Antsirabe, kota airnya Madagascar

26 komentar
Dalam perjalanan pulang dari Morondava (Provinsi Menabe) beberapa minggu yang lalu, saya dan keluarga memilih untuk menginap semalam di Antsirabe, kota terbesar ketiga di Madagascar yang memiliki julukan ‘ville d’eau’ atau kota air atau "Malagasy Vichy". Julukan itu didasarkan pada banyaknya mata air panas yang ditemukan di kota yang berjarak tiga jam perjalanan dari ibu kota Antananarvo ini. Dan Antsirabe itu sendiri bermakna 'tempat dimana ditemukan garam'. Karena letak kota ini di ketinggian sekitar 1,500 meter,iklimnya terasa sejuk subtropical highland yang saat musim dingin temperature bisa mencapai 0 derajat celcius. Ketika kami kesana di bulan Oktober, udara terasa lebih hangat karena telah melewati musim dingin. Karena temperatur pegunungannya yang segar ini pulalah, para misionaris Norwegia memilih tempat ini untuk bermukim pada tahun 1872. 



Kami sampai ketika hari sudah sore, suami saya langsung memilih hotel Royal de Palace untuk menginap, alasannya selain karena suami saya sudah pernah menginap disini juga karena hotel ini memiliki restoran bersertifikat halal. Namun ketika saya tahu harga juga kondisi kamar yang kami dapat saya berulang-ulang mengatakan ‘Kita tidak butuh yang mewah seperti ini! Kita bisa tidur di penginapan yang jauh lebih murah’, rasanya tuh pingin elus-elus dompet terus. :D  Dasar emak-emak irit ya?. ‘Udah! Nikmati sajalah, nggak sering-sering kok.’ ujar suamiku ringan. Cuma ya rasanya kebanting sekali dengan penginapan kami di Morondava kemarin.

Malamnya kami makan malam di restaurannya dengan sistem buffet yang perorangnya lagi-lagi bikin aku elus-elus dompet. Mending makan sarden aja!.

Dan esok paginya setelah Anas dan Azzam puas berenang kami bergerak meninggalkan hotel. Sebelumnya kita sudah cari-cari di internet tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Ada Ankaratra Volcanik namun letaknya 100 km arah utara kota, atau sumber-sumber air panas di sekitar Lake Tritiva di bagian barat daya, namun ternyata jaraknya juga jauh dan kami tidak punya banyak waktu karena harus kembali siang itu juga ke Antananarivo. Akhirnya kami memutuskan hanya untuk berkeliling kota saja.

 Sebagai ibukota dari region Vakinankaratra, Antsirabe memiliki tata kota yang lebih teratur : hotel-hotel, taman kota, stasiun kereta dan juga kantor pos merupakan perpaduan arsitektur Perancis, Inggris dan gaya Scandinavian. Jalan-jalannya juga dibuat berbentuk lorong-lorong yang bisa disusuri dengan berjalan kaki atau menaiki becak atau yang dikenal dengan sebutan pousse-pousse. Tata kota yang menurut saya lebih teratur dibanding Antananarivo. Kota ini juga relative aman untuk para turis.

La Gare

Antsirabe memiliki stasiun kereta api yang merupakan jalur kereta api lintasan utara, yang bisa dihubungkan dengan Antananarivo dan kota pelabuhan di Toamasina. Jalur ini dioperasikan oleh Madarail, yang untuk saat ini hanya berfungsi sebagai jalur kargo atau kereta barang.


La Gare ini juga menjadi ikon bagi keindahan arsitektur kota Antsirabe. Sebelum ke Antsirabe saya sudah lebih dulu tahu tentang La Gare ini melalui kartu pos Madagascar, dan melihat langsung kondisi sebenarnya ternyata lebih berkesan. Lokasi sekitar La Gare juga menjadi titik kumpul pousse-pousses atau becak yang biasanya memang menarik perhatian para turis. Bebepara penarik pousse-pousse juga menawari kami untuk berkeliling namun mengingat waktu yang tak banyak kami menolak sopan. Anas dan Azzam malah lebih memilih menaiki mobil-mobilan yang harus didorong oleh penjaganya untuk mengelilingi bundaran di depan La Gare.



Paositra Malagasy

Saya tidak menduga kalau akan menemukan kantor pos di Antsirabe. Bangunannya terlihat besar, terletak tak jauh dari La Gare. "Mau kirim kartu pos ma?" Tanya Anas, yang kubalas dengan cengiran karena sepertinya juga tak ada waktu karena jam di tangan sudah menunjukkan pukul sebelas siang.





Mesjid Mohammed V Roi du Maroc.


Dan tempat yang sengaja kami cari tentu saja : Mesjid!. Supir kamilah yang lalu memberitahu kami kalau ada mesjid tak jauh dari pusat kota. Mesjid ini dinamakan Mesjid Mohammed V yang diambil dari nama Raja Maroko yang telah menyumbangkan dana bagi pembangunan mesjid ini.


Sampai disana, kami diterima oleh Bapak penjaga mesjid dengan ramah. Beliau bercerita tentang mesjid yang dibangun oleh Raja Maroko Mohammed V pada tahun 1930 ini. Mesjid ini menjadi satu-satunya mesjid sunni di Antsirabe.

                                                                                                   

Begitu dipersilahkan masuk ke dalamnya, saya terkagum dengan jendela kaca warna-warni yang jika disinari matahari akan menembuskan warna indah ke lantai. arsitektur plafon dengan ukiran-ukiran indah, lampu-lampu berkesan klasik tentu membuat kita betah beribadah di dalamnya. Pengaturan ruang juga begitu nyaman, untuk jamaah laki-laki di bagian lantai satu dan jamaah wanita di lantai dasar dengan tempat wudhu yang terletak di sebelah sayap kiri. Di bagian depan berupa teras kecil juga digelar karpet untuk pengajian anak-anak.
Mesjid ini akan ramai di hari jumat ketika dilaksanakannya sholat jumat jama'ah juga sabtu pagi karena adanya pengajian rutin bagi seluruh muslim, anak-anak juga pengajian muslimah di bagian bawah mesjid. Kami juga diantar menaiki menara mesjid yang dari sana bisa melihat kota Antsirabe secara jelas. Inginnya sih kapan-kapan bisa menulis khusu secara detail tentang mesjid ini juga tentang perkembangan Islam disini. Semoga.....


                                                                                                   
Pasar Tradisional

Dan yang terakhir harus dikunjungi tentu saja pasar tradisional yang menjual aneka hasil alam Antsirabe berupa sayur-sayuran dan buah-buahan yang terkenal segar dan murah. Jika di Antananarivo harga mangga sekilonya bisa 3000 ariary di pasar ini hanya 700 ariary saja, begitu pula dengan harga buah lainnya. Sayangnya saya tidak berani foto-foto karena terlalu ramai dan tampak tak aman.


Happy Blogging!


26 komentar :

  1. Balasan
    1. jaman dulu ya mbak Lidya?.

      Hapus
    2. Hihi mak Lidya nulisnya buru buru tuh sampe typo hihi salam knal mak Haya

      Hapus
    3. Salam kenal mak Agustinadian ^^

      Hapus
  2. Foto-fotonya bagus banget Mak...Cerah, bening dan tajam. Yang motret jago nih. Dan amat terpesona interior dalam mesjid, artistik banget ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mak Evi... iya interior mesjidnya indahhhhh ^^

      Hapus
  3. wow... jalan-jalan di antsirabe keren jg yaaa...
    ada spot menariknya.
    d kota itu ada berapa mesjid kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada dua mesjid di Antsirabe.. satu mesjid jamaah sunny yang namannya Mesjid Mohammed V Raja Maroko ini dan satu lagi mesjid Syiah.

      Hapus
  4. diliat dari fhoto nya tempatnya asyik mbak, pasti lebih asyik kalau jadi yang ngefhoto :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... jadi yang ngefoto asik banget :D

      Hapus
  5. Bagus-bagus ya bangunannya, Mba.
    Dan itu kenapa bisa beda banget harga mangganya, 700 banding 3000, sungguh terlaluuu.. *ngomel2 ala emak irit ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang mbak.. kalau di provinsi sayur dan buah jauh lebih murah.... terlalu...oh terlalu :D

      Hapus
  6. mbak,bangungannya mirip kayak bangunan melayu ya...lgsg ingat istana siak hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya? jadi pingin lihat istana siak :)

      Hapus
  7. Wow .. kotanya cantik ya mbak, terlihat panas sekali di sana, menyenangkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibanding kotanya mbak Eli yang rajin bersalju putih Antsirabe emang panas mbak... tapi udara disini segar karena terletak di dataran tinggi.. makasih mbak.

      Hapus
  8. Kak haya, kenapa ngga coba kirim ke media aja catatan perjalanannya. Keren2 lho, apalagi madagaskar kan jarang2 org indonesia di sana

    BalasHapus
  9. bangunannya tua2 gitu ya kak.. suka banget deh...
    jemput aku dong kak..pengen ke Madagaskar nih :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok.. siap-siap ya.. ntar malam dijemput! Hehehehe andai segampang itu ya? :D

      Hapus
  10. bagus2 mb..oya hasil fotonya bening banget ya..
    btw suka bangeet sama mesjidnya..kaca jendelanya cantiik warna-warni :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Enny... iya saya juga suka dengan dekorasi dalam mesjidnya ^^

      Hapus
  11. Arsitektur yang klasik dengan jendela kacanya itu indah sekali ya, Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak... indah dan ini satu2nya mesjid sunni di Antsirabe.

      Hapus
  12. Enaknya Kak Nufus jalan2 bareng kekuarga. Ntar pasti terbit buku Traveling di Madagascar. Amin.. :)

    BalasHapus
  13. masjidnya bagus, warna-warni gitu interiornya. kalo baca madagaskar ingat sama Alex the Lion hehe. Terima kasih atas kisa dan fotonya yang menghibur.

    BalasHapus
  14. Kalau lagi liburan, jangan inget2 harga yang dikeluarkan, Mbak. Nanti mengurangi kenikmatan berlibur. Tunggu smape rumah aja elus2 dompetnya hehehe

    Entah kenapa setiap kali mengingat Madagascar, selalu aja ingat film kartun itu ^_^

    BalasHapus