Kartu pos favorit (bagian I)

2 komentar
Punya hobi itu memang bisa membuat kita santai dan rileks sejenak, melupakan hal-hal ‘ribet’ dalam kehidupan. Begitu pula jika punya barang-barang kesayangan yang kita koleksi. Aku suka mengumpulkan kartu pos, jadi bagiku memandangi kartu-kartu itu, membaca ulang pesan-pesan yang tertulis disana, mengagumi perangkonya yang bagus-bagus lalu menyusun ulang adalah hal menyenangkan, bisa menghabiskan waktu tanpa terasa. Menurutku ini juga bisa sabagai terapi kala stress melanda. Tapi aku sedang tidak stress loohh ya :D. Dan inilah salah empat dari ratusan kartu milikku :

1.     Galleria Vittorio Emanuele II
Kartu ini dikirim dari Milano Italia oleh seorang teman facebook melalui sistem swap atau tukaran. Warna latarnya yang hitam membuat kartu ini terlihat elegan dan mewah dan juga dicetak di kertas dengan kualitas bagus hingga meski telah melewati perjalanan jauh untuk sampai ke Madagascar kondisinya tetap bagus. Yal lecet dikit biasalah... Di bagian belakang, cap posnya juga terlihat jelas.


Galleria Vittorio Emanuelle II yang ditampilkan di kartu adalah satu dari mall atau pusat perbelanjaan tertua di dunia yang dibangun antara tahun 1865 hingga 1877 oleh Giuseppe Mengonibe, seorang arsitek Italia yang juga mendesain Palazzo di Bologna. Tragisnya  arsitek ini meninggal karena kecelakaan, terjatuh dari atap Galeria yang telah ia bangun. Galeri ini dinamakan dengan nama Raja pertama Kerajaan Italia Vittorio Emanuele II.
.
2.     Efes – Marmaris
Dikirim dari Istanbul Turki tanggal 14 April 2014 lalu. Foto yang terlihat seperti lukisan itu menampilkan kesan ‘ancient’ dengan bangunan yang tampak seperti reruntuhan yang dikenal sebagai Efes atau Ephesus Archeological Site.



Marmaris adalah kota pelabuhan yang terletak di Pantai Mediterania sebelah barat daya Turki. Kota ini menjadi kawasan wisata karena panorama gunung dan lautnya yang berdampingan. Setiap pada musim liburan pengunjungnya bisa mencapai 300.000 sampai 400.000 orang.
Ada alamatnya, sengaja biar kalau ada yang mau kirim kartu kejutan bisa langsung kirim :D 

Di bagian belakang ada dua stiker timbul yaitu bendera Turki kecil dan lambang Turkish Evil Eye yang dipercaya sebagai benda pembawa keberuntungan dan perlindungan.

3.     The Azure Window

Malta termasuk dalam kategori 'hard to get countries' bagiku, karena tidak banyak postcrosser asal sana yang mau swap kartu. Dan ini adalah kartu dari Malta satu-satunya yang aku punya.



The Azure Window adalah lengkungan alami bentuk jendela  yang terbentuk setelah dua gua batu kapur runtuh. Ini adalah batuan tertua di kepulauan Malta yang menjadi pemandangan menakjubkan di daerah Dwejra daerah Gozo. Perangko yang dipakai juga bagus : Knight of St.John senilai 0,51 Euro yang dikeluarkan tahun 2009.

4.     Angklung dan anak-anak ceria dari Jawa Barat

Kartu ini juga hasil swap sama teman postcrosser di grup postcrossing. Pertama lihat sukaaaaa karena dandanan anak-anaknya yang ala sunda asli cakep. Harusnya aku kecil dulu juga didandani kayak gini biar terlihat ‘menggemaskan meski sedikit genit’ hihihi. Dan anak laki-lakinya juga cakep-cakep dengan baju serba hitam dan ikat kepala.

Foto dari Dian Purnama


Perangko yang dipakai ada 3 buah dengan nominal harga masing-masing 2500 rupiah. Perangko berderet di bagian atas dengan cetakan stempel pos yang jelas adalah hal yang disukai beberapa penggemar postcard, namun di kartu ini cap posnya kurang jelas. Oh, ya aku juga suka stiker lucu imut yang ditempel. Cakeps!.

Udah ya… empat kartu dulu. Semoga bisa nyicil nulis tentang kartu-kartu lain yang udah sampai tiga kotak itu. Sebenarnya sih pingin mengelompokkan berdasarkan negara atau setidaknya berdasarkan benua tapi kok ya rada-rada malas. :D #malas dipelihara!

Happy Blogging, happy postcrossing and happy life!
Haya.

2 komentar :

  1. Wah yang no 1 emang elegan abis Mbak, seketika jatuh cinta. Tapi karena Turki adalah negara favorit yang sangat (pangkat seribu) kuimpikan, jadilah no.2 paling top. Kalau aku nggak punya hobi jadi kolektor mbak, apa ya? Sukanya teledor, bros kerudung aja beli baru, yang lama hilang. Pokoknya nggak berbakat mengoleksi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tosss... Aku juga suka teledor kok tapi karena suka ngerasa sayang aja sama barang2 yg hilang sekarang jadi lebih suka hati2 nyimpan barang :D
      Makasih mbak Sofia.

      Hapus