Fiksi Fantasi : Harrath

7 komentar

-->
Dear Friends, apakah fiksi ini aneh?

Tubuhnya tergugu mengeras bak kayu. Tak mati karena tak mengeluarkan busuk selayaknya mayat. Juga tak hidup karena segala telah tercerabut paksa dari laci memorinya. Untunglah tangan keriput wanita renta berambut sekelabu mendung itu tak bosan menyuapinya, agar perut tetap mengolah makanan yang menggerakkan segenap organ dalam tubuhnya untuk terus bekerja tak boleh ikut mengeras, serupa tangan dan kaki yang memang telah dipensiunkan terlalu dini dalam umurnya yang masih sangat muda. Ia pernah begitu mempesona dengan kilau perak di kedua bola matanya yang jarang terpejam. Tapi itu dulu, mata perak itu kini berubah seputih pualam. Putih, kaku dan dingin. Tubuh kekarnya dulu sangat serasi di atas kuda satria yang menebarkan gagah dan beraninya. Sekarang semua setuju ia hanya sekerat daging yang untungnya tak mengundang lalat mendekat, karena tangan keriput itu juga rajin menyeka tubuhnya dengan air bersih dan membolak-balik posisi tidurnya agar tak memberi kesempatan borok berkubang di punggung kakunya.
Namanya Harrath, dulu ia adalah segumpal kapas yang terlepas dari pelepahnya. Begitu ringan dan bebas, Ia bahkan tak bisa mengendalikan tubuhnya yang kerap terbang ke mana angin membawanya. Dan angin terlalu sering mengkhianatinya. Suatu senja angin membawanya menjejak kebun si tua Hermeth tanpa ada keperluan. Seorang gadis bergaun putih dengan renda yang menjuntai di kaki sedang duduk di sebuah bangku. Gadis itu kaget dengan hadirnya namun hanya sebentar sampai ia terpaut pada binar perak kedua mata Harrath yang juga kagum menatap sang gadis.
Mata perak yang begitu indah” desis si gadis yang tak rela berpaling dari tatapnya. Harrath tersenyum mendengar pujian itu. Senyum yang memancing dan magis. Mengajak si Gadis mendekatkan wajahnya pada Harrath. Jemari lentik gadis itu akan menyentuh kulit wajah Harrath ketika Harrath berbalik dan mengayun kakinya menjauh. Gadis itu mengikuti langkah ringan kaki Harrath. Harrath terus berjalan dan si gadis terus mengikutinya meski semak menghalangi langkah dan merobek bagian bawah gaun indahnya. Harrath mempercepatlangkahnya semakin cepat dan lalu berlari menciptakan jarak dengan si gadis. Gadis berusaha mengejar mengacuhkan keanehan yang terjadi. Hingga Harrath semakin menjauh dan tak lagi tertangkap matanya. Gadis melihat sekitarnya yang kini begitu berbeda. Bukanlah perkebunan tempat tadi ia berada. Sekelilingnya kini berwarna perak serupa mata si lelaki. Gadis berteriak ketakutan namun tak ada yang mendengar. Ia terperangkap!
Harrath sendiri telah kembali di perkebunan dan si tua Hermeth melihatnya yang tersengal-sengal.
Kau seperti baru berlari, darimana kau? Apa ada yang mengejarmu?” Harrath menggeleng lalu mengambil napas dalam mencoba menenangkan dirinya.
Anda punya bibit arbei, nenek memintaku untuk membelinya darimu” ujarnya kemudian.
Si tua Hermeth lalu mengambilkannya bibit itu. Ketika Harrath keluar dari pagar yang dijalari rumpun mawar ia mendengar si tua Hermeth memanggil-manggil sebuah nama.
Hanan! dimana kau” Hanan tentu nama gadis yang tadi ia temui, tapi Harrath lalu tak perduli lagi. Meski tetangganya itu lalu gaduh mencari ke seluruh sudut desa.
Kau melihatnya bukan? Katakan dimana ia?” Si Tua Hermeth tak tahu harus mencari kemana lagi ketika pikiran warasnya mulai mencurigai Harrath. Namun pemuda itu menggeleng simpati. Menampilkan wajah yang mengasihani betapa cepat pikun mendatangi lelaki itu.
Kau muncul sore itu, ketika ia di kebun!” ia semakin gusar dan tampak emosi.
Siapa Hanan pak tua? aku tak pernah melihat seorang gadispun di rumahmu. Kau hanya mengingau” komentarnya. Orang-orang desa bergumam membenarkan. Selama ini si tua Hermeth hanya tinggal seorang diri di rumahnya yang terletak di tengah-tengah kebunnya yang luas.
Dia cucuku. Hanan hilang!” ceracaunya resah.
Orang-orang pun menggeleng prihatin namun berseloroh menggunjing di belakang si tua Hermeth.
Darimana ia punya cucu perempuan bukankah anakpun ia tak punya?” sebuah suara bertanya.
To Be Continue aja ahhhh ;p

7 komentar :

  1. Hanan dan si gadis yang ditemui Harrath, mungkinkah sosok yang sama dimaksudkan oleh si pak tua Hermeth? Hemm....#penasaran

    BalasHapus
  2. waw keren mba, ditunggu lanjutannya

    BalasHapus
  3. Keren nih Kak, cerita fantasinya. :D Lanjuuut Kak! :D

    BalasHapus
  4. wah... masih berakhir dengan to be continued!

    BalasHapus
  5. sebuah cerpen yang asyik.... hmmmm... ada misteri.... dan semakin penasaran menunggu lanjtannya....

    BalasHapus
  6. ternyata dirimu suka bikin orang penasaran juga ya kak... ayo ditunggu lanjutannya yaaa..

    BalasHapus
  7. Gak ada yang aneh, kok fus. Bagus loh, hehee

    BalasHapus