Kids, let's see far away places!

36 komentar
Anas sedang menjadi manager tim sepak bola

Di lingkungan rumah kami banyak anak-anak usia bayi, batita, balita hingga ABG. Seringnya anak-anak ini datang ke rumah untuk bermain. Bermain bola, bersepeda, petak umpet atau kejar-kejaran yang kerap kali menimbulkan suara rame yang meriah. Namanya juga anak-anak. Mereka sering tak sungkan bermain ayunan, memanjat pohon juga memetik buah aprikot atau anggur yang masih mentah dan asam yang tumbuh di pekarangan rumah kami, terkadang mereka juga mengganggu anak-anak ayam Dadabe. 

Anas dan Azzam senang dengan kedatangan anak-anak tetangga kami tersebut. Aku juga senang karena mereka berhasil menjauhkan Anas dan Azzam dari mainan games atau menonton film kartun. Meski jadwal sudah disepakati terkadang keduanya masih saja suka 'merengek' karena alasan 'tidak tahu mau bermain apa lagi'. Jadi, kedatangan anak-anak ini menyelamatkan komitmen kami. Terkadang malah anak yang lebih besar dari mereka bisa membantu Anas mengerjakan PR sekolahnya yang suka membuat keningku berkerut.

Yang sering marah dan lalu 'ngomel-ngomel' dengan kedatangan anak-anak itu adalah Dadabe, karena terkadang anak-anak itu tak sadar telah mematahkan batang ubi kayu yang ditanam Dadabe, atau menginjak rumpun mawar yang baru saja memunculkan tunas bunga, atau terkadang membuang sampah sembarangan. Duluuuuuu sekali, awal-awal kami menempati rumah ini pernah menemukan loh sebongkah kotoran manusia di depan pintu!. #maaf bagi yang merasa jijik ya... Tapi sejak Dadabe 'galak' daerah sekitar rumah sudah bersih kok.

Mereka anak-anak yang senang meniru. Gaya hidup orang dewasa disekitar mereka tentu mempengaruhi kelakuan mereka juga. You know, masalah kebersihan adalah masalah serius disini. Di jalan-jalan kami sering kali melihat laki-laki berdiri bebas untuk buang air kecil… tak hanya di balik pohon, menghadap tembok, bahkan kadang tanpa penutup apapun di jalanan umum. Ya, Madagascar memiliki toilet umum terbesar di dunia, dimana saja dan tak perlu bayar!. Awal-awal tiba di Madagascar dulu tentu aku kaget dan risih, namun setelah dua tahun melihat pemandangan demikian, jadilah ‘biasa’. Nah apalagi anak-anak itu yang hidup dan keseharian mereka tentu mengikuti pola hidup orang tua mereka. Tapi tetap saja mereka anak-anak dengan banyak sekali hal-hal yang akan datang di kemudian hari. Dan mereka berhak untuk tahu, hal diluar pandangan mata mereka.


Awalnya anak-anak yang datang masih sedikit

Bagaimana cara melihat hal-hal lain diluar keseharian mereka?. Pernah sekali waktu dulu, aku memperlihatkan Indonesia melalui google image. Mereka senang melihat megahnya Monas, candi Borobudur, Mesjid Raya Baiturrahman dan juga pemandangan indah Indonesia lainnya seperti Sabang, Bali, Lombok, Raja Ampat dan lain-lain. Namun membuka laptop di depan mereka adalah cara yang tidak praktis, mereka akan berkumpul dan berebutan untuk duduk di depan laptop yang akhirnya membuat kegaduhan. Jadi, kenapa tidak menggunakan kartu pos koleksiku?!. tentu lebih mudah. So kids, let's see the far away places!.

Melihat foto-foto cantik di kartu itu membuat mereka bersemangat. Anak-anak yang masih lebih kecil memang masih belum terlalu mengerti dimana tempat-tempat itu berada. Namun anak-anak yang lebih besar, mereka bisa membaca dan bertanya nama-nama negara di seluruh benua tersebut.


Lelaki yang duduk di teras sana adalah Dadabe, duduk sambil terus mengawasi.

Siapa tahu, foto-foto itu juga pesan yang tertulis di atas kartu itu memancing mereka untuk ingin kesana. Siapa tahu keinginan itu terekam di alam bawah sadar mereka untuk terus hidup dan bergerak mencari jalan menjadi nyata. Siapa tahu cerita-cerita yang kami bagi saat ini terekam otak kecil mereka dan merubah sedikit saja pola pikir mereka menjadi lebih terbuka. Iya kan?.

Happy blogging, happy life!
Haya


36 komentar :

  1. Hi mbak salam kenal, saya nemu blognya isinya menarik sekali ttg madagascar. Saya tahu madagascar pas dulu pemerintahan transisi (begitu ya nyebutnya?) dipimpin presiden muda dan tampan Andy Nirina Rajoelina, apakabar beliau ya? Salam dari jakarta assalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga, terimakasih sudah mau membaca blog saya. Iya presiden masa transisi Madagascar memang masih muda dan guanteng :D Sekarang sudah diganti oleh Presiden Hery Martial Rakotoarimanana Rajaonarimampianina.
      Waalaikumsalam...

      Hapus
  2. Bangga jadi orang Indonesia ya mbak... :)

    BalasHapus
  3. Aih senang banget bacanya, apalagi promosi tentang Indonesia :)
    Banyak yang belum tahu pasti ya mbak, orang-orang di Madagascar tentang Indonesia?
    Terus semangat berbagi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang tau mbak...mereka kenal Indonesia itu sebagai leluhur mereka dulu lohhh Makasih mbak

      Hapus
  4. Mbak, itu kartu pos hanya untuk mereka lihat-lihat? Hummm saya sedang memikirkan sesuatu boleh minta kontaknya? Via e-mail mungkin? Terimakasih mbak haya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Terimakasih ya mbak, saya pakai hotmail sudah kirim e-mail.

      Hapus
  5. Pasti mak kalo pake laptop berebutan pake kartupos mereka bisa pegang sendiri..namanya anak2 dimanapun sama ya, rasa ingin tahu mereka besar. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Kania... sikap anak-anak memang spontan ya...

      Hapus
  6. Mbakku ternyata anak2 di sana berkulit hitam. Alhamdulillah kalau anak2nya Mbak gak punya kebiasaan nge-game. Adikku d rumah kalau udah nge-game, lupa segalanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Sofia... anak-anakku pada suka juga sama games tapi kita batasi.

      Hapus
  7. jorok bangettt :(
    tapi seru banget ya bisa dikerumini anak2 tetanngga,artinya kl maen ke rumah mbk haya mereka ingin belajar sesuatu..seru bangettt,itu foto anas y jadi manager keren bangettt,ekspresi anas apalagi hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe makasih Zwan... iya seru dan juga rameeeeeeee :D

      Hapus
  8. mudah-mudahan cita-cita mereka terwujud ya

    BalasHapus
  9. wow, madagascar... negeri nun jauh disana
    pasti menyenangkan dapat komunitas yang menyenangkan disana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pak.... dimana saja pasti ada yang bisa dijadikan teman ya pak :)

      Hapus
  10. Ishh, keren banget mba! Madagascar, saya taunya hanya dari film kartun itu ^^ ,. Anak-anak itu terlihat lugu dan bersemangat sekali... saya jadi terharu. Mba bisa jadi guru mengajar bagi mereka, memberi teladan tentang kebersihan nantinya... siapa tau selain mengenalkan Indonesia, juga bisa mengenalkan Islam pada mereka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Ave Ry.... saya cuma melakukan sedikit hal dari banyak hal yang harusnya bisa dilakukan, pinginnya sih bisa mengajarkan tentang pentingnya kebersihan itu tapi ya pelan pelan saja ya.. :D Amin..

      Hapus
    2. Alon-alon asal kelakon katanya mba ^^ .,

      Datang lagi saya, sekalian Follow

      Hapus
  11. Salam kenal mbak...keren bnget memperkenalkan Indonesia dengan cra ysng berbeda trhadap anak-anak. Semangat untuk mbak nya...

    BalasHapus
  12. Salam kenal juga... Mereka yang sudah lebih besar sudah tau juga sih tentang Indonesia dari buku sejarah di sekolah... hanya seperti apa tempat-tempat di Indonesia juga di negara lain yang mereka tak terlalu tau.Terimakasih ya

    BalasHapus
  13. Oalaah mba Haya sekarang ada di Madagascar toh.. jauhnyaaa... aku udah lama baru mampir lagi kesini..hihihi

    keren tapinya mba bisa bikin anak2 mulai tertarik sama gambar2 yang ada di kartu pos itu..pelan2 mereka akan tertarik juga belajar sama mba Haya tentang pentingnya kebersihan yaa.. ;))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Desy sudah dua tahun disini hampir pulang malah :D Berat itu mbak hehehe

      Hapus
  14. Wau,,,,, sepertinya membaur dan beragi itu memang mengasyikan ya Mba, apalagi kita bisa memperkenalkan sebuah sebuah negara yang penuh dengan kekayaan dan kearifan lokal seperti Indonesia, dan ini merupakan cara langkah sederhana yang bisa dilakukan banyak orang, namun 1001 orang yang mau melakukannya Mba. Semoga menjadi sebuah ispirasi bagi para pembaca semua. Sukses ya Mba.

    Salam

    BalasHapus
  15. Hiiii... jadi keinget toilet di masjidil haram yang ee-nya belepotan kemana-mana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Masjidil Haram juga kotor mak? Disini juga kudu bawa botol kosong kemana2 :D

      Hapus
  16. seneng sekali baca pengalaman bersama anak-anak di madagascar. saya ada beberapa kartu pos, jika berkenan, saya bisa kirimkan by pos ke alamat haya utk anak-anak. alamatnya diemailkan aja ya ke norismahkz@gmail.com salut dengan kreativitasmu juga!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh terimakasih banyak mbak Isma...

      Hapus
  17. Haaaay Mba Hayaa.. seru sekali ya di sana...mainan yang lebih mengutamakan motorik kasar daripada main game, aaach..kalau di sini main bola kebanyakan anak-anak besar,
    Salam Kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Astin... seru nih kalau lagi rame.. Tapi kadang yahhhh kembali ke games juga sih.
      Salam kenal kembali. Terimakasih kunjungannya ^^

      Hapus