Puisi

13 komentar
Berbaring dalam dekap lelapmu seumpama jalanan lengang yang berujung menikung
Aku terus berjalan serupa puisi yang coba kukata
Pada jejak berbekas luka atau sewangi kenanga
Aku kan ada pada untaian ini

13 komentar :

Posting Komentar

Fantasy Fiesta

33 komentar

Awalnya aku tak terlalu tertarik untuk membaca apalagi menulis cerita fantasi yang penuh imajinasi. Tidak hanya jalan cerita yang unik namun nama tokoh, setting tempat dan waktu semuanya pure fiktif  seperti di negeri antah barantah atau tanah angan-angan yang tak terjangkau atau teraba secara indrawi. Atau jikalah settingnya di planet biru ini banyak  hal-hal magis yang sulit diterima akal. Yah sejenis Harry Potter, Lord of The Ring, How To Train Your Dragon, Avatar  dan karya-karya lain semisal. Meski karya-karya itu ternyata banyak peminatnya aku lebih suka bergelut dengan kata-kata yang nyastra para penulis Indonesia semisal Korrie Layun Rampan, JF T Sakai, Pramoedya Ananta Toer, dll. Dan coba-coba nulis dengan gaya (sok) sastra juga, meski hasilnya masih dipertanyakan. Membuat yang baca geleng-geleng.
 Benar memang pendapat yang menyatakan apa yang kita tulis akan mirip-mirip dengan yang kita baca. Jika aku lebih mengagumi tulisan-tulisan di majalah sastra Horison atau cerpen-cerpen Kompas ketimbang yang ada di majalah remaja Aneka Yes atau majalah wanita Femina tentu kecenderungan minat juga kesana ya?. Yang bakal sering aku omongin juga karya-karya serupa itu kan? Ini hanya perbandingan. Meski aku juga menyukai novel-novel yang bertutur ringan namun menggugah milik Andrea Hirata, A.Fuadi, Tere Liye dan lain-lain. Tapi untuk cerita Fantasy Indonesia aku masih ragu menyentuhnya ketika berdiri di depan rak-rak yang berderet di toko-toko buku, setidaknya sampai aku membaca buku ini :


Antologi Fantasy Fiesta ini aku miliki secara tidak sengaja sebagai hadiah yang tak bisa dipilih pada acara temu Goodread Indonesia beberapa hari yang lalu di TM Bookstore Depok sebagai doorprize. Dan setelah membaca satu persatu ceritanya aku berfikir : Sebagai cerita pendek yang ditulis oleh penulis-penulis muda Indonesia, ini keren! (itu menurutku, entah menurut kalian). Cerita-ceritanya memang banyak terinspirasi pada beberapa film atau cerita asing namun bahasa yang apik, imajinasi yang kreatif bolehlah kita berikan jempol buat mereka.
Antologi ini terdiri dari dua puluh cerita hasil audisi Sayembara Menulis Cerpen Fantastic Fiction 2011 yang ditulis oleh dua puluh penulis dengan tema beragam. Judul-judulnya adalah Bentala Imaji, Bhupendra Gagan, Dongeng Kanvas, E(Epsilon), Enam Belas Menit, Hari Terakhir Ishan, Hikayat Pungguk Merindukan Bulan, Kembali ke Morova, Kisah Sang Kerudung Merah, Leyl-Hasrat Bebas, Menuju Akhir Masa, Misteri Pulau Goudian, Neil/Lien, Noel, Oris, Petra, Selamanya Bersamamu, Selamat Datang di Wonderland, Tukang Sapu dan Wanita Pembisik. Itu judul-judulnya, kalau ceritanya cari tahu aja dengan membaca sendiri ya ^^
Dan bagi kamu-kamu yang suka menulis Cerita seperti ini, kebetulan Sayembara Menulis Cerpen Fantastic Fiction 2012 kembali diadakan. Ayo ikut serta!
Sayang nggak sempat kenalan dekat dengan para Goodreaders Indonesia hanya ikut mejeng Foto bareng mbak Iva Afianty dan mbak Nilam Sari yang menjadi nara sumber bertema "Meraba Perempuan dalam Fiksi" hari itu.

33 komentar :

Posting Komentar