Anak yang dicambuki di alun-alun

7 komentar

Seorang anak dicambuki suatu siang di alun-alun 
begitu banyak mata tak berkata
Kerja! Suara itu tak melukainya karena telah terhafal otak kecilnya yang membebal
Dan kerja bagi lelaki itu adalah tatap kagum penghasil receh
Lelaki itupun membebal serupa tangannya yang terkepal.

Ini bukan sekedar  dogeng dari negeri yang katanya  berupah senyum
Senyum tak membuatmu kenyang
hanya memekarkan mimpi yang lalu kemudian buyar
Oleh seonggok kata: perut tak boleh lapar!

Dan anak kecil itu tak menjerit tak berkelit karena jerat itu begitu ketat memaku tubuh dan imaji yang mulai terkontaminasi
Suatu masa ketika tanganmu melumpuh hai lelaki, aku yang akan mencambukmu.


* syok ketika minggu lalu jalan2 ke Kota Tua...di sebuah lapangan ada pertunjukan kuda lumping dan beberapa pemainnya adalah balita dan anak2! Sebagai ibu aku emosi... bayangkan kalau itu adalah anak2 kita! didandani ala pocong lalu dilecuti seutas cambuk yang bunyi cetarnya bisa merontokkan jantung. 

Tapi seperti yang lain, aku tak berbuat apa2... hanya segera menarik tangan suamiku pergi dari pemandangan mengenaskan itu. Duh! andai aku punya keberanian sedikit saja.... 

7 komentar :

  1. pemandangan yang mengerikan... kok ada yang gitu ya mbak..

    BalasHapus
  2. buset... memang sih kalo pertunjukan tradisional kadang suka sadis, cuman kalo separah itu gmana ntar kalo ada anak kecil yang liat ya?.. pasti bikin trauma.

    BalasHapus
  3. Mas Pri crimbun : aku jg kaget pertama liatnya... kuda lumping sih mmg srg ya atraksi2 bahaya tapi ini anak2 lho...meski mgkn ada trik agar tak melukai fisik tapi pasti membekas pada psikologisnya..

    Mas Gaphe: Takutnya lagi si anak akan tdk bisa membedakan antara pertunjukaan dan kehidupan nyata... bukan tdk mungkin jika sekarang mjd objek suatu saat dia akan mjd subjek.... ngeri ya?

    BalasHapus
  4. bener2 mengexploitasi Anak2..
    sungguh ironis negeri yang katanya "gemah ripah loh jinawi" masih banyak yang mengenal kata2 itu sebagai slogan semata tanpa merasakan nikmatnya....

    Assalamualaikum Mbak Haya...
    kangen menjejakkan kaki di ruangan penuh makna ini, gara2 kehilangan jejak lapak ini.
    mudah2an bisa sering silaturahmi disini ya Mbak.

    BalasHapus
  5. dilema kehidupan, bagi mereka tiada jalan lain untuk bisa bertahan hidup, bagi kita inilah tempat menguji hati dan rasa seberapa peka hati dan jiwa kita terhadap apa yang kita lihat, agar kita dapat lebih mendekat kepada-NYA.

    BalasHapus
  6. Hanya untuk mendapatkan sebungkus nasi...!!

    BalasHapus
  7. MAs Insan : Wa'alaikum salam ... senang dg kunjungan mas disini :). Harusnya memang kita meresapi makna dalm tindakan ya mas.

    Mas Ubi Cilembu : iya dilema...andai kemiskinan tak menyapa mungkin lebih mudah. Dan semoga hati dan rasa kita tak kaku karena terbiasa.

    Mas Muhammad : nasi penghilang lapar...andai kita tak perlu makan ya? :(

    BalasHapus