Baobabs : Sang bunda belantara Madagascar

28 komentar

Setelah cerita tentang Lemurs, binatang endemik lucu khas Madagascar, sekarang mari bicara tentang Baobabs… 

Pernah dengar?. Iya Baobabs… pohon yang sempat diributkan karena harganya yang spektakuler, bisa mencapai 750 juta rupiah perpohonnya itu. Pohon langka yang beritanya telah ditanam di taman kantor Gubernur DKI Jakarta dan taman kompleks Balai Kota. Yang syukurnya menurut Kepala Bidang Taman Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Dyah adalah sumbangan dari PT Kebon Asri. Kalau tidak, bakal rame terus ya beritanya :D 

Lalu apa istimewanya pohon ini?. Tentu karena pohon ini adalah pohon langka dan tak tumbuh di semua tempat di dunia ini.

Avenue of the Baobabs : Foto milik pribadi.

Pohon dari genus Adansonia ini dikenal juga dengan sebutan Upside-down tree karena bentuknya yang seperti botol terbalik. Dahan-dahannya menyerupai akar yang mencakar ke langit. Menurut mitologi Arab kuno pohon ini telah dicabut dari tanah lalu ditanam kembali secara terbalik oleh setan sebagai protesnya terhadap Tuhan. Protes karena apa? Mungkin sama seperti cerita tentang pembangkangan setan terhadap perintah Tuhan untuk tunduk kepada Adam. Pembangkangan yang lalu membuatnya terhukum sepanjang kehidupan. Mungkin saja, karena berabad lalu bangsa Arab pernah masuk ke Pulau Merah ini dan menyebarkan agama Islam disini. Yah, mungkin hanya mitologi… 

 Adansonia ini bisa tumbuh mencapai ketinggian 5 sampai 30 meter dengan diameter batang 7 sampai 11 meter. Dan umurnya ada yang sdah mencapai 800-an tahun. Kebayang kan besarnya?.


Dari sembilan spesies yang ada, enam spesiesnya menjadi native atau asli punya Madagascar, dua species di daratan Benua Afrika dan Arabian Peninsula dan satu di Australia. Di Madagascar saja pohon ini tak bisa ditemukan di semua region. Beruntung kami telah mengunjungi Morondava di region Menabe beberapa waktu lalu dan mengunjungi Avenue of the Baobabs disana. 

Avenue of the Baobabs adalah kawasan dimana bisa kita temukan 25 hingga 30 pohon Baobabs tertanam berbaris di kanan-kiri jalan. Beberapa pohon lainnya juga tertanam tersebar di semak sekitarnya. Dulunya tempat ini lebih rimbun, namun seiring dengan pertumbuhan penduduk, hutan ditebangi demi membuka lahan bagi pemukiman dan persawahan. Banyak pohon ditebang, namun Baobabs terselamatkan karena kepercayaan penduduk lokal yang menganggap Baobab adalah lambang keberuntungan dan kecukupan makanan bagi mereka. Juga dipercaya sebagai Renala atau Mother of the forest. Namun tetap saja beberapa penebangan liar juga terjadi hingga  tempat ini dijadikan pusat usaha konservasi dan cagar alam yang dilindungi oleh Kementerian Lingkungan, air dan hutan sejak Juli 2007 dan diharapkan menjadi monumen alam Madagascar. Karena pemandangannya yang menakjubkan ini, tempat ini menjadi salah-satu destinasi wisata alam Madagascar yang dicari turis. 


Satu dari kenangan termanis berada di Pulau Merah ini!

Sayangnya kami hanya berhenti disini, tak melanjutkan hingga 7 km ke arah barat laut kedalam hutannya. Padahal jika kami kesana kami akan bertemu dengan Baobabs Amoureux!. Bukannya tidak tahu tentang hal ini, kami berencana juga untuk kesana namun supir sekaligus pemandu kami ketika itu tampak enggan. Menurut beliau tempatnya jauh dan medannya lumayan berat. Butuh mobil sejenis 4X4 untuk kesana dan mobil kami terlalu rendah. Kenapa waktu itu kami tidak keras kepala ya?. Kalau mau usaha atau cari cara mungkin saja sebenarnya.... Ah!.
 
Foto dari postcard oleh Uwe Meilahn

Baobabs Amoureux atau Baobabs Lover adalah dua pohon genus Adansonia yang tumbuh bersama dengan saling melilitkan batang seolah berpelukan. Konon ceritanya di perkampungan ini dulunya ada seorang jejaka yang mencintai seorang gadis. Sayangnya cinta mereka sangat terlarang karena masing-masing telah memiliki tunangan dan sudah akan menikah. Pasangan terlarang ini dalam keputusasaannya secara diam-diam berdoa kepada Tuhan untuk bisa saling memiliki dalam kehidupan yang abadi dan voila! dua pohon itu muncul dan tumbuh hingga sekarang. Cerita cinta yang menyentuh ya.... 
Baiklah, sekian pengenalan singkat tentang Baobabs... Mari berdoa semoga Baobabs yang ditanam di Jakarta akan tumbuh sehat dan subur hingga beratus tahun ke depan... Amin..  
Oya, bagi pembaca yang menemukan beberapa kesalahan data pada tulisan ini mohon masukan dan koreksiannya ya... 
Terimakasih... 
Happy life!
Happy blogging!

Referensi : 
 



28 komentar :

Posting Komentar