Hanya Kata

Tidak ada komentar
Hanya kata terkadang bukan cerita
Alur tergegas tak sulit
Hanya ingin terkadang bukan cita
Yah syukuri saja.

Menulis puisi seharusnya bisa lebih mudah. Karena esensinya tidak terletak pada panjang pendeknya bait tapi pada emosi dan luapan makna dari kata-kata tersebut. Bandingkan dengan menulis artikel, cerpen atau bahkan novel. tentu perlu usaha lebih  dengan ide cerita, karakter tokoh, penggambaran konflik lalu menciptakan penyelesaian konflik yang harus diterima akal pembaca hingga proses menuju ending. Makanya saya bersyukur malam ini hanya bisa menulis puisi pendek di atas.Biar hanya empat baris itu sudah lebih panjangkan daripada puisi Kucing menderas dalam darahnya Sutarji Calzom Barih yang hanya berisi satu kata "ngiaw". Meski belum tentu lebih indah dan bermakna.

Ingin sih suatu hari bisa menjadi penulis dengan nafas panjang, menyembuhkan penyakit asma menahun yang selalu kumat ketika berusaha sedikit lebih keras berkutat dengan ide-ide yang muncul tenggelam. Tapi ya untuk malam ini cukup puisi itu saja.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar