Sunday Visitor : Story Telling

4 komentar


Meski hari Minggu aku lebih repot dengan urusan rumah karena nany libur tetap saja hari Minggu itu menyenangkan. Salah-satunya karena ada alasan bagiku untuk mengizinkan anak-anak yang menjadi Sunday Visitorku masuk dan mengamati beragam polah mereka. Begitu juga Minggu pagi kemarin. Tepat jam sembilan mereka mulai memanggil-manggil (tentu mereka segan menekan bel rumah).
“Madam Haya…!” atau “Mama Anas…!”
Jika aku tak bisa segera menjawab, mereka akan memanggil nama-nama lain.
“Anas!”
“Azzam” atau “Dadabe!” panggilan gardien kami.
Dan ketika pintu pagar dibuka mereka akan ‘menyerbu’ ke dalam dengan gembira. Tak perlu lagi bertanya : ’Boleh main?’
Meski tanpa persiapan, sebelum bermain aku meminta mereka untuk duduk berkumpul di atas tikar yang aku gelar di halaman depan.
“Let’s make Story Telling today” saranku pada mereka.
Kupikir akan sulit menyuruh mereka duduk diam, ternyata tidak. Mereka suka dengan ideku, meski tentu mereka lebih memilih menjadi pendengar daripada menjadi penceritanya. Hingga aku meminta anak yang paling besar diantara mereka untuk bercerita. Oh ya kenalkan namanya Alex umur 14 tahun, dia baru tiga minggu ini bergabung dengan anak-anak yang lain.



Cerita sederhana dari buku yang berjudul Animaux Familiers itu menceritakan tentang binatang-binatang yang ada di sekitar kita : Kucing, anjing, burung, ikan, tikus dan kura-kura.
Selesai Story Telling yang sebenarnya dibawakan dengan cara yang lebih mirip ‘mendikte’ itu, mengabaikan instruksiku untuk memakai ekspresi dan gaya, Alex duduk.
“Gambarlah hewan-hewan yang ada dalam cerita!” perintahku lagi.
 Anas yang langsung memposisikan dirinya sebagai tuan rumah tampak sibuk dengan peralatan tulisnya. Dan bergerak membagi-bagikan kertas dan krayon. Kupikir kami butuh suplai buku, kertas, krayon dan alat tulis lainnya. Dan tentu aku telah punya orang yang bisa kutodong menjadi donatur. ^^ Tapi untuk seminggu ini orang itu (suami-red) sedang ke Nosybe sebuah pulau di pesisir Madagascar yang bisa ditempuh 2 jam dari Antananarivo dengan pesawat, jadi proposalku harus menunggu sampai ia kembali.



Setelah itu mereka boleh bermain. Dan permainan yang menjadi favorit mereka adalah : Sepak bola.


Lagi-lagi Anas memposisikan dirinya sebagai tuan rumah dengan menjadi orang yang berhak membagi-bagi mereka dalam dua kelompok. Dan sepertinya ia memilih anak yang besar-besar masuk dalam kelompoknya. Hahahaaha dan mereka tak protes!




Kelompok dengan pemain berbadan kecil itupun bermain dengan semangat tak gentar menghadapi anak-anak yang berbadan besar. Dan usaha itu tak sia-sia hingga pertandingan berakhir score 3-2 berhasil mereka kumpulkan. Anak-anak berbadan kecil itu melonjak-lonjak senang. Meski kecewa Anas juga tampak senang dan lalu ikut berteriak yahhhhh ketika aku bilang waktu habis dan anak-anak itu harus pulang karena kami juga akan pergi.

4 komentar :

  1. aih serunyaa. kak haya tinggal dimana sih sekarang? ohya kak, untuk komen, buka akses untuk Name/URL juga dong.

    liza
    www.liza-fathia.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Antananarivo Liza udah mau setahun Agustus nanti... oh nggak ada ya? Ntar deh dibikinin aku rada2 gaptek nih.

      Hapus
  2. Ih.. seru banget ya.. BTW mba tinggal dimana gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Santi, aku di Madagascar Afrika mbak.

      Hapus