FLP Jakarta , Menulis : Hobi atau profesi?

24 komentar




Menulis: hobi atau profesi adalah tema yang diangkat dalam pertemuan perdana pelatihan kepenulisan yang diadakan FLP Jakarta pada 12 Februari 2012 bagi pramuda 16 FLP Jakarta. Acara ini bertempat di  Gedung HB. Jassin Taman Ismail Marzuki dengan pemateri Kang Arul seorang penulis dan juga Trainer yang telah menulis sekitar tiga ratus buku fiksi dan non fiksi. Banyak hal dibahas dalam pertemuan sekitar tiga jam itu. Tak hanya sekedar teori namun lebih pada hal-hal apa saja yang harus dilakukan jika kita benar-benar ingin menjadi penulis. Tak hanya ‘sekedar membayangkan’ namun ada proses cerdas yang harus kita lakukan.
Menurut Kang Arul Profesi Penulis harus mampu mengembangkan potensi menulis menjadi potensi bisnis. Karenanya penulis tidak hanya sebatas menerbitkan buku atau mempublikasikan tulisan di media. Banyak pilihan lain seperti : editor, penterjemah, proof reader, penulis resensi, pengelola konten situs, penulis pidato, penulis adventorial dan banyak lagi. Karenanya  setiap Penulis harus menguasai 8C yaitu Culture, Creativity, Concept, Consistency, Competency, Client Networking, Credibility dan Client Focus juga memiliki 5K yaitu kemampuan, kecepatan, kejelian, kualitas dan komunikasi  .
Sebagai profesi yang berorientasi bisnis Penulis Profesional juga dituntut menguasai tentang Writers Marketing yaitu memadukan kemampuan menulis dengan kemampuan menjual yang dikombinasikan dengan kemampuan berkomunikasi dan melakukan promosi. Dari hal tersebut jelas bahwa sarat berhasilnya Writers Marketing adalah Skill, Popular dan Networking. Seorang Writers Marketing harus ‘sadar diri’ akan kekuatan yang dimiliki. Apakah ia memiliki Skill, Popularitas dan Networking yang baik atau hanya memiliki salah satu dari ketiganya. Dengan begitu ia akan mampu mendiagnosis apa yang harus dilakukan.
Dan untuk membangun Networking mulailah dengan Conversation ucap Kang Arul yang juga pengelola situs Menulisyuk.com itu serius. Penulis yang dikenal akan memiliki nilai tambah dimata client dan untuk dikenal kita harus membangun komunikasi baik secara langsung atau tidak langsung. Secara langsung kita mendatangi penerbitan memperkenalkan diri sebagai potensial writer, membuka hubungan non formal dengan keyperson dengan cara mengikuti pameran buku, seminar, pelatihan kepenulisan, dan yakinkan mereka kita mampu memberikan yang mereka butuhkan. Sedangkan secara tidak langsung dengan menciptakan online relationship, mengikuti milis kepenulisan, mengirimkan surat penawaran dan contoh-contoh tulisan  dan menangkap setiap peluang yang ada.
                Satu hal yang membuka wawasan saya adalah bahwa kebanyakan penulis biasanya memulai dengan menulis meski pada akhirnya tulisan itu hanya sebagai simpanan di komputer tanpa pernah dipublikasikan . Kang Arul memberi tips yang berbeda. Sebelum kita capek menulis lakukan Idaman katanya, yaitu :   Introducing (perkenalkan) diri ke penerbit manapun yang bisa menjadi atau memungkinkan untuk ditawarkan kerjasama ini. Discuss (berdiskusilah) dengan pihak redaksi tentang rencana-rencana naskah buku yang ditawarkan, atau bertanyalah tentang apa yang sedang dibutuhkan oleh penerbit.  Assuring (yakinkan) pihak redaksi bahwa Anda bisa menghasilkan naskah yang bagus dan sesuai dengan yang dibutuhkan   Making (buatlah) naskah dengan serius. Terakhir, No-doubt! (tidak disangsikan lagi) bahwa naskah yang telah jadi adalah naskah berkualitas yang terbaik dan diserahkan ke penerbit sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan bersama. Dengan metode ini kita dapat menulis sesuai dengan tema-tema yang dibutuhkan oleh penerbit sesuai permintaan pasar pada saat ini.
 

24 komentar :

  1. wah jaid semangat nich..thank u sharingnya..

    BalasHapus
  2. Selamat ya, udah gabung dengan FLP DKI

    BalasHapus
  3. Bagus materinya Tun, nambah wawasan tentang kepenulisan, aku copas ya..^^

    BalasHapus
  4. wah materinya bagus tun...namabah wawasan nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Tia... pematerinya juga keren! ^^

      Hapus
  5. iya nich jadi nambah wawasan. siip ^^

    BalasHapus
  6. Kunjungan pertama di blog sobat,,,,,,,,,

    nice share sobat and happy blogging

    Follow sukses 70sobat.....

    di tunggu follow back.a........

    BalasHapus
  7. sangata bermanfaat sekali informasinya terima kasih ...

    kunjungan pertama
    salam kenal dan follow balik juga
    Revolusi Galau

    BalasHapus
  8. Liputan yang keren mbak Nufus, lengkap.
    Terimakasih sharingnya :)

    BalasHapus
  9. cakep! lengkap! rapih!
    That's how I describe your writing in 3 words.
    hehehe...
    ajarin doooong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah makasih Diela... tulisan Diela juga bagus tuh... kapan2 kita nulis bareng yok ^^

      Hapus
  10. mantap banget infonya nih... pasti banyak banget tambahan ilmu setelah bergabung dalam pelatihan ini ya cut kak... sayang ketika itu saya belum dapat info, wishing to join the training...

    btw, diriku sudah kembali nih ke Aceh... pat tinggai droen neuh cut kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kak Alaika... aku netap di Jakarta krn suami kerja disini Aceh di Beureunun, selamat sampai di rumah kembali ya kak ^^

      Hapus
  11. Wah, kamu rajin buat review pelatihan di sini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nulisnya kalau lagi pingin aja mbak ^^

      Hapus
  12. aku belajar banya disini.!
    nice info ya kak, semoga sukses kedepannya :)

    BalasHapus