Synopsis : Novel coba-cobaku

21 komentar

Picture fron here


Profesor Said seorang ahli Tafsir lulusan Timur Tengah tertembak saat akan menemui seorang tak dikenal yang menelfonnya sehari sebelum kejadian. Penelfon mengatakan ada hal penting menyangkut Robert, jurnalis Amerika yang dikenalnya berpuluh tahun lalu di pelosok hutan Dar El-Salam saat ia terlibat sebuah gerakan “Khilafah”. Ia tak hendak menemui penelfon itu namun ada benang merah yang belum ia temukan jawabannya dan sebuah rasa bersalah yang besar terhadap orang yang dikasihi membuatnya mengabaikan firasat buruk. Hingga tiga butir peluru yang teridentifikasi dari sebuah AK-47 bersarang di tubuhnya membuatnya mengalami kematian vegetative diruang ICU Rumah Sakit terbesar di kota ini. Putri semata wayangnya Ara mahasiswa Kedokteran semester limapun terpaku. Ia tahu, ada banyak hal yang disembunyikan ayah yang ia panggil waled itu. Iapun membongkar semua arsip yang dimiliki Said di ruang kerjanya yang tertutup, mencari-cari kombinasi password notebooknya. Mencoba mencari semua kepingan puzzle yang terserak
mungkin ia akan menemukan nama si penembak. Namun semua bukti yang tampak tak berhubungan itu mengarahkannya pada sebuah kesimpulan yang tak hendak dipercayanya. Bahwa ia bukan anak kandung Said!.
Sementara itu kemunculan Jeff ahli Farmakologi dari John Hopkin University begitu mengganggu Ara. Sebelumnya dosen bule itu terang-terangan mendekatinya. Bahkan menyatakan suka di depan teman-teman kampus hingga membuat Ara berang. Ia tak suka sikap kebaratan Jeff yang tak menghargai budaya timurnya. Namun sikap Jeff perlahan berubah saat melihat luka yang dalam di mata Ara setelah peristiwa penembakan itu. Jeefpun berusaha menghibur dan membantu Ara menghadapi masa-masa sulit. Bagi Ara, Jeff juga menyimpan banyak rahasia. Lelaki itu seperti pernah dikenalnya. Ia seperti mengalami de javu pada beberapa kejadian saat bersama Jeff.
Novel ini memakai alur maju-mundur menceritakan beberapa peristiwa sebelum Ara lahir. Ibunya Cut Azka yang seorang aktivis kemanusiaan terlibat sebuah asmara dengan Robert yang ternyata hanya memanfaatkan Cut Azka sebagai kunci dekatnya ia dengan sebuah gerakan yang dipimpin oleh Said untuk melakukan sebuah “Grounded Research”. Robert ternyata bukan hanya seorang jurnalis namun juga ahli anthropology yang tertarik pada kehidupan sejarah social politik masyarakat Dar sel-Salam dari tahun ke tahun. Rasa ingin tahu yang besar ditambah jiwa petualang membuatnya ikut masuk ke dalam perjuangan kelompok Said mengorek segala hal terkecil  dari orang-orang berjiwa pemberontak itu. Robert juga menjadi incaran tentara pemerintah karena dianggap terlalu ikut campur urusan dalam negeri, ia juga dituduh bermasalah dengan keimigrasiannya. Saat usia kandungan Cut Azka memasuki Sembilan bulan Robertpun dideportasi kembali ke negaranya. Cut Azka menghadapi kejadian itu dengan buruk. Ia yang awalnya sangat energik menjadi labil dan meninggalkan semua kegiatan kemanusiaannya.
Berselang tahun kemudian kondisi keamanan membaik setelah diadakan Memorandum Of Understanding dengan pemerintah Saidpun menyerahkan senjatanya kembali lalu menjadi dosen (pekerjaan yang ia tinggalkan bertahun-tahun lalu) di sebuah Institut Agama Islam di Dar-el-Salam. Ia lalu menikahi Cut Azka. Saat itu Ara berusia dua tahun. 

*********************************************************


21 komentar :

  1. Ayo mbak selesaikan :)
    Semangat semangat :)

    BalasHapus
  2. Wahhh Una, terima kasih ^__^

    BalasHapus
  3. ayo...ayo saya tunggu novelnya terbit heheeh

    BalasHapus
  4. ayo bunda... saya mendukung dengan doa dari sini... :)

    BalasHapus
  5. Mbak Rina : Terima kasih...smg tetap komitmen ya yg penting jadi dulu :). Mbak Rina jg meski punya bayi rajin bgt nulis dan posting artikel bermanfaat...salut!

    ROe : Makasih doanya Roe. Cara pesan buku@ ROe gmn? kok gak ada promo@ di Catatan Ama Wole?

    BalasHapus
  6. ditunggu kelahiran novelnya! semangaaat!!! :)

    salam kenal juga yaaa ;)

    BalasHapus
  7. Semangaaaattt!!!! aminnnn semoga bisa lahir kalau nggak bs normal harus sesar jg nggak apa ya? :D :D makasih mbak Shine

    BalasHapus
  8. wah wah , ayo mbak diselesaikan novel nya nanti saya dikirimin satu ya haha biar ada pegangan buat bikin novel bloof ni :D

    salam

    BalasHapus
  9. :):):) mudah2an bs selesai ya aul... bloof mau bikin novel?

    BalasHapus
  10. keren keren keren... semangatnya itu loh. pasti aktif di flp ya? #nebak2

    BalasHapus
  11. bunda nufus -> belum aku posting bunda.. bukunya masih di cetak soalnya..! sdh aku pesan ke penerbitnya tapi masih proses cetak. dua minggu katanya. lama euy. hehehe...

    BalasHapus
  12. Terima kasih pak guru Rusydi...pernah singgah sebentar di FLP Aceh, semoga tdk lama lagi terdaftar jd anggota FLP Jakarta ya...salam kenal

    ROe : ditunggu....ditunggu....

    BalasHapus
  13. Subhanallh...sudah ada sinopsis...
    KERREEEEEEEEEEEEN
    saya masih belum ni T-T
    salam kenal juga,,,

    BalasHapus
  14. Mas Rian : belum buat sinopsis tapi novelnya udah mateng ya mas...semangat!!! terima kasih ^___^

    Pri : Terima kasih

    BalasHapus
  15. wah makin banyak sahabat mayaku yang ternyata novelis, Kereeen dan ingin banget belajar deh...

    Mba Nufus, ditunggu novelnya ya...ayoo selesaikan segera.... :-)

    sinopsisnya menarik banget...pasti ceritanya juga dunk...

    BalasHapus
  16. Mbak Alaika : saya belum layak jd novelis mbak baru buat sinopsis doang blm ada karya nyata# malu...

    Amin semoga jadi novelnya...ttrm kasih ^_^

    BalasHapus
  17. Spiritttttttttttttttttt...
    saya suport dari belakang ya.
    saya tunggu cerita selanjutnya

    salam

    BalasHapus
  18. Terima kasih dukungannya ... salam semangat!!

    BalasHapus
  19. mantap mantap tun...bagi2 ilmu nulis nya yah.tia maih blajar nih..dirimu T.O.P

    BalasHapus
  20. Terima kasih tia...belajar sama2 yok..

    BalasHapus