Tak ada Traffic Light

28 komentar
Jalanan kota

Pertama kali sampai di ibu kota Madagascar, Antananarivo aku dan keluarga dijemput dengan sebuah mobil. Ketika di perjalanan menuju hotel aku celingak celinguk menatap ke luar jendela. Meski gelap karena sudah pukul dua belas malam ketika itu, aku tetap bisa melihat jalanan yang lenggang. Mobilpun melaju santai melewati jalanan yang kiri kanannya  terasa sangat asing.
“Kok jalanan kecil terus ya? Kapan masuk ke jalan utamanya?”  batinku.
Dan ternyata jalan yang aku bilang kecil itu adalah jalan utama. Tak ada beruas-ruas jalan yang dipenuhi berbagai kendaraan seperti di kota besar layaknya Jakarta. Tak ada juga jalan tol, jalan layang, lintasan kereta api apalagi monorel! Dan tak ada Traffic Light!. Kalau di Jakarta tak ada lampu merah-kuning-hijau yang mengatur para pengemudi bisa dipastikan akan berdampak macet berkilo-kilo meter ya?.
Jalanannya juga tak melulu aspal mulus (beneran aspal itu mulus?), pada jalan-jalan yang menanjak biasa nya dipasang kotak-kota seperti ubin sejenis paving block. Mungkin itu dimaksudkan agar roda-roda mobil tidak mengalami slip, jika hujan air tidak akan tergenang karena akan cepat meresap pada celah-celah antar kotak-kotak itu? (ini hanya teoriku ya bisa jadi salah).

Aku menyimpulkan kalau kota ini begitu sederhana. Dan daya tariknya itu ada pada kesederhanaannya itu sendiri.

Aku suka lihat bukit-bukit tinggi itu :)

Taxi, terlihat tua? 


Meski jalanan kecil bukan berarti kendaraan disini sedikit. Meski tak sepadat Jakarta (kenapa terus membanding-bandingkan sih?) disini juga ada yang namanya mecet. Biasanya pada jam-jam sibuk seperti : jam masuk kerja, jam istirahat kerja dan jam pulang kerja. Tapi tak lah sampai berjam-jam!. Macetnya itu karena ruas jalan yang sempit, sedang perilaku individunya menurut aku sudah tertib. Terbukti meski tak ada lampu merah,pengemudi sudah tahu kendaraan dari arah mana yang lebih diprioritaskan. Kalau hari Sabtu dan minggu jalanan akan sepi kecuali di depan-depan pasar tradisional yang memang tak pernah sepi kecuali tengah malam.

Ok, bloogies ini sedikit gambaran tentang kota Antananarivo ^^ semoga banyak sisi lain yang bisa diceritakan kapan-kapan. Oh ya aku lagi baca sebuah novel karangan Saniep Kuncoro yang berjudul Garis Perempuan, semoga juga bisa mereviewnya disini kapan-kapan ;D.



Salam ^^

28 komentar :

  1. Weee, lg liburan di Madagaskar neh ceritanya?
    Jalan rayanya 'lengang' banget ya..kontras dengan Jakarta. Cobak Jkt kayak di Madagskar getu..kalau di JKt tentu saya gk prlu takut nyebrang jalan deh [kalau pas gk tersedia jembatan penyeberangan]

    BalasHapus
  2. Di madagascar nggak ada jembatan penyeberangan mbak :D tapi mobil tetep banyak sih ∂άn motor cuma ada satu satu

    BalasHapus
  3. Asyiknya bisa tinggal di negeri orang.. :)

    BalasHapus
  4. Asyiknya yåΩg udah di kampung halaman :D

    BalasHapus
  5. jangankan ke madagaskar... ke jakarta aza gue belom pernah!

    BalasHapus
  6. Sekarangkan kita bisa pergi kemana saja bung...tinggal minta diantar mbah google kan?

    BalasHapus
  7. Kalau orang-orangnya pada tertib sih, oke ya mbak...
    Kapaaan Jakarta orangnya tertib-tertib. *termasuk aku hahaha*

    BalasHapus
  8. waaaah seandainya jalanan di kota jakarta bisa selengang itu :O

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu motonya kebetulan Ħαяΐ sabtu jadi yah lengang banget kalau Ħαяΐ kerja rame ĵµƍα sih.

      Hapus
  9. Asyik kalau kita bisa walk around di semua penjuru dunia.. bisa dibanding2kan mana yg nyaman dan tak nyaman. bisa juga u percontohan..

    mimpi saya adl bisa keliling, menikmati kekuasaan-Nya melalui indahnya ciptaan-Nya.. :)

    salam kenal,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mas kan banyak berjalan banyak yg dilihat ya.. آمِيـنَ
      ‎​ semoga mimpinya tercapai ya mas. Terimakasih kunjungannya

      Hapus
  10. dan kerennya.. hampir keseluruhan jalannya itu pake konblok kan iia..?!?! hmm.. andai ajja..

    Belajar Photoshop

    BalasHapus
  11. duh asyiknya bisa berada di sebuah negara yang berbeda dari negeri kita ya mba.... menanti cerita lainnya darimu di seberang sana... :)

    BalasHapus
  12. Kayaknya yang betul Sanie B. Kuncoro, fus, Bukan Saniep Kuncoro.
    Pernah ikut kuis mbak Sanie B. Kuncoro di fb soalnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener kak eqi sanie b kuncoro :) salah tulis.

      Hapus
  13. Eniwe, kak alaika dan Nufus kenapa saling manggil 'mbak' ya? kan sama-sama orang Aceh, hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. :D keikut yåΩg lain kak eqi, awalnya nggak tahu kalau kak alaika orang aceh terus keenakan manggil mbak.

      Hapus
  14. jalanya kecil, tapi kendaraanya juga keliatan gak begitu padat ya mbak ?

    BalasHapus
  15. Kalau Ħαяΐ kerja di jam2 sibuknya padat ĵµƍα mas.. Ini fotonya ambil Ħαяΐ sabtu.

    BalasHapus