Negeri peri

8 komentar

Suatu ketika aku bilang padamu bahwa aku ingin menjadi putri di negri peri dimana tak ada  yang berani mengusirku pergi.
Kau terkekeh kau katakan tak ada putri berpenyakit kulit. 
Dan kau benar tak ada negeri peri . 
Akupun bermalam dalam hatimu yang serupa pekat namun aku menemukan lentera bersinar redup yang membuatku tak takut. 

Suatu ketika aku bertanya tentang mimpi. Kau terdiam pada jiwa yang mengawang. Segala butuh pawang apa daya tak beruang katamu. Dan akupun bermalam lagi pada sebuah bilik di hatimu. Yang kurasa tak terlalu berdebu ada yang bisa kita bersihkan berdua.
Hingga pengejar itu datang. Menggerebek kita dalam hati kita sendiri. Apa mereka buta atau mereka ingin punya banyak hati?
Mereka menangkapmu hanya karena kau pria gelap yang tak menetap

***** Jakarta, 14 januari 2012 *****


Puisi ini untuk sepasang pemulung yang kutemui senja tadi. Betapa keromantisan mereka membangkitkan imajiku akan percakapan fiktif ini. Dan aku tak sempat berterima kasih. Semoga aku bisa menemui mereka lain kali.

8 komentar :

  1. mbak tulisan2nya pernah cba dikirim ke media ga? coba siapa tahu tembus bikin semangat lho selain dapat honor hehehe

    BalasHapus
  2. Pernah sih sekali doang dan nggak tembus trus nggak kirim lagi mbak...he..he...mending ngepos diblog sdr pasti tembus :D :D tapi bener juga ya mbak nguji nyali di media. Ntar deh coba2 kirim lagi. Makasih ya mbak Rina :)

    BalasHapus
  3. Subhanallah.. bagus banget..
    Iya coba kirim ke media, langsung 2-3, jangan satu-satu supaya mereka bisa punya pilihan :)

    Bagus, bener deh :)

    BalasHapus
  4. Wah makasih apresiasinya mbak Bella iya ntar nyoba2 lagi ngirim lagi... makasih jg kunjungannya. :)

    BalasHapus
  5. ayo Mbak tunjukkan ekspresimu, jangan cuma jago kandang doang hehehe

    BalasHapus
  6. Wahhh komentarmu membakarku Sarah... ho..ho... Makasih kunjungannya ya.. ^^

    BalasHapus
  7. sepasang pemukung itu pasti senang kalo tahu diberikan hadiah puisi buat mereka...penghargaan tak bisa dinilai dari materi... :D

    BalasHapus
  8. Wah.. iya sepakat mas penghargaan tak bs dinilai dr meteri :) :)

    BalasHapus