Second Hand?

20 komentar

Pernah membeli barang second?
Bagi yag enggan memakai barang second tentu memiliki beberapa alasan mengenai keengganan mereka. Salah-satunya mungkin karena tak terlalu nyaman memakai barang-barang yang pernah dipakai oleh orang asing yang tak dikenal. Tentu beda jika barang pemberian anggota keluarga atau saudara.

Bagi yang menyukai barang second alasannya mungkin karena dengan harga miring bisa mendapat barang dengan kualitas bagus meski tak baru.


Kios jas second di daerah 67

Di Madagascar, barang-barang second dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional juga di pinggir-pinggir jalan. Bisa berupa baju-baju musim dingin, musim panas, jas kerja, selimut, seprai, tas juga sepatu dan sandal.  Yang ternyata sangat diminati penduduk lokal karena tak jarang barang-barang itu terlihat seperti baru. Jika pintar memilih malahan bisa mendapat barang branded yang sebenarnya sangat mahal. Barang-barang ini bisa didatangkan dari negara luar juga dari dalam.

Sepatu Sport Second di daerah 67

Saya pribadi meski belum pernah membeli barang second berupa pakaian, sepatu atau tas namun merasa barang second adalah sebuah pilihan. 

Bagi keluarga saya yang akan sering berpindah-pindah rasanya sayang untuk membeli perabotan-perabotan rumah yang harganya tentu termasuk mahal untuk lalu ditinggal pergi begitu saja. Pada beberapa kali kepindahan dulu (dari Banda Aceh-Jakarta-Antananarivo) jika dihitung-hitung kami telah menghabiskan uang yang lumayan untuk membeli perabotan. Dan kami sadar kami tak terlalu pintar menjual kembali barang-barang tersebut.

Dan sebuah kebetulan, ketika kami sedang mecari-cari perabotan rumah setibanya di Antananarivo lebih setahun yang lalu, seorang teman ekspatriat asal Jepang melakukan Garage Sale karena mereka akan kembali ke negara mereka. Tentu kami menganggap ini pilihan baru. Second hand? Why not!

Mereka menjual banyak sekali barang. Perabot kamar berupa : tempat tidur, meja kerja, meja belajar, lemari pakaian juga perlengkapan seperti kasur dan selimut. Perabot ruang utama : sofa, piano klasik juga  pajangan. Perabotan dapur : lemari es, kompor, mesin cuci, microwave juga peralatan makan seperti piring, gelas dll. Mainan dan buku-buku juga mereka jual meski beberapa yang mereka suka akan mereka bawa serta kembali ke Jepang. 

Meski harga termasuk miring, saya tak mau dong bablas membeli barang yang tak terlalu dibutuhkan. Tetap jaga isi dompet :D. Jadi yang kami rasa kami butuh adalah : 

Sofa untuk tamu-tamu yang datang

Kabinet dengan laci-laci untuk menyimpan buku da peralatan tulis

Meja makan bulan dengan empat kursi
Selain itu kami juga membeli dua tempat tidur single untuk Anas dan Azzam dan meja kerja untuk papa.
Karena membeli barang yang telah pernah dipakai ada beberapa hal yang tentu harus dilakukan untuk menjamin kebersihannya.
  1. Karena saya Muslim saya akan memastikan kalau mereka tak memelihara anjing, bukan tak senang terhadap hewan peliharaan itu ya, namun hanya ingin suci saja.
  2. Memastikan kondisi barang masih layak pakai 
  3. Untuk busa atau bantalan sofa pastikan utuk membersihkan debu-debu boleh dijemur di panas matahari.
  4. Kain sofa jika terlihat tua boleh diganti namun jika masih bagus dan disukai cukup cuci ulang dengan bersih dan tambahkan anti bakteri.
  5. Untuk barang kayu agar terlihat baru lakukan cat ulang atau plitur ulang.
Kamu punya tips lain?


Oh ya, karena saya baru-baru ini belajar tennis... saya juga membeli raket dan bola tennis ini second lohh.

Happy Blogging.

20 komentar :

  1. Heheh pernah..dan disni tiap bulan ada market besar jual barang2 second, sampe alat musik jg ada...seru ya hunting2 barang harga miring ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... kalau pintar dan rajin nyari bisa dapat barang bagus ya Rahma? btw Rahma dimana nih>

      Hapus
    2. Hahhaa kirain siapa rahma..mira kak..tu cuma nama di blog aja :D . Mira di jerman :)

      Hapus
    3. Iya... ternyata Mira yang di Jerman :D

      Hapus
  2. sofanya cakep ya. itu second juga?

    BalasHapus
  3. aku juga pernah beli second hand :D

    cocok lah buat yang mau hemat-hebat uang :))

    BalasHapus
  4. barang-barangnya masih bagus ya kak, liza setuju banget, ada anjing ngga di rumah patut dipertanyakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Liza... untungnya mereka nggak pelihara anjing... dan kalau untuk peralatan makan memang harus lebih hati-hati lagi ya..

      Hapus
  5. kalau di malaysia memang ada web khusus yang menjual produk second hand iatu mudah.com
    jadi melalui web ini kita bisa memilih produk second hand punya muslim

    BalasHapus
    Balasan
    1. mirip toko bagus itu kayaknya ya kak?

      Hapus
  6. Di batam banyak mbk...dr singapore...perabotan rumah cantik2 murmer...itu sovanya kyk sova drumah mbk..empukkkkkkk bgt hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau perabot biasanya bagus2 karena bekasan orang pindahan ya Zwan.

      Hapus
  7. mau barang second atau new selama kualitasnya masih bagus nggak masalah emang..

    BalasHapus
  8. wah, second hand? why not!
    bereh...
    asalkan msh bgus n bermanfaat.
    boleh pesan?hehe

    BalasHapus
  9. Suka banget sama meja makannya :)
    Aku kayaknya belum pernah beli barang seken, tapi kalo furniture sekennya sekeren itu sih mau aja, hehehe..

    BalasHapus
  10. Daerah 67 itu penampakannya mirip aja sama toko2 loak di Indonesia ya. Ternyata di mana2 ada juga yang jual barang2 seken :D
    Perabotannya masih bagus2 gitu ya. Barang seken? Mengapa tidak :)

    BalasHapus
  11. meja makan nya kayak masih baru ya :-)
    barang second tdk semua jelek kog

    BalasHapus
  12. membeli barang2 dari garage sale, memang sepertinya lebih untung ya mba... Dan barang2 yg dibeli juga terlihat bagus2 :)

    BalasHapus