Analavory Geyser

43 komentar
Hello dear readers… Hello 2015!.
Perasaan baru beberapa waktu lalu menyambut 2014 ehhh sekarang udah ganti tahun aja. Ganti tahun.. ganti kalender dannnn nambah umur!. #Oles-oles cream anti-aging ^^

“The bad news is time flies, the good news is you’re the pilot”
(Michael Altshuler)

Barusan secara tak sengaja nemu quotes yang makjeb itu di goodread dan bener banget kan pesannya. Kitalah yang menentukan akan bermanfaat atau sia-sia waktu yang dianugerahkan Tuhan. Mau dipake buat main terus atau buat meng’keren’kan diri dengan prestasi? Kita yang milih. Mumpung masih awal tahun, yuk ahh intropeksi diri tentang apa yang sudah kita lakukan di tahun lalu, juga untuk menyusun langkah atau resolusi di tahun ini. #coret-coret kertas tempel di dinding.
**
#Kilas balik ke Desember.

Sadar kalau di Desember itu liburan bakal panjang, aku mulai merecoki suamiku dengan ide liburan. Pokoknya sebelum tahun 2014 berlalu aku pinginnya kami harus sempat mengunjungi satu tempat yang benar-benar akan berkesan bagi kami sekeluarga. Begitu suamiku setuju, aku mulai rempong lagi dengan persiapan-persiapannya. Sampai sadar kalau... aku itu nggak punya sepatu casual yang pas... masa iya pake sepatu tinggi? atau pakai sepatu lama yang sudah sedikit memprihatinkan kondisinya?. Pinginnya liburan sambil gaya.. hehehe

Jadi begitu sempat ke satu-satunya mall di Madagascar, mataku fokusnya ke toko sepatu. Banyak sih modelnya tapiiii harganya nggak kuat di dompet... Bikin pingin cepat pulang ke Indonesia, karena beda harganya bisa lima kali lipat!. Huhuhu... Kecewa nggak dapat sepatu yang aku inginkan, aku menghibur diri makan es krem di counter makanan di lantai satu sambil iseng internetan. Dan sengaja buka  http://www.zalora.co.id/sepatu/airwalk/ untuk cuci mata...Alhasil malah makin pingin balik ke Jakarta dan borong-borong sepatu disitu..Cakepssss!. Yang namanya cuci mata memang pingin sepuasnya ya, Jadi klak...klik..klak..klikk, lihat-lihat barang yang lain dan sampai di  http://www.zalora.co.id/men/beauty-grooming/fragrances/ . Suamiku juga butuh parfum!. #telen es krem.

Untunglah endingnya bahagia, karena kita akhirnya jadi juga liburan. Malahan rame-rame dengan keluarga besar WNI di Antananarivo.  Jalan-jalan ke Analavory Geyser dan  Chute de la lily dekat Lake Itasy Ampefy. Idenya tiba-iba sih tapi kita asik-asik aja gabung. Setelah menentukan tempat dan siasat, tepat pukul delapan pagi kita enam mobil berangkat. Tak lupa bawa bekal masing-masing tentunya... Kalau mau senang2, perut juga harus kenyang kan?. :D

Dua jam perjalanan dengan pemandangan seger-seger di jalan, kita sampai di Ampefy. Pukul 10.30-an kita berkumpul di meeting point yang telah kita sepakati yaitu kawasan Danau Itasy dekat Hotel. Kota kecil Ampefy ini masuk ke wilayah distrik Soavinandriana, Region Itasy. Dan memang sudah terkenal sebagai tempat tujuan wisata lokal juga para turis.

Analavory Geyser

Bongkar-bongkar barang, ngobrol rencana selanjutnya sebentar, kita lalu berangkat lagi ke Analavory Geyser yang tidak terlalu jauh. Sayangnya jalanan menuju kesananya tidak beraspal, lubang-lubang besar yang jika hujan akan menjadi kubangan harus kami lewati. Tapi kalau kata aku itu termasuk tantangannya, agar bisa merasakan 'sensasi petualangan'. Ya kan?. Pemandangannya juga 'menyegarkan' : kanan kiri jalan rumah-ruma penduduk lokal yang sangat sederhana berseling kebun-kebun yang ditanami sayur-sayuran. Penduduk lokal yang hidup sederhana juga beberapakali berpapasan dengan kami. Karena jalannya yang tidak mulus, kami menghindari memakai mobil rendah. 


Rumah yang tampak di atas itu adalah rumah yang umumnya tampak di daerah rural pedesaan meski ada juga di kota-kotanya. Pingin ya... suatu saat nanti ada yang ngajak masuk ke rumah seperti itu lalu duduk-duduk di balai di dalamnya sambil cerita-cerita. Iya... udah dua tahun lebih di Madagascar tapi aku belum pernah tahu jelas isi dalamnya seperti apa. Seringnya sih cuman ngintip-ngintip sopan aja.

Sampai di tempat kita bayar tiket masuk, tiket parkir mobil lalu kita jalan kaki melewati penduduk lokal yang menjual sayur-sayur dan batu gosok di samping badan jalan. Kita lalu harus menyeberangi sungai untuk bisa sampai ke geyser-nya. Dulu waktu pertama kali datang ada jembatan yang lumayan bagus disitu namun sekarang hanya jembatan kayu.



Dann.... ini dia... Yeahhhhhh!!!!! Super!. Ada empat geyser dan dua kolam yang terlihat. Sebelahnya  diperindah dengan aliran sungai yang tak terlalu besar dan tak terlalu dalam. Dannnn bukit-bukit yang mengelilinginya... juga endah!. Beneran...



Anak-anak yang memang sudah disiapkan baju ganti tak tahan lagi untuk berbasah-basah... Upss bukan anak-anak aja, aku juga. Lupakan 'image' ku yang kalem dan malu-malu, lupakan banyak mata memandang. Jebuurrrrr!!!. 



Iya, itu aku yang lagi kelelep. ;) .

Airnya terasa dingin karena memang katanya di bawah tanah Madagascar tak ada aktifitas vulkano. Dan katanya juga warna tanahnya yang orange, coklat kekuning-kuningan atau warna karat itu karena airnya mengandung zat besi dan kapur yang tinggi, yang lalu bereaksi ketika terkena udara. Air dari dalam tanah bisa  keluar mencapai 20 cm hingga 3 meter tingginya. Bentuknya seperti air karbonasi atau soda. Sayangnya aku lupa buat nyicipin hihihi


Katanya, dulu sebelum tempat ini dikunjungi wisatawan, tempat ini digunakan oleh Malagasy sebagai tempat ritual leluhur yang disebut "Fanasinana". Fanasinana ini adalah ritual yang dibimbing oleh mpimasy atau dukun yang tujuannya untuk memulihkan kesehatan, menyembuhkan penyakit, memiliki keturunan juga untuk mendapatkan solusi bagi permasalahan hidup lainnya. Ritualnya seperti apa?. Nggak tahu juga tuhhhh ^^. Ntar ya... cari tahu dulu.



Selain mandi dan main air, kita juga ditawari buat urut kaki,tangan sekalian luluran.. Kebanyakan sih anak-anak tukang urutnya. Tapi meski anak-anak, tenaganya kuat banget... Urutannya mantap! :D

Kita tidak lama di Analavory Geyser, hanya sekitar satu setengah jam-an. Lalu kembali ke meeting point. Ngapain kita selanjutnya?. Tungguan postingan berikutnya ya... #emang ada yang mau tau?.

Referensi :
http://www.earth-of-fire.com/page-8830092.html

43 komentar :

  1. Woaaaa...itu air yang kuning gitu, kayaknya akan brasa mandi di sungai yang lagi meluap karna banjir, hahahaa...
    Btw, ini postingan aheum aheum kayaknya :D :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahhaha... air yg keluar dari geysernya sih awalnya jernih bersoda tapi gitu nyampek kolam jadinya keruh... Mungkin karena dasarnya kolam juga kuning kak.

      Hapus
  2. Berapa ongkos tiket masuknya mbak? Mahal y iyaa aku mau tau postingan berikutnya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalu untuk penduduk lokal nggak mahal mbak kalau nggak salah sekitar 500 ariary.. Kalau turis asing sekitar 200-an atau lebih gitu.. aku lupa ;)
      Makasih mbak Ru... mabak Ru emang baik ^^

      Hapus
    2. uppsss salah ketik 2000-an maksudku

      Hapus
  3. uwaaa indah bangett mbak,tapi tu kok airnya kuning ya hehehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... airnya keruhhh... kalau jernih pasti lebih indah ya Hanna.

      Hapus
  4. airnya kuning tapi seger ya... itu yg air keluar dari batu, kayaknya enak banget mandi disitu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Santi... airnya dingin dan seger meski berkapur :D

      Hapus
  5. Aiih unik-unik. Penasaran sama rumahnya ... kayak apa ya dalamnya?

    Sekali2 ngintip2 sopannya sampe dapur Mbak, sambil foto2, biar kita2 juga bisa mengintip sampe puas *eh?* :D

    asyiknya ngeblog salah satunya ini .... bisa jalan2 ke Madagaskar :)

    TFS ya Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... pingin. Ntar deh cari rumah yang kenal sama penghuninya dulu biar bisa izin motoin ;)
      Iya... aku juga bisa ke Makasar karena nge-blog mbak

      Hapus
  6. seger pastinya kena air gitu yaaa

    BalasHapus
  7. airnya kuning karena mengandung sulfur. sehat buat kulit nih!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Windy, bisa hilangkan gatal-gatal juga ya?

      Hapus
  8. Mbak penduduk aslinya masih hidup di bawah garis kemiskinan ya,padahal aku mau nawarin kerjasama buat ekspor baju sepatu tas dsb dari Bandiung ke Madagaskar hehehe, kalo mau japri ya hahaha

    BTW blognya pakai blogspot ya mbak? thema nya apa mbak?kasih tahu dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Titi... penduduknya banyak yg dibawah garis kemiskinan. Namun yang tajirnya bisa hidup mewahhh wahh wahhh... kesenjangannya tinggi. Barang-barang import banyak masuk sini karena barang lokal belum banyak. Masuknya tentang untuk kelas atas.. tapi ada juga yang masuk ke pasar tradisional namun kualitas rendah. Aku inbox ya mbak..

      Temanya campur-campur mbak... :)

      Hapus
    2. Oya.. setiap setahun sekali disini ada Pameran Perdagangan Internasional.. biasanya ada perusahaan-perusahaan Indonesia yang juga ikut buka stand dan mencari mitra usaha di Madagascar mbak..

      Hapus
  9. waw, bagus tempatnya! kapan gue bisa ke sana? BTW, sukses buat tahun 2015-nya, Mbak .... dan hrapan kita semua tentunya .. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga suatu saat mas... Indonesia juga punya temapat2 seperti ini pastinya ya? :)
      Makasih mas... sukses juga buat mas Eksak di tahun 2015 ya.

      Hapus
    2. sama-sama, Mbak ... ^_^

      Hapus
  10. Air yang menyembur ke atas tuh seru banget untuk foto selfi dengan sang kekasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. :) :) :)
      Dengan keluarga juga seru lohhhh

      Hapus
  11. bagus banget tempatnya, airnya emang kuning ya seperti berlumpur....btw, quatenya cucok buat saya, yg tengah serius meraih sesuatu*halahlebay* hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Rina... Ayo mbak semangat 2015!!! Yeahhh :D

      Hapus
  12. Anak2 emang hobi main air yah mbak.. hehhee...

    Quote nya keren.. aku copas yah.. :)

    BalasHapus
  13. Anak2 emang hobi main air yah mbak.. hehhee...

    Quote nya keren.. aku copas yah.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... emak nya juga sih :D
      Sippppppssss mbak

      Hapus
  14. Seru banget itu, sampai ada gaya kelelep segala, hehehe :D

    BalasHapus
  15. eh seru banget, dulu jaman SMA pernah diajari apa itu geyser yaa... bagus banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. kayaknya dulu SMA pernah belajar juga :D

      Hapus
  16. kira-kira di rumah tsb, pakai listrik gak ya mbak.

    bakal seru jika bisa nginap di situ trs penerangannya tanpa listrik, pakai lampu berbahan minyak jarak atau apa getu. #sensasinya kayak jaman flinstone kali ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang ini pake mbak.. karena ada semacam generator milik penginapan disitu..

      Hapus
  17. wuih geysernya cantik gitu... warnany menonjol di antara lingkungan sekitarnya... seger :)

    BalasHapus
  18. waaahh...serunya sampe kelelep gitu... adem pasti ya mak airnya :)

    BalasHapus
  19. Saya juga tertohok dengan quotesnya T.T ., tiap tahun berlalu tanpa resolusi... tapi tahun ini benar-benar ada yang mau saya targetkan, satu hal wajib, satu hal sunnah ^^

    Itu bebatuannya kayak yang buatan ya, tapi asli, keren banget ^_^b

    BalasHapus