Postcrossing : Hobi baru dadakan.

34 komentar
Kantor pos di Port Louis Mauritius

Dulu sekali, ketika  masih Tsanawiyah dan Aliyah aku  punya sahabat pena. Biasanya aku dapat alamat mereka dari majalah Sahabat Pena (majalah jaman dulu, sekarang masih ada nggak ya?). Atau juga dapat dari cover belakang Lembar Kerja Siswa (kalau tidak salah). Beberapa kali berbalas surat bertukar foto namun sayang lalu putus hubungan... Alasannya sepertinya aku yang lalu tidak membalas lagi karena sibuk ujian hingga tamat Aliyah. Juga karena sekolah asramaku memberlakukan sistem sortir surat. Yah ngerasa nggak bebas aja berekspresi ketika tahu surat-surat balasan yang masuk akan dibaca terlebih dahulu oleh guru-guru. Nggak ada yang rahasia sih tapi namanya juga masih abegeh yah ketika itu, nggak terlalu suka dicampurin urusannya :D. Zaman kuliah tak pernah lagi berkirim surat, tergantikan dengan chatting di internet. Lalu media sosial dunia maya menjamur menawarkan beragam jejaring sosial yang instan dan lebih canggih. Surat dan pos bukan lagi pilihan. 

Nah, Maret kemarin serasa nostalgia ketika baca postingannya  Una tentang kegiatannya postcrossingan. Meski belum pernah sekalipun mengirimkan kartu pos sebelumnya, aku suka gemes juga melihat gambar-gambarnya yang bagus. Jadi tergoda juga untuk mengikuti jejak si Una... postcrossing!. Bagaimana rasanya mendapatkan kartu pos dari berbagai negara? Foto-foto, perangko juga tulisan tangan dari orang asing?. Tentu akan seru! Pasti. Tapi dengar-dengar layanan pos di Madagascar sini tak terlalu baik. Sempat deg-degan dan tak terlalu berharap juga sih ketika memutuskan untuk memulai postcrossing dengan Una sebagai target pertama. Dan tada!


Foto dari Una


Ternyata hanya butuh dua minggu, dua kartupos yang aku masukkan dalam sebuah amplop berhasil selamat menyeberangi Samudera Hindia menuju Indonesia. Dua minggu! Surprise dong. Padahal sebelumnya aku juga kembali mengirimkan kartu pos lagi untuk Una. Buat jaga-jaga kalau kartu yang dari Madagascar tak sampai mungkin yang aku kirim dari Mauritius akan sampai. Baik kan aku Una?


Kartu pos dari Mauritius



Selain mengirimkan untuk Una aku juga mengirimkan satu untuk ... heheheh untuk diriku sendiri. Terdengar desperate ya?. dan kartu ini juga sampai ke tanganku sekembalinya aku dari Mauritius.

Dodo langka dari Chamarel Maurice


Selain itu aku juga ikut mendaftarkan diri menjadi member di Postcrossing. Semacam proyek yang memfasilitasi anggotanya untuk saling bertukar kartu pos secara gratis. Ide utamanya kita diharuskan mengirimkan kartu pos kepada alamat yang diberikan kepada kita dengan menuliskan identitas berupa nomor registrasi. Nomor ini yang nantinya akan dilaporkan oleh si penerima kartu ketika kartu itu sampai kepadanya. Kita tak mendapat balasan kartu dari orang yang kita kirim namun dari anggota lain secara random. Sebagai pembuka aku mendapatkan lima alamat namun sampai sekarang sayangnya belum ada yang melaporkan kalau mereka telah menerima kartu kirimanku. Artinya belum ada juga yang akan membalas kartu untukmu. Ternyata butuh waktu dan kesabaran juga kalau mengikuti prosedurnya.

Ada juga pilihan lain, yaitu Direct Swap. Kita bisa menawarkan kartu yang kita punya untuk ditukar kirim dengan anggota yang berminat. Lebih cepat mungkin karena bisa barengan ngirimnya namun tetap juga sih harus hati-hati jika ada yang ngecheat.

Dan untungnya ya... Postcard dari Madagascar termasuk yang susah didapat (untung buat aku). Terlihat dari beberapa member yang mencari-cari atau memasukkan Madagascar sebagai wilayah abu-abu. Awalnya sih aku diem aja malu-malu kucing mau nimbrung di forum, sampai siang tadi iseng komen di salah-satu pos anggota yang bertanya. Hanya satu komen! (eh dua ding!). Dan tak lama beberapa orang mengirimkan Personal Message minta dibantuin melengkapi koleksi mereka, tentu juga tukaran, mereka akan kirimkan kartu yang aku pilih dari album mereka. Saling menguntugkanlah sistemnya. Tapi ya... aku kan belum punya banyak stok kartu pos dan nggak murah juga loh buat konsisten postcrossingan ini. Gimana ya? belum yakin juga nih mau serius... tapi untuk sekarang sepertinya mungkinlah kirim beberapa kartu pos lagi :)

Kartu Pos yang tersisa.

Ada yang mau mengirimkan aku kartu pos? .








34 komentar :

Posting Komentar