Lemurs of Madagascar ; kenalan yok!

38 komentar


Baiklah, dear readers... Kali ini mari berkenalan dengan binatang lucu endemik khas Madagascar. Namanya Lemur. Kalau kamu penggemar film Madagascar kamu pasti pernah melihat beberapa karakter hewan ini dalam setiap serinya. Salah satu yang paling top adalah King Julien, selain juga beberapa karakter lemurs lainnya yang tak kalah imut dan menggemaskan.
Kenalkan sama mereka?
Sumber gambar dari http://www.fanpop.com/clubs/king-julien/images/3791719/title/king-julian-photo


Lemur berasal dari bahasa latin yang berarti hantu atau roh. Tapi mereka sama sekali tidak menakutkan, palingan ganasnya keluar kalau kita beraroma pisang! :D . Sekilas kelakuan dan tampilan fisiknya mirip monyet, tentu karena mereka sama-sama primata

Sayangnya keberadaan mereka terancam punah dikarenakan deforestasi lingkungan, maraknya pemburuan liar untuk diperjualbelikan secara illegal, juga karena perubahan iklim global.
 Pada tahun 2005 Uni International untuk Konservasi Alam memasukkan semua spesies Lemurs sebagai binatang yang harus dilindungi. Madagascar yang termasuk negara miskin tentu harus dibantu untuk melakukan perlindungan terhadap hewan yang tak boleh punah ini. Makanya dibentuklah beberapa kawasan perlindungan lemurs bersama hewan endemik lainnya.  Di Madagascar saat ini ada 18 Taman Nasional, 5 Cagar Alam dan 22 Cadangan khusus yang dikelola oleh Taman Nasional Madagascar yang dikenal sebagai l'Association Nationale pour la Gestion des Aires Protégées (ANGAP). Ada juga kawasan yang dikelola oleh pihak swasta, Non-Government Organization (NGOs) lembaga konsevasi internasional (CI), Konservasi kehidupan liar (WCS) dan World Wide Fund for Nature (WWF). 
Beberapa dari kawasan ini selain jadi tempat perlindungan juga dijadikan tempat wisata alam yang dbuka bebas untuk pengunjung lokal dan internasional. Aku baru mengunjungi tiga di antaranya. Parc Zoologique Ivoloina, Lemur Park di Ambatomirahavavy dan Vakona yang dikelola oleh swasta.


Ivoloina Parc ini terletak tak jauh dari kota Toamasina atau Tamatave di sebelah pesisir timur pulau Madagascar. Untuk mencapai kota ini, dibutuhkan sekitar delapan jam perjalanan darat dari Antananarivo. Alternatif lainnya adalah melalui jalur udara, namun tiket pesawatnya termasuk tak murah. Lagipula, kelebihan jalur darat adalah kita akan menikmati pemandangan yang sangat indah selama perjalanan. Jalanan mendaki dengan perbukitan hijaunya, juga jalanan menurun yang meski terjal tetap saja menghadirkan pemandangan yang 'segar'.
Parc Ivoloina memiliki luas 282 hektar yang tak hanya didiami oleh beberapa spesies lemurs namun juga tanaman-tanaman endemik khas Madagascar. Beberapa di antaranya juga terdapat di Indonesia. Spesies lemurs yang ada disini diantaranya adalah : Black and White ruffled lemurs, white fronted brown lemurs, crowned lemurs, red-bellied lemurs dan grey gentle lemurs. Lemur-lemur disini ada yang memang terlahir disini ada juga yang berasal dari donasi atau pertukaran dengan kawasan lindung lainnya, atau lemur yang berhasil diselamatkan dari penangkapan illegak di hutan. Lemur-lemur tersebut ada yang dilepas bebas di kawasan tersebut juga ada yang dikandangkan. Yang bebas adalah mereka yang sudah bisa beradaptasi dengan suasanan taman, bisa mencari makan sendiri atau sudah tahu waktunya makan (biasanya pukul 12 penjaga taman akan meniup sejenis peluit). Yang dikandangkan adalah lemur-lemur yang masih membutuhkan proses adaptasi, sedang sakit juga yang sedang hamil atau memiliki bayi.
Menariknya adalah spesies lemur yang monogami. Artinya, dia hanya memiliki satu pasangan saja SEUMUR HIDUP!. #semangat nih ngetiknya :D. Artinya, tidak menikah lagi meski pasangannya mati muda dan ia harus menanggung 'perih' dan 'sepi'nya hidup hingga ajal menjemput. Lemur setia ini namanya  Red-bellied lemur (Eulemur rubriventer). 
 **
Lemur Park yang kedua yang sudah aku datangi adalah Vakona. Vakona ini sepertinya dikelola oleh pihak swasta karena selain taman lemur mereka juga menyediakan hotel dan restauran.  Tak terlalu jauh dari ibukota, hanya sekitar tiga jam dengan mobil. Waktu itu, sedang gerimis namun aku dan teman-teman tetap saja semangat bertemu para Lemur. Di Vakona ini lemurnya lebih jinak dan 'sok akrab'. Lemur disini terlihat lebih terawat dan gendut. Kalau di taman lain pengunjung dilarang memberi makanan karena khawatir bisa membuat lemur sakit, disini kita malah bebas 'merayu' mereka untuk bermain atau untuk berfoto bersama.




Dan... hanya disini aku bisa menggendong makhluk lucu ini. Disini semua lemurs bebas berkeliaran. Mereka senang sekali jika ada pengunjung. 

Lemur ini sejak kami datang sudah terlihat dari jauh. Sayangnya ia berada di kawasan seberang yang dibatasi oleh aliran sungai kecil. Kata pemandu ada beberapa lemur yang sengaja dipisahkan agar tidak 'berkelahi' atau mengganggu pengunjung. Biasanya yang galak adalah mereka yang baru saja melahirkan, Mothers Insting!.
Black and White Lemur


 Black and white lemur-nya gendut ya?. Meski terlihat bersih namun aromanya tercium menyengat. Dan... bisa saja mereka tiba-tiba 'pipisin' kita lohhh :D

Bersahabat dengan 'The real King Julian'


Menurut pemandu kami lemur yang sedikit galak dan nakal karena suka menggigit adalah si Ring-tailed lemur atau Maki. Ekornya yang serupa cincin berwarna hitam mudah sekali dibedakan dengan lemur lainnya. Namun ya.. yang galak itu malah yang sering bikin penasaran. Maki ini termasuk idola pengunjung.
***
Dan yang terakhir, lemur park yang paling dekat rumah Lemur Park yang ada di Ambatomirahavavy. Lemur Park ini hanya terletak 22 km dari Antananarivo. Ketika aku kesana aku bisa melihat sembilan spesie lemurs yang ada yaitu Black White ruffed lemur (Varecia variegata), Common brown lemur (Eulemur fulvus), Coquerel’s Sifaka (Propithecus coquereli), Crowned Sifaka (Propithecus coronatus), Eastern lesser (grey) bamboo lemur (Hapalemur griseus), Fat-tailed dwarf lemur yang adalah jenis leumr nocturnal (Cheirogaleus medius), Mongoose lemur (Eulemur mongoz), Red Mouse Lemur, nocturnal ( Microcebus rufus) dan the real King Julien… Ring-tailed lemur (Lemur catta).

Golden Bamboo Lemur


Norturnal Lemur
Ketika kami datang pemandu membawa kami ke kandang yang terlihat sepi sambil mengingatkan untuk tak bersuara keras dan menghidupkan cahaya kamera. Kami masuk dan melihat beberapa lemur dengan ukuran yang lebih kecil sedang tidur di dalam bambu juga di sudut-sudut kandang. Mereka para Nokturnal akan terjaga nanti ketika hari telah gelap.


NB :
Bagi pembaca yang lebih mengerti tentang Lemur mohon saran dan perbaikannya jika  ada kesalahan informasi dari tulisan ini.

Referensi : http://en.wikipedia.org/wiki/Lemur

38 komentar :

Posting Komentar