Spesialnya Maret

6 komentar


Maret  17 (tambah sebelas) tahun yang lalu, aku lahir. Dari Maret tahun itu sampai Maret 2012 ini tak pernah sekalipun ada acara tiup lilin atau kemeriahan lagu “potong kuenya sekarang juga” yang dinyanyikan khusus untukku. Apalagi dapat tumpukan kado! tak pernah! Dan aku juga tak  mengharapkan itu, meski ada juga perasaan sedikit “spesial” terhadap Maret.  Spesial karena setiap Maret tiba aku akan melihat lagi hari-hari di belakangku. Apa yang sudah aku lakukan… sesuatu yang baik atau hanya kesia-siaan? Dan aku melihat diriku bertambah tua dan berharap juga bertambah bijak.
Tapi sebentar…
Meski tetap tak ada acara tiup lilin dan tumpukan kado, sejak enam tahun lalu (2006-2011) ada yang membuat “Spesialnya Maret” lebih terasa bagiku.
·         Maret pertama di enam tahun itu: Sebuah Black Forest manis tanpa lilin dan angka untuk pertama kali hadir di Maretku. Disiapkannya sebagai kejutan karena (entah kenapa) aku lupa kalau hari itu spesial.
·         Maret kedua di enam tahun itu : dia menyiapkan kejutan dengan balon2 yang memenuhi kamar dan lengking terompet….. pretttt!!!!! Tapi kejutan itu gagal. Aku tak terkejut :d lalu sebuah pertanyaan membuat senyumku merekah : “Mau hadiah apa?”
·         Maret ketiga di enam tahun itu: sebuah kotak berbungkus kertas warna-warni dan hiasan pita terletak begitu saja di atas tempat tidur. Isinya sebuah jam tangan! Dan itu memang aku butuhkan saat itu.
·         Maret keempat di enam tahun itu: aku yang merengek-rengek memilih sendiri kadoku. Sebuah gamis manis yang harganya ‘lumayan’ dan dengan senyum ia mengeluarkan isi dompetnya. Hiahhh!!!
·         Maret kelima di enam tahun itu: lagi aku merengek minta kado kali ini aku ingin novel-novel yang berderet di Toko Buku.
·         Maret keenam di enam tahun itu : “mentahnya saja ya ma?” tanyanya melalui telefon karena aku lagi di Aceh dan dia di Jakarta.
Dan Maret di tahun ketujuh ini……… apa ya?. Tapi sepertinya aku tak ingin apapun. Keromantisan dan keinginannya menyenangkan aku sudah teruji. Dan itu juga sebuah hadiah yang sangat spesial dari dia, suamiku.

6 komentar :

  1. so sweet....secara say atidka pernah diberi kejutan romanti sama suami...

    BalasHapus
    Balasan
    1. suami mbak Rina punya cara lain menunjukkan sayangnya mbak... :)

      Hapus
  2. smoga langgeng sampai akhir hayat ya tun, dan juga sisa umurnya berkah aamiin ya rabb...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin ya rabbal alamin makasih Tia :)

      Hapus
  3. manis sekali kejutannya mbak nufus,semoga langgeng dengan suami tercinta dan anak2 yang lucu^^

    BalasHapus
  4. Amin.... semoga keluarga mbak Atma juga bahagia ya ^^ terima kasih

    BalasHapus