Iqbal’. For God sake I love my own name! Jangan salah paham, sebagai istri dan ibu dari dua putraku kala itu, aku merasai mendapat anugerah terindah dari Tuhan. Namun, ada ego intelektual. ada ambisi, ada keinginan untuk tampil yang membisiki untuk meraih lebih dari itu. Berdenyar-denyar membuat susah tidur dan uban tumbuh lebih dini. Dilema antara besar angan dan nyali yang ciut.

Dan, ketika perlahan aku mulai membiasakan diri dengan riuhnya ibukota, mulai mengikuti wawancara satu demi satu, mulai mengenal komunitas yang bisa aku ikuti demi upgrading diri, berita penugasan suami keluar negeri datang. Aku dan anak-anak harus ikut pindah. Dan ini bukanlah penugasan tunggal, akan ada negara-negara lain untuk kami tempati dalam selang waktu tertentu. Begitu siklus kerja suamiku. Menyesuaikan diri adalah keharusan. Horeeee!!! Another challenge to beat? Menyesali diri tak akan membawaku kemana-mana.

Sampai ide serupa ilham itu muncul. Fokuslah menulis Haya! Jadi blogger, jadi novelis, jadi cerpenis atau penulis lepas. Jadilah full time writer! Itu adalah pekerjaan yang bisa dilakukan dalam situasi yang aku punya. Maka selembar kartun berjudul ‘PETA HIDUP’ tertempel di dinding dengan target-target yang harus kucapai.

Membangun branding melalui kegiatan blogging, mencari referesi atau ide untuk cerita-cerita fiksi, menggali informasi tentang lomba-lomba menulis, memburu media-media yang menerima tulisan hingga penerbit yang bisa mewujudkan mimpiku untuk menjadi penulis pun kulakukan. Jelas aku butuh dukungan fasilitas untuk browsing, pengetikan, dan semua kegiatan komputansi lain.

Untunglah aku bisa mengandalkan semua produk ASUS milikku. ASUS adalah brand teknologi yang kami pilih masa ke masa, model ke model.



Namun semua tidaklah instan. Ada banyak penolakan-penolakan, email-email tanpa balasan, revisi naskah berkali-kali untuk lalu kembali mencari media lain yang menyediakan ruang bagi penulis lepas. Tekat dan semangat pantang menyerah adalah keharusan. Butuh lebih dari satu tahun, hingga akhirnya nama Haya Nufus mulai mejeng di beberapa majalah nasional dan buletin cetak : artikel perjalanan dan cerita bersambung. Juga sebuah novel perdana hasil menjuarai Lomba Menulis Novel tingkat Nasional lahir dengan namaku sebagai penulisnya. Puas? Ya belumlah!





KELUAR DARI ZONA NYAMAN

Selain itu blogging membawa pengaruh tak sedikit bagiku. Informasi dan ragam pos dari teman blogger membuka caraku berpikir bahwa tak semua patut ditakuti. Ada orang-orang yang berpikiran positif dan menyebarkannya untuk mengalahkan rasa takut. Memang banyak informasi yang betebaran, namun selektif memilih berita adalah keharusan. Aku melihat betapa serunya para Travel Blogger yang melakukan perjalanan ke tempat baru yang asing, melihat para lifestyle blogger yang pintar memanfaatkan peluang apapun . Semua itu membuatku berpikir bahwa aku harus berubah, harus keluar dari zona nyaman, mencoba hal baru dan begitu itu kulakuakan ternyata aku ketagihan. Aku keluar dari labirin dan membuka diriku lebih luas!

Maka pada setiap aktivitas dan perjalanan aku ingin tetap terus menulis dan terhubung. Untuk itu aku butuh perangkat yang mendukung hidup sehari-hari yang lebih dinamis.

Pernah aku mendapat email dari seorang editor yang mengabarkan kalau artikelku akan dimuat di majalah mereka namun harus revisi dalam waktu dua hari dengan penambahan beberapa foto. Itu terjadi secara mendadak dan mereka butuh cepat untuk mengejar waktu cetak, sementara aku sedang di luar kota. Konyol saja kalau tantangan itu terlewat hanya karena aku tidak memegang laptop. Waktu itu, kami sampai memutuskan untuk pulang lebih awal, dan sampai di rumah aku mengabaikan waktu tidur untuk menyelesaikan revisi dan memilih foto-foto pelengkap. Andai waktu itu aku sudah punya ASUS E202 yang karena ringan dan mungil pasti telah kubawa serta dalam perjalanan, liburan kami bisa berlanjut satu atau dua hari lagi.

Notebook tipis, mungil, ringan namun berdaya dan memiliki performa tinggi bukan lagi mitos. ASUS terus berinovasi dan menghadirkan seri E202 untuk kebutuhan mobile penggunanya demi kreativitas dan produktivitas dalam mewujudkan mimpi-mimpi.

Kenapa ASUS E202?

Karena ASUS EeeBook 202 dengan Intel® processor layaknya otak yang jenius hingga menjadi produk terbaik generasi terkini. Aku yakin kapasitas performa dalam urusan per-komputeran akan memberi hasil terbaik. Mau berselancar di web untuk keperluan riset bagi bahan tulisan, terhubung dengan teman melalui ragam media sosial, menonton video, pengetikan dan ragam multitasking yang kita butuhkan lainnya, semua akan lancar tanpa kendala.

Dirancang Bagi yang Aktif dan Terus Bergerak

Ide bisa datang dimana saja dan kapan saja, aku tak mau kehilangan ide itu hanya karena malas membuka laptop. Ketika sedang mengantri di ruang tunggu dokter, menunggu teman di café, menunggu janji temu dengan wali kelas anak-anak, juga saat mudik ke Aceh atau traveling ke tempat-tempat baru. Ada menit-menit yang bisa digunakan untuk menuangkan ide atau menyelesaikan naskah. ASUS E202 yang ringan hanya seberat 1,21 kg akan mudah diselipkan dalam tas, dimensinya yang hanya 193 x 297 mm bahkan lebih kecil dari ukuran kertas A4. Sangat memudahkan untuk dibawa kemana-mana, nggak bikin pundak pegal ketika menggendongnya dan juga ringan dipangku.



Gimana? Mungil banget kan? Meski mungil, ASUS E202 bertenaga loh. Kecil-kecil cabe rawit. Buktinya ASUS E202 memiliki daya tahan batere yang tinggi, hingga 8 jam tanpa dicas! Jadi kelebihan lainnya ada pada daya tahan batere. Long battery life for all day computing, 8 HoursBATTERYLIFE! Karena memang notebook ini menggunakan prosesor Intel hemat daya dan dapat diisi ulang melalui port USB 3.1 Type-C. Memudahkan banget ya.

Jadi jangan khawatir, akan kesulitan mencari stop kontak ketika berada di luar ruangan atau di tempat-tempat umum.

Kubayangkan aku akan berda di sebuah taman, dengan ASUS E202 yang begitu ringan dan stylist di pangkuan, mengetik naskah calon novel dan menikmati diri sendiri dengan udara yang segar. Tanpa ribet mencari colokan untuk mencas batere! What a wonderful moment! Merasa diri bebas kendala. Ngetik sambil cuci-cuci mata, mencari karakter yang manis dan loveable untuk calon novel yang bisa saja hilir mudik di sekitar. Mengetik di dalam ruangan memang memberi ruang konsentrasi, namun berada di luar ruangan mampu memancing ide-ide baru. Ya kan?

Pilihan Warna yang Hidup


Asiknya lagi ASUS E202 yang hadir dalam versi windows 10 dan juga DOS ini tersedia dalam warna-warna pilihan yang cocok untuk mengekspresikan kepribadian pemakainya. Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge. Tinggal pilih sesuai selera. Favoritku adalah warna merah! Kesannya mencolok dan menarik perhatian, seperti aku yang ingin diperhitungan dalam produktivitas dan kreativitas yang kumiliki. Merah juga penyemangat untuk tampil berani dan percaya diri. Apapun warna pilihannya, semua keren-keren kok! 


Perangkat Pendukung yang Lengkap  

Lalu meski terkesan mungil nan sederhana, ASUS E202 tetap dilengkapi dengan USB port, micro HDMI port dan slot MicroSD yang kita pasti kita butuhkan untuk mendukung kegiatan kita. Menyimpan dan memindahkan data dari dan ke memory eksternal, terhubung dengan perangkat lain tidak akan jadi masalah. USB 3.1 tipe C yang kecepatan transfernya lebih cepat 11X dibanding USB 2.0 juga akan menghemat waktu kita karena bisa digunakan dengan berbagai arah dengan colokan reversible yang siap sedia. Hemat waktu banget!
Sentuhan yang nyaman 

Aku terbiasa mengetik panjang, sehari terkadang hingga sepuluh halaman jika sedang mengejar DL untuk lomba novel. Touchpad yang nyaman, responsive dengan akurasi tinggi adalah keharusan. ASUS E202 11,6 inci, memiliki touchpad dengan ukuran 36% lebih besar disbanding yang dimiliki laptop sejenisnya. Kesepuluh jariku akan mudah menjangkau tuts-tuts keyboard tanpa cepat lelah. Karena bagi seseorang yang bekerja dengan mengandalkan jari-jari, kenyamanan yang ditawarkan keyboard harus mendapat perhatian tinggi. Dengan fitur teknologi ASUS Smart Gesture, touchpad juga lebih intuitive layaknya layar semtuh handphone. Ngetiknya bisa santai, nggak perlu pake tenaga!


Keyboard yang Durable, full-size chiclet menambah kenyamanan semakin berbeda, jarak antar keyboard 1.66 mm, kekokohan ketika mengetik akan terasa. Bahkan kabarnya, tahan sampai 10 juta kali pengetikan. Luarrr biasa!.

Fanless Design : Tidak Berisik
Selain berada di taman atau aku juga sering sengaja bangun tengah malam dan mencuri waktu senyap untuk melanjutkan naskah atau memulai cerita baru. Jelas aku tidak ingin mengganggu penghuni kamar atau rumah lainnya yang sedang tertidur lelap. Fanless Design, tanpa gerung kasar membuat ASUS 202 berbaur bersama kesenyapan sekitar dengan begitu baik.Begitu pula ketika berada di fasilitas publik yang mengutamakan kenyamanan setiap pengunjung serupa pustaka. Menghidupkan notebook tak akan mengganggu pengunjung lain.

Teknologi Terbaru 802.11ac Wi-Fi

Kata siapa menulis fiksi itu murni hanya mengkhayal. Tetap butuh riset untuk penggambaran setting tempat dan waktu, karakteristik tokoh-tokohnya baik yang protagonis, antagonis maupun pelengkap berdasarkan budaya atau asal-usulnya. Jadi berselancar di dunia maya untuk keperluan browsing jelas butuh koneksi internet yang cepat. Apalagi kalau mau sekalian download atau streaming video. ASUS E202 dilengkapi teknologi terbaru 802.11ac Wi-Fi yang hampir tiga kali lipat lebih cepat disbanding 802.11n

Begitu pun ketika menulis untuk artikel perjalanan atau kegiatan blogging. Perangkat yang mendukung untuk terhubung dengan internet adalah keharusan.

Suara dan Gambar yang Dalam, Optimal dan Kaya



 Ketika bosan atau butuh penyegaran agar bisa lanjut menulis, mendengar musik dan menonton video adalah dua pilihan selingan. Fitur 2 kualitas audio terbaik juga speaker depan, front-facing speakers, yang adalah teknologi ASUS Sonicmaster terkolaborasi dengan ASUS Golden Ear team ciptakan suara yang lebih dalam dan bersih. Teknologi ASUS Splendid dengan system vivid memberikan warna-warna yang tampil di layar display teratur optimal untuk semua gambar. Video dan film yang aku tonton akan lebih kaya dan dalam.


ASUS WebStorage
  
Dan dari semua kelebihan di atas ASUS cloud service menawarkan ASUS Webstorage sebagai penyimpan data online yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Semua data dapat tersinkronisasi dengan baik dan mudah. Simpan-simpan data, foto-foto dan ragam konten multimedia lainnya tanpa takut kepenuhan. ASUS E202 memberi ruang 16GB Webstorage secara gratis untuk satu tahun. Benar-benar mendukung kehidupan online insan aktif nan kreatif masa kini kan?

Jadi, jelaslah ASUS E202 adalah pilihan oke untuk kreaivitas dan produktivitas kita.



Dan sebagai penutup kukatakan bahwa, aku butuh ASUS E202 karena sekarang yang kuraih belumlah cukup. Mimpi-mimpi bergerak membesar dan faktanya kreativitas dan produktivitas adalah sesuatu yang dinamis, bahkan kita tak tahu ujung dari proses itu. Kreativitas hari ini akan menjadi sesuatu yang basi di esoknya. Teknologi berubah dengan cepat dan hanya pribadi yang mampu membaca peluang yang akan datang yang akan menjadi pemenang.

Dan tenang sajalah, karena ASUS akan terus mendampingi kita dengan ragam inovasi terkininya.

Oke teman-teman, itu saja yang ingin aku ceritakan.
Happy Blogging!
Happy Life!

Haya Nufus

Made for Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

Zakat Mal Untuk Kesucian Harta Kita

1 komentar
Dear readers, bagaimana kabar kalian hari ini? Yuk ah, jaga kondisi fisik juga kondisi hati agar sehat lahir batin dan mampu menunaikan setiap aktivitas dengan baik. Apalagi Ramadhan, bulan yang padanya banyak sekali keutamaan itu datangnya tinggal hitungan hari. Maaf lahir batin ya jika ada kalimat-kalimat tak menyenangkan di blog ini. Maklum manusia serupa aku dan kamu seringkali didatangi sang khilaf dan dilumuri salah. Maaf-memaafkan adalah keharusan agar tak ada dendam diantara kita ^^ 


Bicara tentang Ramadhan, yuk bicara tentang kewajiban kita sebagai muslim yang baik, salah satu kewajiban itu adalah menjaga kesucian harta benda milik kita. Kita pasti ingin mendapat rejeki yang berkah buat diri sendiri dan keluarga. Memperoleh dengan cara yang halal dan baik sudah jelas, namun ada satu lagi kewajiban yang tak boleh kita abaikan yaitu mengeluarkan zakat mal atau zakat harta. Harta kita perlu disucikan. Dengan berzakat, Insya Allah keberkahan akan membuat kita selalu merasa cukup dan hidup secara tenang dan damai.

Apa itu Zakat Mal?

Zakat Mal adalah zakat harta yang kita keluarkan ketika harta itu telah cukup nishab atau batasan terendah dari harta yang kita miliki. Tentu saja dengan syarat, harta itu sepenuhnya milik kita setelah tercukupinya kebutuhan pokok, bukan pinjaman atau hutang, punya potensi untuk berkembang jika diusahakan, dan telah berlalu masa satu haul. Haul disini adalah batasan waktu yang dihitung dalam jangka waktu 1 tahun. Jadi jelas yang terkena kewajiban mengeluarkan zakat harta adalah orang-orang yang memang mampu dan memiliki kelebihan harta.

Banyak orang memilih mengeluarkan zakat mal saat Ramadhan karena ingin mengejar hikmah keutamaan bulan mulia tersebut. Namun sebenarnya tak harus menunggu Ramadhan untuk berzakat, karena batas waktu atau nasab yang menjadi ketentuannya adalah tepat satu tahun, tak boleh lewat. Jika kita ingin mengatur pengeluaran zakat mal ini agar tepat di bulan Ramadhan, dengan mengeluarkan zakat lebih awal dari haul-nya tentu saja dibolehkan.

 Apa saja harta yang memiliki kewajiban untuk dizakatkan?

·       Emas dengan nishab setara 20 dinar. Jika 1 dinar adalah 4,25 gram emas maka 20 dinar setara 85 gram emas murni. Dengan kewajiban mengeluarkan zakatnya sejumlah 2,5%. Maksudnya jika kita memiliki emas sejumlah minimal 85 gram yang telah tersimpan selama satu tahun, maka yang harus dizakatkan adalah 2,5% dari jumlah tersebut.

·      Perak dengan nishab 200 dirham yang setara 595 gram dengan kadar zakat juga sebesar 2,5%.

·       Hasil Pertanian bisa berupa padi, buah-buahan, sayur-mayur dan lain-lain hasil bumi. Nishabnya 5 wasaq setara 650 kg dengan kadar zakat yang wajib dikeluarkan sejumlah 10% jika pengairannya dilakukan secara alamiah oleh hujan atau mata air atau 5% jika pengairan membutuhkan usaha tenaga manusia atau binatang. Zakat ini dikeluarkan saat musim panen tiba.

·      Binatang ternak bisa berupa sapi, kerbau, kambing, unta dan domba dengan nishab yang tentu berbeda-beda.

·        Barang perniagaan, tak ada batasan nishab namun dihitung 2,5% dari keuntungan yang didapat dari barang yang terjual.

·        Bahan Galian, tak ada batasan nishab, ketika mendapatkannya langsung mengeluarkan zakat dengan kadar 2,5%.

·         Harta Rikaz atau temuan atau harta karun tanpa mengetahui siapa pemiliknya. Tak ada batasan nishab, namun ketika menemukannya kita harus langsung mengeluarkan 20% dan hanya dilakukan sekali saja.

·         Zakat profesi atau zakat penghasilan dengan kadar 2,5% dari penghasilan.


Siapa yang berhak mendapat zakat mal?

Mereka yang termasuk dalam mustahik (orang yang berhak) zakat mal adalah golongan fakir, miskin, mualaf, hamba sahaya, orang berhutang, sabilillah dan ibnu sabil. Jelas zakat mal ini memang ditujukan bagi yang benar-benar membutuhkan. Padanya ada unsur kemanusiaan dengan hikmah akan tumbuhnya semangat kasih sayang dan memperteguh perekonomian muslim agar para mustahik bisa hidup lebih baik. 

Jadi, yuk bayar zakat mal! Sekarang sudah banyak amil zakat yang bersedia menyalurkan zakat kita kepada sasaran yang tepat, baik offline melalui lembaga-lembaga keumatan maupun secara online seperti yang dilakukan oleh MatahariMall.com. 

MatahariMall.com menawarkan solusi bagi kita yang terkadang memiliki keterbatasan waktu untuk menyalurkan sendiri zakat mal kita atau juga kebingungan mencari para mustahik zakat yang tepat. Fasilitas online dengan menggunakan kemajuan zaman dan teknologi adalah salah-satu pilihan yang memudahkan dan sangat relevan dengan kebutuhan kita yang terus bergerak dinamis. Ya kan? Dari rumah atau dari kantor tanpa bergerak kemana-mana kita bisa menunaikan kewajiban kita sebagai muslim dan terlepas dari tanggung jawab. Jadi, jangan tunda-tunda membayar zakat mal ya awan!

Marhaban Ya Ramadhan!
Happy Blogging, Happy Life! 

Haya Nufus