Na, ada sesal di sini.

28 komentar

Beberapa hari ini perasaan sendu, blues..bergayut. Musim dingin dengan udaranya yang menggigit membuat sedih datang mendadak.. tak jelas karena sebab apa..Rumput yang mengering kuning berpadu langit Antananarivo yang kelabu..


Kamis kemarin juga terasa sangat berbeda. Berangkat ke pengajian di KBRI terburu-buru...migraine yang menyerang, flu yang datang membuat sulit bernapas, mata mengantuk meski telah cukup tidur, gamis merah yang kupakai terasa menggantung dengan batas kaos kaki yang terlihat.. sangat tidak serasi dengan jaket hitam kebesaran dan sepatu pink dekil yang kupakai... membuatku aneh.. tidak rapi dan tak percaya diri, hingga cicitan marmut di halaman rumah pun terasa mengganggu.Oh, Tuhan padahal mereka hanya binatang kecil yang mungkin sedang lapar..


Dan berita itu datang menjelang maghrib di sini, melengkapi segala perasaan biru.. Menyentak sedih menghasilkan tangis. Iya, Na.. aku menangisimu.. Kamu pergi..benar-benar pergi?


Kita belum pernah bertemu..obrolan kita pun hanya sedikit sekali. Tentang kamu, tentu aku tak banyak tahu kecuali kalau tulisan-tulisanmu sangat indah. Kamu sendiri yang bilang kalau tulisanmu berwarna gelap, namun aku begitu menikmati gaya bertuturmu yang melankolik romantis, yang manis dan cerdas dan bertanya-tanya.. mengapa kamu sering sekali membicarakan tentang kematian?.

Common thought kak, Na biasa berpikir tentang mati. Toh pada akhirnya kita semua mati.

Na lelah dgn segala cemas panik galau yang Na nggak bisa Na kendalikan.

Rasanya yang namanya masalah panik itu ga mo hilang, ngikut diem2 kemana Na pergi. Begitu ada jalan mereka menggila. Asli capek banget.

tapi Na ga papa kok.

i'm fine :)
Benar kamu baik-baik saja Na? Mungkin ummi dan Wempy yang tahu banyak hal tentang kamu..

Kita hanya orang asing yang saling berbagi kisah di blog... Adalah sebuah cara yang canggih bagaimana kita seolah saling kenal lewat tulisan-tulisan kita. Dunia maya katamu... namun percayalah Na, rasa sayang dan kagum ini nyata. Kagum bagaimana caramu menghidupkan setiap kisah di 'Dunia Kaca Nana'. Dan aku masih sangat berharap akan ada kelanjutan tulisan di sana... Namun kamu pergi Na..

Innalillahi wainna ilaihi rajiun.

Harusnya di saat-saat terakhirmu.. aku menyapa...menanyakan kabar. Harusnya aku lebih peduli dan menjaga komunikasi denganmu... Harusnya setelah kau bagikan tulisan terakhir itu aku bisa menangkap ada isarat perpisahan di sana... Harusnya aku bisa lebih peka.. Harusnya.... Ahhh ada sesal di sini Na. Aku benar-benar akan merindukanmu...

Maaf..
Maaf...


28 komentar :

Posting Komentar

Mohandas Karamchand 'Mahatma' Gandhi

25 komentar
Foto dari http://www.finewallpaperes.com/great-indian-person-mahatma-gandhi-photo-gallery-2nd-october-gandhi-jayanti/mahatma-gandhi-quotas-with-natural-wallpaper-wide-wishes/
In a gentle way, you can shake the world

Ketika di dunia terlalu banyak kebencian yang diumbar, saling hujat dan mencari celah untuk terus berdebat dan berselisih, harusnya kita kembali melihat pada ajaran kedamaian yang didengungkan beratus tahun lalu oleh Mohandas Karamchand Gandhi. Sosok inspiratif dan yeahhhh dengan dada berdesir kudaulat menjadi satu dari sekian pahlawan dunia yang aku kagumi. Dan aku bukan satu-satunya pengagum beliau, pasti ada ratusan juta... atau lebih....bukan hanya orang India namun seluruh dunia. Bapu (salah-satu panggilan beliau yang artinya bapak) telah membuktikan kalau ia mampu menggerakkan dunia dengan kelembutan. 'In a gentle way, you can shake the world', Dengan kelembutan, kamu bisa mengguncangkan dunia!

Dan kalau kamu termasuk yang suka berdebat tentang apa saja di media sosial, merasa yang kamu perdebatkan adalah kebenaran lalu dengan mengerahkan segala intelektual rasional juga kemampuan retorika yang kamu miliki untuk menyerang dan melecehkan lawan debatmu, maka please dehhhh baca atau nonton kiprah Bapu, kamu akan menemukan cara damai untuk berjuang! (Maaf, kalau ini terdengar meletup-letup ya friends.. :D )

Dalam rentang kehidupannya (2 October 1869 – 30 January 1948), Bapu juga menghadapi ragam 'kekacauan' dunia : penjajahan kolonialis, Perang Dunia juga kebencian antar ras : kulit gelap-kulit putih, pribumi-kolonialis, Muslim-Hindu-Kristian.

Ketika pertama kali datang ke Afrika Selatan sebagai pengacara para pedagang Muslim di Pretoria, ia diturunkan di jalan karena menolak pindah dari gerbong yang diperuntukkan hanya untuk orang Eropa berkulit putih, sedangkan kulit Indianya berwarna coklat.. Namun esoknya ia melakukan protes hingga berhasil naik ke gerbong yang sama di hari yang berbeda. Ia juga diperlakukan diskrimatif ketika memilih penginapan bahkan ketika berjalan di trotoar, ia melawan dengan gaya diplomasi karena ia adalah lawyer lulusan Hukum dari University College of London. Ia keras kepala mengatakan kalau semua orang memiliki hak yang sama.

 Di Afrika Selatan, ia mendirikan komunitas India yang mengabaikan segala kasta. Bahkan istrinya bertugas membersihkan toilet umum untuk menunjukkan persamaan itu. Karir politik dan kepopulerannya di Afrika Selatan menjadikannya tokoh nasionalis India yang memiliki pengaruh secara Internasional.

Kembali ke India tahun 1915, ia melihat betapa menyedihkan nasib kaumnya. Ia bepergian ke setiap bagian India, melihat dengan matanya sendiri, merasakan jiwa nasionalisnya bergelegak. Pemerintahan, kemiliteran bahkan tanah-tanah dikuasai oleh Inggris. 

Ia melakukan kampanye 'Non-cooperatif movement' yang dipadukan dengan 'Non-violent civil disobedience' yaitu kampanye menolak patuh pada peraturan kolonialis Inggris dan pembangkangan rakyat tanpa kekerasan ke setiap bagian India. Melawan, menolak patuh namun tanpa kekerasan!. Ide hebat namun terdengar impossible. Bagaimana bisa menghadapi para tentara Inggris bersenjata lengkap juga para tuan tanah arogan berdarah dingin tanpa kekerasan? Bagaimana untuk tidak terpancing emosi ketika dilarang menjual hasil tanah sendiri? Bagaimana tetap menahan ego ketika berkali-kali dipukul dengan popor senjata karena menolak mengakui peraturan penguasa yang jelas tak berprikemanusiaan?. Bagaimana untuk tidak menyerah ketika begitu banyak moncong senjata berhulu ledak telah diarahkan ke dada karena menolak membayar upeti dari hasil tanah yang paceklik?.

Salah-satu cara melawan yang dikampanyekan Bapu adalah aksi damai, melakukan mogok kerja pada segala aktivitas di desa dan di kota hingga melumpuhkan perekonomian kolonialis, berpuasa tak makan apapun.. dan memang ia memiliki karisma luar biasa.. hingga jutaan orang begitu patuh mengikuti caranya?.

Ia sendiri hidup sangat sederhana..terus mengkampanyekan untuk berhenti membeli barang-barang luar negeri.. 'Tenun pakaianmu sendiri! Makan dari hasil tanahmu! Maka kita akan punya harga diri!' begitu kira-kira pesan kampanyenya. Hanya kira-kira, karena itu kalimatku :). Melawan kolonialis dengan menunjukkan kemandirian ekonomi. Apa yang ia lakukan membuat Inggris geram hingga bolak-balik memasukkannya ke penjara dengan tuduhan mengganggu ketenangan dan memprovokasi.


Ia bahkan menenun sendiri pakaiannya. Sumber foto : https://en.wikipedia.org/wiki/Mahatma_Gandhi

Dalam bukunya yang terkenal Hind Swaraj (1909) Gandhi menyatakan bahwa pemerintahan Inggris didirikan di India dengan kerjasama dari India dan selamat hanya karena kerjasama ini. Jika India menolak untuk bekerja sama, pemerintahan Inggris akan runtuh dan kemerdekaan akan datang. [90]

Sebagai Hindu yang hidup di negara mayoritas Hindu, ia mampu merangkul kalangan Muslim dan Kristian. Terus mengajarkan dan memberi solusi atas kedamaian. Namun kerusuhan dengan pertumpahan darah seringkali tak terelakkan. 

Setelah Inggris pergi, meletus konflik Muslim-Hindu. Pembentukan negara Islam Pakistan membuatnya sedih, karena menurutnya Muslim dan Hindu bisa hidup damai dan rukun dalam satu negara. Ketika kedua umat beragama tersebut saling bunuh, ia melakukan aksi protes dengan 'tak akan makan sampai semua senjata diletakkan'. Ketika itu ia telah menua, meski ketika muda ia terbiasa melakukan aksi protes puasa, kali ini tubuhnya tak sekuat dulu.. Pencernaan, jantung, paru dan ginjalnya sampai bermasalah karena aksi protesnya itu. Namun ia bergeming, ia memilih tinggal di rumah seorang teman Muslimnya, menunjukkan kalau Muslim dan Hindu harus saling melindungi. 

Ketika massa yang marah mulai mereda, seorang Hindu mendatanginya untuk membujuknya makan, ia melempar senjatanya ke tanah dan dengan sedih mengaku telah membunuh seorang anak kecil seukuran pinggangnya dengan membantingnya ke tembok. Bapu bertanya 'mengapa kau lakukan itu?', sang lelaki Hindu menjawab karena anaknya yang seumur itu juga terbunuh di tangan Muslim. Bapu memintanya untuk mencari seorang anak lelaki seumur anaknya untuk dirawat, dan pastikan anak itu Muslim. Rawat ia dengan cara Islam, dan hilangkan dendam!.


"An eye for an eye will make the whole world blind.”
 

Mahatma Gandhi bersama Muhammad Ali Jinnah, tokoh Muslim India pendiri negara Pakistan.

Namun orang baik tak hanya memiliki banyak teman dan pengagum namun juga memiliki musuh yang tak sedikit. Suatu pagi ketika Bapu akan melakukan sembahyang di Birla Bhavan New Delhi sebelum melakukan kunjungan ke negara Pakistan, ia ditembak tiga kali di daerah dada oleh pembunuh suruhan kelompok Hindu yang tak senang sikap damainya kepada Muslim. Ia meninggal di usia 78 tahun. Berjuta-juta manusia menangis dan berkabung untuknya.



25 komentar :

Posting Komentar