Dear Anas... Dear Azzam.

36 komentar


Dear Anas dan Azzam….
Mama suka sekali aroma manis kalian ketika baru bangun tidur atau setelah sepanjang hari bermain dengan aktivitas fisik yang “nggak ada capeknya”. Manis yang khas, menggelitik olfaktori  namun seperti candu membuat mama ingin terus, terus dan terus membaui kalian.
            Asyiek (nenek) dulu pernah bilang :“Anak-anak jangan terlalu sering dicium nanti cengeng!” mungkin benar mungkin tidak. Tapi mama tak perduli tetep suka sekali menciumi kalian meski kalian melawan-lawan ^^ karena gerah, tapi mama tahu kalian juga suka,buktinya ketika suatu kali mama sibuk di dapur atau mengurusi setumpuk setrikaan kalian datang cari-cari perhatian, bergelantungan di kaki dan kembali bermain ketika telah mendapat jatah peci (peluk cium). Iya kan? ^^
Dear Anas…
Semenjak kamu lahir hingga seumuran Azzam, kamu sering sekali menangis: pagi bangun tidur, ketika mama suapi makan, ketika ingin buang air, ketika mengantuk bahkan ketika sudah tertidur (mata terpejam). Sering kali sepanjang malam mama hanya tertidur beberapa jam untuk lalu bangun mendiamkan Anas dengan sebotol susu, senandung shalawatan bahkan ayunan hingga subuh menjelang. Pernah ketika kita hanya berdua di rumah Cot Irie Ulee Kareng karena papa sedang pelatihan di Jakarta tanpa sebab yang jelas kamu menangis kencang berteriak-teriak tak mau mama gendong. Mama panik namun terus merayumu. Merangkul tubuh kecilmu yang meronta-ronta dari kamar ke ruang tamu ke dapur hingga hampir tiga jam! Di tengah malam yang setelah beberapa malam sebelumnya ada maling di kompleks kita. Hingga tubuhmu keletihan dan tertidur juga dalam gendongan mama. 
Kamu ingat nas? Sepertinya tidak ya… karenanya mama ceritakan di tulisan ini agar suatu hari nanti kamu bisa membaca dan melihat diri kecilmu yang dulu. Banyak sekali polahmu yang semakin hari semakin membuat mama menyayangimu tak hanya tangisan namun banyak juga tawa dan bijak yang membuat mama bangga. Semoga bisa mama ceritakan satu-satu ya nak tak semua ditulisan yang ini nanti akan ada tulisan yang lain.
Dear Azzam…
Azzam lahir ketika abang Anas berusia tiga tahun empat bulan. Azzam, ketika bayi jarang sekali menangis kecuali ketika tidak nyaman: haus, lapar atau popok yang basah namun segera diam setelah kembali nyaman. Mama juga jarang bergadang. Kamu benar-benar manis!. Usia empat bulan kita ikut papa pindah ke Jakarta. Lingkungan dan suasana baru tak membuatmu gelisah. Dan ketika genap enam bulan kamupun mulai mama berikan makanan pertama pendamping ASI tanpa kesulitan berarti. Blup blup blup hanya butuh beberapa menit untuk menghabiskan porsi makanmu. Dan timbanganmupun membuat mama tenang karena berada di garis hijau kartu Posyandumu.
Ketika Azzam baru mulai berjalan mama merasa sedikit bosan di rumah dan dengan dukungan papa, mama membuka usaha pakaian anak dengan menyewa kios yang tak jauh dari rumah.  Susah sekali mencari teman untuk menjaga kalian, rasanya mama sulit mempercayakan Anas dan Azzam pada orang baru yang belum akrab dengan kita hingga kalian lebih sering bersama mama di kios. Capek ya nak ketika itu? Pagi-pagi setelah mengantar abang Anas sekolah, Azzam menemani mama berjualan. Meski box bayi dan banyak mainan mama siapkan untuk membuatmu diam ternyata jalanan dan keramaiannya lebih menarik perhatianmu. Juga jajanan segala rupa yang selama ini tak pernah mama kenalkan membuatmu mulai merengek. Hufff… mama jadi berfikir ‘apa sih yang mama kejar dengan usaha ini? ‘ . Dan setelah dua orang asisten rumah tangga kita berhenti (mama berhentikan), dompet mama dibawa lari penipu yang berpura-pura menjadi pembeli dan Azzam diopname dua malam di Rumah Sakit. Mama menyerah! Setidaknya sampai kalian sudah lebih besar. Kalian lebih penting untuk mama rawat dan tumbuh dalam pengawasan 24 jam mama.
Oke nak ini dulu ya… mama akan ceritakan kisah kita yang lain insya Allah pada kesempatan lain. I Love You. ^^


36 komentar :

  1. wah jadi kangen sama anas dan azam ...mereka itu ngak pernah diam ya tun..sun sayang buat anas n azam, moga suatu hari bisa ke jakarta lagi :)

    BalasHapus
  2. Iya Bunda Tia semoga bisa main2 lagi ke rumah kami ya ^^ salam sayang juga untuk bunda Tia :)

    BalasHapus
  3. Salam buat anak-anaknya Kak. ^^

    BalasHapus
  4. salam sayang buat anas dan azzam nya mbak nufus,....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Atma, salam balik katanya ^^

      Hapus
  5. beda ya sifat keduanya^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas beda sedikit ada juga kemiripannya. Makasih sdh mampir ^^

      Hapus
  6. Wah, pasti lucu-lucu deh Annas dan Azzam ...:)

    BalasHapus
  7. Iya lucu dan gemesin memang ka :D

    BalasHapus
  8. saya malah sampai kuliah sering diciumin sama mama malah ditengah jalan pun gak tanggung2. hehe

    BalasHapus
  9. Wah aku juga mikir ntar kalau udah pada gede masih mau diciumin nggak ya... beda juga ya kalau anak laki dan perempuan...:D

    BalasHapus
  10. berarti usahanya sekarang tutup ya Bu?

    Kisah-kisah seperti ini yang juga sering diceritakan emakku

    BalasHapus
  11. iya tutup utk waktu yg tdk jelas.. :( WaH emaknya pasti punya banyak cerita dari mas Huda bayi sampe segede sekarang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak banget..... apalagi anaknya emakku kan 11...

      Hapus
    2. Ngerawat 11 anak dengan 11 karakter, keren deh emaknya Mas Huda :)

      Hapus
  12. sungguh berbahagia Anaz dan Azam karena kelak mereka punya sebuah nostalgia masa kecil yang bisa mereka baca ketika besar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga blog ini tidak hilang ya mas dan semoga juga ada kelanjutan tulisannya. Terima kasih :)

      Hapus
  13. Subhanallah...
    Bunda hebat...
    Anas sma Azzam...
    semoga nanti bisa baca ini ya,,
    eh tapi sepertinya tidak baca ini pun mereka telah menemukan ungkapan ini setiap hari ^_^

    BalasHapus
  14. waahh... salam buat dek anas dan dek azzam:):):)

    BalasHapus
  15. salam kembali kakak Echie :D

    BalasHapus
  16. lucu lucunya anak nya itu mbak,,,
    salam persaudara'an

    BalasHapus
  17. hihihi, keduanya brn2 ngegemesin ya..
    salam kenal aja deh..

    BalasHapus
  18. Orang tua mencium anaknya itu adalah sebuah kewajaran, orang tua berusaha menunjukkan bukti cinta dan kasih sayangnya untuk anaknya

    BalasHapus
  19. semoga Anas dan Azzam selalu selalu sehat bahagia dan senantiasa dalam lindungan ALLAH :)

    BalasHapus
  20. Anas dan Azzam...hari2 yg enuh warna keceriaan tentunya ya Mbak...#pengennn

    BalasHapus
  21. Dedi : lucu itu salah satu sifat khas anak2...salam persaudaraan :)

    Penghuni 60 :Makasih bang

    Fadli : setuju ^^d

    Mas HAriyanto : Amin... makasih doanya mas semoga mas dan keluarga juga sehat

    Mbak Kinan : iya mbak #aminnn :)

    BalasHapus
  22. what a sweet letter :)) kalau menurutku anak malah harus sering dicium, soalnya menguatkan dan membuat berani. rasanya selalu ingat ada ibu bapak yg mendukung, gitu. lebih aman saja rasanya. tapi itu menurut pengalaman pribadi saja, sih, hihihi.. salam buat anas dan azzam ya :)

    BalasHapus
  23. makasih Indi ^^ setuju kan? anak juga jadi tahu kalau dia disayang jadi dia juga akan menyayang... salam kembali utk bu guru Indie :-)

    BalasHapus
  24. anak itu anugerah terindah..
    :D

    BalasHapus
  25. Pengorbanan seorang ibu, Mbak. Insya Alloh "bayarannya" kelak surga Alloh, dibayar lunas. ^_^

    BalasHapus
  26. so sweet.... yang pernah aku baca kalau anak sering dicium dan dipeluk mereka akan jadi pribadi yang hangat dan percaya diri. Ya, kasih sayang bisa membuat mereka jadi pribadi yang berarti. Dan salah satu bentuk ungkapan kasih sayang ya pelukan dan ciuman itu :-)

    BalasHapus