Anas : 8 tahun.

5 komentar
Anas Februari ini genap berusia 8 tahun, sudah besar ya?. Padahal serasa baru kemarin ngalamin yang namanya Morning Sickness juga debar-debar aneh menyambut kelahiran anak pertama. Yah, waktu memang terus berjalan mengajak kita untuk bergerak dari satu tahap ke tahap selanjutnya dalam kehidupan. Kalau dulunya Anas akan puas bermain tanpa ada beban apapun sekarang Anas sudah memiliki tanggung jawab yang harus ia kerjakan. Salah-satunya adalah PR sekolah.

Semangat Anas!

Mengerjakan PR sekolah bukan hal sederhana bagi Anas meski juga bukan hal yang sangat serius. Sama seperti mengikuti pelajaran-pelajaran di sekolahnya. Tentu tak  bisa jika harus dibandingkan dengan zaman mama-papanya sekolah dulu. Juga tak bisa dibanding-bandingkan dengan para sepupunya di Indonesia. Masa, tempat dan tantangannya berbeda. Ini juga yang membuatku khawatir : apakah yang kulakukan sudah benar dalam mendukung perkembangannya?. Pingin sih memasukkannya ke sekolah Internasional yang memakai kurikulum atau bahasa pengantar Inggris karena tentu lebih umum dan lebih mudah bagi Anas juga bagi aku untuk membantunya di sekolah. Namun di Antananarivo sekolah berbasis ini hanya ada dua yaitu American school yang biayanya terlalu tinggi bagi kami dan Turkish School yang letaknya sangat jauh dari rumah. Awalnya aku suka dengan sekolah Turki karena selain menggunakan bahas Inggris, pengajar dan pengurusnya juga Muslim. Tentu lebih mengerti cara menghadapi murid Muslim semisal tentang makanan halal di sekolah juga tata pergaulannya. Biayanya juga tak terlalu mahal namun jika harus menempuh perjalanan satu jam pergi dan satu jam pulang tentu tak nyaman bagi Anas. Jadilah Claire Fontaine sebagai pilihan yang rasanya lebih tepat. Selain menjadi sekolah turun temurun bagi anak-anak Indonesia di Antananarivo, letaknya juga dekat dengan kediaman kami.
Anas bersama guru dan teman-teman kelas

Sekolah di Claire Fontaine yang mengadopsi kurikulum Perancis dalam pelajaran-pelajarannya jelas tak mudah bagi Anas. Memang untuk berbicara ia termasuk cepat menyerap bahasa secara otomatis. Namun untuk membaca, menulis, memahami dan merespon secara baku di buku bukanlah hal mudah. Aku saja sebagai orang dewasa harus menggunakan bantuan Google Translate dalam menemaninya belajar. Apalagi Bahasa Perancis termasuk bahasa dengan tata bahasa dan pelafalan yang rumit. Dan di kelasnya Anas sudah diperkenalkan dengan tata bahasa Perancis yang terus terang aku juga belum mengerti. Bagiku pribadi Bahasa Perancis lebih rumit dari bahasa Inggris.
Anas sih kelihatannya santai saja meski terkadang aku juga menangkap kekhawatiran yang wajar ketika ia kesulitan mengerjakan PRnya. Aku juga inginnya santai saja tidak memasang target apapun. Tapi Anas tetap harus memiliki rasa tanggung jawab dan memahami konsekuensi dari hal-hal yang ia kerjakan. Itu artinya PR tetap harus dikerjakan. Tak apa tak benar semua dan tak apa jika butuh waktu lama. Untungnya guru kelas Anas juga tak terlalu keras. Memang di kelas Anas ada kelompok-kelompok anak berdasarkan tingkat kemampuannya : Kelompok A, B dan C. Kata gurunya Anas berada di kelompok B. Itu artinya Anas berada di tingkat 'tengah', nilainya tak tinggi juga tak rendah.
Semangat terus ya Anas. ^^

5 komentar :

  1. Semangat Anas. nanti pas balik ke Aceh, Anas udah jago bahasa perancis, hehe

    BalasHapus
  2. Keren sekali Kamu, Nas. Om saja nggak bisa ngomong Perancis.

    BalasHapus
  3. Selamat ulang tahun ya Anas... keren ih pakai Perancis... aku juga pengen belajar Bahasa Perancis XD

    BalasHapus