Hanya Kata

Tidak ada komentar
Hanya kata terkadang bukan cerita
Alur tergegas tak sulit
Hanya ingin terkadang bukan cita
Yah syukuri saja.

Menulis puisi seharusnya bisa lebih mudah. Karena esensinya tidak terletak pada panjang pendeknya bait tapi pada emosi dan luapan makna dari kata-kata tersebut. Bandingkan dengan menulis artikel, cerpen atau bahkan novel. tentu perlu usaha lebih  dengan ide cerita, karakter tokoh, penggambaran konflik lalu menciptakan penyelesaian konflik yang harus diterima akal pembaca hingga proses menuju ending. Makanya saya bersyukur malam ini hanya bisa menulis puisi pendek di atas.Biar hanya empat baris itu sudah lebih panjangkan daripada puisi Kucing menderas dalam darahnya Sutarji Calzom Barih yang hanya berisi satu kata "ngiaw". Meski belum tentu lebih indah dan bermakna.

Ingin sih suatu hari bisa menjadi penulis dengan nafas panjang, menyembuhkan penyakit asma menahun yang selalu kumat ketika berusaha sedikit lebih keras berkutat dengan ide-ide yang muncul tenggelam. Tapi ya untuk malam ini cukup puisi itu saja.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

T.I.T.A.N.I.C

2 komentar

Titanic pecah menghempas puing-puing
kesegala sudut pandang
Heran, padahal tak ada gunung es
Rusiapun tak punya kepentingan disini
Penat cepat menyulut kata-kata yang akan membombardir
seiring telunjuk terangkat


Tapi tunggu..


lihatlah puing-puing itu
Hasil kreatif tangan-tangan kecil yang punya segala rasa ingin tahu
Baiklah tak akan aku batasi imajinasi mereka

2 komentar :

Posting Komentar

Menanti kelahiran putriku

5 komentar

Fhoto dari Google
   Kuingin anak ketigaku seorang putri lucu dengan pipi chubby kemerahan.Tak apa rambutnya tak hitam lurus asal bisa kukepang dua atau cocang udang kecil-kecil dengan pita warna-warni aneka bentuk. Kulitnya juga tak harus putih, sawo matang juga akan serasi dengan gaun-gaun cantik berwarna pink atau biru muda yang dipadukan dengan jilbab mungil dan sepatu warna senada. Harusnya ia seorang ...

5 komentar :

Posting Komentar

Malam ini aku dan anakku keliling dunia

2 komentar
Malam ini aku dan anakku berencana keliling dunia. Dari rumah dinas kami di Cijantung terlebih dahulu aku mengajaknya melihat kepulauan nusantara: sumatra, jawa, kalimantan, sulawesi dan Irian. Meski dipisahkan oleh laut pulau-pulau ini adalah satu kesatuan Indonesia. Anakku bertanya dimana rumah neneknya. Aku menunjuk sebuah titik di ujung pulau Sumatra. Aceh. Kukatakan padanya “Aceh adalah nanggroemu, kemanapun kamu.....

2 komentar :

Posting Komentar

Duh

Tidak ada komentar
Ilmu lumpuh terbelit rubuh?
Langkah terkayuh tak sampai setengah
Mimpi tertempel pada dinding berpeluh
Ada yang salah pada fikir yg terasah
Ada yang keliru pada jiwa yang mengeluh
Duh

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Aku mensyukuri cintamu

Tidak ada komentar
Gerimis rasa berbalut
kayuh mengayuh pasang sepasang
Aku mensyukuri cintamu
iring seiring meski kadang menyebrang ego


Masih terlalu pagi bagi kita menuai upah
nikmati tangis kanak-kanak
yang kan kita rindu saat uban tersapu di penantian


Semoga senja kita tak sepi

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Puisi

Tidak ada komentar
Rasa selalu ada pada kata yang berganti
pun pahit hanya bahasa cecapmu yang berbeda
Bermain dengan jiwa; meredup, melayang
wariskan wajah baru pada hidup pada mati

Menjejak aroma kenanga di luar; tak ada yang sama
hanya kumpulan peristiwa yang kan terbuang
atau tersimpan pada laci-laci berdebu

Harusnya aku tak mati malam ini
tak selalu terhempas pada kekosongan

(dari karya yang tak selesai)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar