Ayo sekolah!

21 komentar
Setelah tiga bulan libur terhitung sejak Juni s/d Agustus , awal semester baru akan dimulai September ini. Anas dan Azzampun sudah mulai menghitung hari,  ingin bertemu teman-teman baru juga teman-teman lama yang dulu satu kelas. Masuk kelas baru bagi Anas mungkin tak terlalu sulit karena ia telah melewati masa satu tahun di kelas CP tapi bagi Azzam berbeda. Tahun lalu Azzam juga kudaftarkan di Play Ground sekolah yang sama dengan Annas. Tapi karena setiap pagi ia menjadi badmood dan meronta-ronta tidak mau ditinggal di kelas akupun memutuskan untuk menunda sekolahnya kala itu, menunggu ia lebih siap. Banyak yang menyayangkan keputusannku, katanya rugi karena akan tertinggal pelajaran setahun. Tapi kupikir dari pada Azzam merasa terpaksa yang nantinya malah membuatnya tidak menyukai sekolah lebih baik terlambat. Lagipula hanya Playground kan?.
Awal tahun pelajaran baru di Claire Fontaine. Murid-murid lama tetap harus melakukan registrasi seperti murid baru. Membayar uang daftar ulang juga melengkapi furniture-furniture baru yang bukan hanya buku namun segala yang dibutuhkan untuk setahun ke depan. Setiap anak sebelum liburan kemarin dibekali selembar kertas yang bertulis perlengkapan yang harus dibeli. Mulai dari buku tulis beragam model dan jumlah halaman, perlengkapan lukis dan untuk membuat prakarya, perlengkapan renang hingga perlengkapan kebersihan di sekolah seperti tissue toilet dan sabun. 
Ada banyak waktu sebenarnya namun dua minggu sebelum masuk sekolah aku baru membelinya di Toko Buku yang memang telah menyesuaikan keperluan sekolah setiap tahun bagi sekolah-sekolah disini.





Itu penampakan Toko Buku yang dikunjungi oleh pengunjung yang tentu memiliki keperluan yang sama denganku, dan untunglah tak terlalu ramai hingga aku bisa lebih leluasa berlama-lama memilih yang aku butuhkan.
Perlengkapan Azzam, minus buku cerita, bantal dan celemek

Perlengkapan Annas minus kertas karon dan perlengkapan renang

Claire Fontaine adalah sekolah yang mengadopsi kurikulum Perancis. Karenanya buku-buku pelajaran juga bahasa pengantar menggunakan Bahasa Perancis, meski ada juga pelajaran Bahasa Malagasy dan Bahasa Inggris. Aku tak menargetkan nilai tinggi bagi Anas. Selama ia bisa bersosialisasi dengan guru dan teman-teman di sekolah, mengikuti pelajaran dengan senang ‘tidak tertekan’ kurasa cukup. Toh dia masih kelas dua SD dan lagipula nanti ketika kami harus kembali ke tanah air dan Annas pasti akan sekolah di Jakarta yang dengar-dengar mata pelajarannya ‘berat’ ia ‘terpaksa’ harus mengejar ketertinggalannya. Itu nanti, dan akan kami pikirkan nanti. Sekarang biarlah ia ‘santai’ sejenak :D.
Azzam (4 tahun). Sejak kecil telah terlihat ia hanya ingin melakukan hal-hal yang ingin ia lakukan. Dulu sekali ketika ia baru lahir kami ingin memberi nama Teguh dengan maksud agar ia memiliki prinsip dan tidak ‘plin-plan’. Namun karena orang Aceh tidak biasa memberikan nama seperti itu kami menamainya Azzam terinspirasi dari novelnya Kang Abik sebenarnya. Dan, yah ia sangat punya prinsip! Tahu apa yang ia mau dan apa yang ia tak mau. Hanya satu cara untuk menaklukannya ‘rayuan’, tak mempan dengan paksaan. Dan tahun ini meskipun ia telah kami yakinkan untuk harus sekolah dan telah kami yakinkan kalau sekolah itu menyenangkan aku sebagai ibu tetap deg-degan dengan reaksi Azzam di sekolah nanti. Semoga ia senang di sekolah ya.



21 komentar :

  1. Memang pelajaran di Indonesia lebih berat dari pada disana ya mba....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya gitu deh mbak, atau aku aja yg nggak terlalu pasang target ya? Tapi gurunya juga nggak pasang target kok.

      Hapus
    2. bener banget tuh...
      playgroup yang semestinya tempat bermain kurikulumnya sudah kaya anak sd. tapi kurikulum tingkat lanjutan malah rada kacau. ga tau nih indonesia raya gimana dunia pendidikannya...

      Hapus
  2. wah,banyak bahasa ya mbk...moga aja azzam betah dan pinter aminnn :D

    BalasHapus
  3. ingat waktu mash kerja di hongkong dulu, libur panjang sekolah adalah hal yg tidak menyenangkan. Karna anak2 pada di rumah hehe.

    Semangat ya anas dan azzam. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau anak-anak di rumah jadi lebih sibuk ya mbak. Makasih mbak tary.

      Hapus
  4. Kebayang perasaan deg2an itu mbak :D
    BAgus juga ya saat mau liburan dah dikasih catatan apa yang harus disediakan jadi preparenya lama, tidak kalang kabut :)

    BalasHapus
  5. semangat ya sekolahnya, perleengkapannya banyak ya dan lengkap. maaf ya baru bisa mampir

    BalasHapus
  6. tokonya seru ya....biruuu.....
    selamatbalik sekolah Azzam dan Annas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah baru ngeh kalau raknya dicat biru :)

      Hapus
  7. semoga Azzam betah dan semangat di sekolahnya nanti :)

    BalasHapus
  8. Semangat Azzam, semoga Anas dan Azzam semangat ya sekolahnya..

    BalasHapus
  9. Azzam mu msk tk y...

    Semoga betah y d sekolah baru nya

    BalasHapus
  10. ye ye... serunya ke sekolah. mudah-mudahan azam betah ya kak

    BalasHapus
  11. Toko bukunya bikin ngiler mak, betah deh kayanya nongkrong disono.
    Selamat menempuh status baru sebagai murid PG kak Azzam, semoga betah. Bakalan makin pinter deh kak Azzam :)

    BalasHapus
  12. asyik ya toko bukunya
    bisa milih milih sendiri dan gak terlalu ramai itu yang bikin nyaman

    BalasHapus