Berdoalah untuk jodohmu.

14 komentar

Dulu sekali, ketika gerahnya siang membuat konsentrasi belajar kami terpecah. Ketika rasa kantuk dan lapar merupakan perpaduan yang pas untuk berharap bel pulang segera berbunyi. Suddenly  something happened Jreng…jreng!!. Sesuatu yang membuat kebanyakan mata kami serentak memandang keluar kelas. Kepada sesosok abang kelas dua tahun di atas kami yang mungkin punya urusan ke kantor guru sehinggga harus melintasi kelas kami. Pandangan yang bukan hanya sekilas dari kami (yang kesemuanya adalah murid perempuan) namun hingga beberapa menit itu tentu saja membuat guru yang sedang mengajar di depan menyadari yang kami lakukan.
“Apa yang kalian pikirkan?” tanyanya.
Kamipun tersipu mendengar pertanyaan itu, merasa tidak pantas. Namun kelanjutan kalimatnya membuat kami menghilangkan kantuk sekejap.
“Kalian boleh berdoa pada Allah agar menjadikan  fulan (dengan menyebut nama abang letting tadi) menjadi suami kalian.” Ujarnya serius.
Kami yang masih usia Tsanawiyah tentu saja merasa aneh dengan doa itu. Suami? Masih jauh! Memang sih abang letting itu seperti punya banyak kelebihan yang tentu saja berhak untuk doa semacam itu. Dia hafidz (hafal Al-quran), juara kelas hingga juara umum (dari seluruh angkatan), baik, santun, sering jadi imam dan keluarganya juga baik dan berada. Dan jika kami yang berjumlah lebih dari tiga puluh orang ini berdoa dengan doa yang sama, doa sipa yang akan dikabulkan Allah?. Ah aku memilih tak berdoa seperti itu ketika itu. Namun usul guruku itu aku masukkan dalam hati dan memoriku untuk aku keluarkan suatu ketika nanti. Aku tersenyum sendiri.
Dan saat itu datang dua tahun kemudian. Ketika secara tak sengaja aku menyalami dan mencium tangan seorang ibu aku berdoa.
“ Ya Allah, please jadikan aku menantu dari ibu ini! Jadikan ia mertua serupa ibuku sendiri”
Sampai sekarang aku ingat, doa yang kuucapkan dalam hati itu benar-benar keinginan kuatku. Dan ketika selang tiga tahun kemudian Allah benar-benar mengabulkan doaku, ketika aku mulai melupakan kejadian itu. Begitu ajaib cara Allah mengabulkannya. Setelah tiga tahun tak ada kontak dengan anaknya yang juga abang kelasku di Aliyah dan hanya melalui telephon anak sang ibu itu melamarku.
 Kupikir itu salah-satu keinginan terbesarku yang dikabulkan Allah. Dan aku sangat bersyukur karenanya aku rela menjadi wanita kedua bagi suamiku, tentu ibunya harus menjadi wanita utama dan pertama baginya.


14 komentar :

  1. saya mah takut mau berdoa kaya gitu. takut nyesel. tapi, kadang jadi berdoa kalau dia memang baik untuk saya, semoga dimudahkan, kalau tidak, semoga mendapat ganti yang lebih baik.

    BalasHapus
  2. alhamdulillah, doa tiga tahun yang lalu terwujud.

    BalasHapus
  3. Senang tentunya, doa nya dikabulkan Allah

    BalasHapus
  4. Semoga saja doanya terkabul (amin)

    BalasHapus
  5. Subhanallah ... indahnya :)
    Maaf baru mampir ke mari mbak. Maaf lahir batin yaa

    BalasHapus
  6. *tosss* walaupun tak begitu serupa, tapi tetap sama: kekuatan doa :)

    BalasHapus
  7. Doa akan selalu kita panjatkan dan dengan usaha yang sungguh sungguh Insya Allah akan terwujud apa yang menjadi keinginan kita

    BalasHapus
  8. alhamdulillah do'anya terkabul :)

    BalasHapus
  9. Kereeen sungguh Dialah mujiib yg Maha mengabulkan doa ... allahuakbar :-)

    BalasHapus
  10. Mampir mbak, belum posting lagi? :)

    BalasHapus
  11. wah .. jadi inget Mama meruaku mbak :)

    BalasHapus