Mohandas Karamchand 'Mahatma' Gandhi

25 komentar
Foto dari http://www.finewallpaperes.com/great-indian-person-mahatma-gandhi-photo-gallery-2nd-october-gandhi-jayanti/mahatma-gandhi-quotas-with-natural-wallpaper-wide-wishes/
In a gentle way, you can shake the world

Ketika di dunia terlalu banyak kebencian yang diumbar, saling hujat dan mencari celah untuk terus berdebat dan berselisih, harusnya kita kembali melihat pada ajaran kedamaian yang didengungkan beratus tahun lalu oleh Mohandas Karamchand Gandhi. Sosok inspiratif dan yeahhhh dengan dada berdesir kudaulat menjadi satu dari sekian pahlawan dunia yang aku kagumi. Dan aku bukan satu-satunya pengagum beliau, pasti ada ratusan juta... atau lebih....bukan hanya orang India namun seluruh dunia. Bapu (salah-satu panggilan beliau yang artinya bapak) telah membuktikan kalau ia mampu menggerakkan dunia dengan kelembutan. 'In a gentle way, you can shake the world', Dengan kelembutan, kamu bisa mengguncangkan dunia!

Dan kalau kamu termasuk yang suka berdebat tentang apa saja di media sosial, merasa yang kamu perdebatkan adalah kebenaran lalu dengan mengerahkan segala intelektual rasional juga kemampuan retorika yang kamu miliki untuk menyerang dan melecehkan lawan debatmu, maka please dehhhh baca atau nonton kiprah Bapu, kamu akan menemukan cara damai untuk berjuang! (Maaf, kalau ini terdengar meletup-letup ya friends.. :D )

Dalam rentang kehidupannya (2 October 1869 – 30 January 1948), Bapu juga menghadapi ragam 'kekacauan' dunia : penjajahan kolonialis, Perang Dunia juga kebencian antar ras : kulit gelap-kulit putih, pribumi-kolonialis, Muslim-Hindu-Kristian.

Ketika pertama kali datang ke Afrika Selatan sebagai pengacara para pedagang Muslim di Pretoria, ia diturunkan di jalan karena menolak pindah dari gerbong yang diperuntukkan hanya untuk orang Eropa berkulit putih, sedangkan kulit Indianya berwarna coklat.. Namun esoknya ia melakukan protes hingga berhasil naik ke gerbong yang sama di hari yang berbeda. Ia juga diperlakukan diskrimatif ketika memilih penginapan bahkan ketika berjalan di trotoar, ia melawan dengan gaya diplomasi karena ia adalah lawyer lulusan Hukum dari University College of London. Ia keras kepala mengatakan kalau semua orang memiliki hak yang sama.

 Di Afrika Selatan, ia mendirikan komunitas India yang mengabaikan segala kasta. Bahkan istrinya bertugas membersihkan toilet umum untuk menunjukkan persamaan itu. Karir politik dan kepopulerannya di Afrika Selatan menjadikannya tokoh nasionalis India yang memiliki pengaruh secara Internasional.

Kembali ke India tahun 1915, ia melihat betapa menyedihkan nasib kaumnya. Ia bepergian ke setiap bagian India, melihat dengan matanya sendiri, merasakan jiwa nasionalisnya bergelegak. Pemerintahan, kemiliteran bahkan tanah-tanah dikuasai oleh Inggris. 

Ia melakukan kampanye 'Non-cooperatif movement' yang dipadukan dengan 'Non-violent civil disobedience' yaitu kampanye menolak patuh pada peraturan kolonialis Inggris dan pembangkangan rakyat tanpa kekerasan ke setiap bagian India. Melawan, menolak patuh namun tanpa kekerasan!. Ide hebat namun terdengar impossible. Bagaimana bisa menghadapi para tentara Inggris bersenjata lengkap juga para tuan tanah arogan berdarah dingin tanpa kekerasan? Bagaimana untuk tidak terpancing emosi ketika dilarang menjual hasil tanah sendiri? Bagaimana tetap menahan ego ketika berkali-kali dipukul dengan popor senjata karena menolak mengakui peraturan penguasa yang jelas tak berprikemanusiaan?. Bagaimana untuk tidak menyerah ketika begitu banyak moncong senjata berhulu ledak telah diarahkan ke dada karena menolak membayar upeti dari hasil tanah yang paceklik?.

Salah-satu cara melawan yang dikampanyekan Bapu adalah aksi damai, melakukan mogok kerja pada segala aktivitas di desa dan di kota hingga melumpuhkan perekonomian kolonialis, berpuasa tak makan apapun.. dan memang ia memiliki karisma luar biasa.. hingga jutaan orang begitu patuh mengikuti caranya?.

Ia sendiri hidup sangat sederhana..terus mengkampanyekan untuk berhenti membeli barang-barang luar negeri.. 'Tenun pakaianmu sendiri! Makan dari hasil tanahmu! Maka kita akan punya harga diri!' begitu kira-kira pesan kampanyenya. Hanya kira-kira, karena itu kalimatku :). Melawan kolonialis dengan menunjukkan kemandirian ekonomi. Apa yang ia lakukan membuat Inggris geram hingga bolak-balik memasukkannya ke penjara dengan tuduhan mengganggu ketenangan dan memprovokasi.


Ia bahkan menenun sendiri pakaiannya. Sumber foto : https://en.wikipedia.org/wiki/Mahatma_Gandhi

Dalam bukunya yang terkenal Hind Swaraj (1909) Gandhi menyatakan bahwa pemerintahan Inggris didirikan di India dengan kerjasama dari India dan selamat hanya karena kerjasama ini. Jika India menolak untuk bekerja sama, pemerintahan Inggris akan runtuh dan kemerdekaan akan datang. [90]

Sebagai Hindu yang hidup di negara mayoritas Hindu, ia mampu merangkul kalangan Muslim dan Kristian. Terus mengajarkan dan memberi solusi atas kedamaian. Namun kerusuhan dengan pertumpahan darah seringkali tak terelakkan. 

Setelah Inggris pergi, meletus konflik Muslim-Hindu. Pembentukan negara Islam Pakistan membuatnya sedih, karena menurutnya Muslim dan Hindu bisa hidup damai dan rukun dalam satu negara. Ketika kedua umat beragama tersebut saling bunuh, ia melakukan aksi protes dengan 'tak akan makan sampai semua senjata diletakkan'. Ketika itu ia telah menua, meski ketika muda ia terbiasa melakukan aksi protes puasa, kali ini tubuhnya tak sekuat dulu.. Pencernaan, jantung, paru dan ginjalnya sampai bermasalah karena aksi protesnya itu. Namun ia bergeming, ia memilih tinggal di rumah seorang teman Muslimnya, menunjukkan kalau Muslim dan Hindu harus saling melindungi. 

Ketika massa yang marah mulai mereda, seorang Hindu mendatanginya untuk membujuknya makan, ia melempar senjatanya ke tanah dan dengan sedih mengaku telah membunuh seorang anak kecil seukuran pinggangnya dengan membantingnya ke tembok. Bapu bertanya 'mengapa kau lakukan itu?', sang lelaki Hindu menjawab karena anaknya yang seumur itu juga terbunuh di tangan Muslim. Bapu memintanya untuk mencari seorang anak lelaki seumur anaknya untuk dirawat, dan pastikan anak itu Muslim. Rawat ia dengan cara Islam, dan hilangkan dendam!.


"An eye for an eye will make the whole world blind.”
 

Mahatma Gandhi bersama Muhammad Ali Jinnah, tokoh Muslim India pendiri negara Pakistan.

Namun orang baik tak hanya memiliki banyak teman dan pengagum namun juga memiliki musuh yang tak sedikit. Suatu pagi ketika Bapu akan melakukan sembahyang di Birla Bhavan New Delhi sebelum melakukan kunjungan ke negara Pakistan, ia ditembak tiga kali di daerah dada oleh pembunuh suruhan kelompok Hindu yang tak senang sikap damainya kepada Muslim. Ia meninggal di usia 78 tahun. Berjuta-juta manusia menangis dan berkabung untuknya.



25 komentar :

  1. auka banget sama quote ini...'Tenun pakaianmu sendiri! Makan dari hasil tanahmu! Maka kita akan punya harga diri!'
    jadi pingin banyak baca lagi tentang Mahatma Gandhi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu bukan quote Hanna, hanya kira-kira kalimat pesan yang ia sampaikan sama rakyat India kala itu.
      Ayok baca! ada filmnya juga yang 'jleb' banget dan bikin terharu.

      Hapus
  2. andaikata orang2 hindustan masih memegang teguh ajaran gandhi dan bunda theresa, maka konflik antara muslim dan hindu tidak akan berlarut2 sampai sekarang kan kak? :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Andaikata kita memiliki jiwa penyanyang serupa Rasulullah Muhammad, Gandhi dan Bunda Theresa....

      Hapus
  3. Ya saya juga suka beliau, mungkin kesannya ridiculous tapi saya sedang tidak memikirkan negara lain, hanya.... jika saja banyak yg berpikir bijak seperti alm. Gandhi mungkin sistem kasta dinegrinya tak ada lagi sekarang :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya sosok yang berani namun juga cinta damai serupa Gandhi tak banyak ya mbak.. Tak semua mampu mendobrak... dan menggerakkan. Ada peran karisma juga mungkin disitu.

      Hapus
  4. Andaikan quote tenun pakaianmu sendiri.. makan dari hasil tanahmu sendiri itu diterapkan di Indonesia atau seenggaknya banyak dr kita yg menyerap kata2 itu Indonesia pasti jd negara yg jauh beda dr skr ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak, itu sebenarnya bukan quote sih.. tapi memang ia serukan ke pengikutnya.. mungkin dengan bahasa berbeda tapi serupa ajakan itu...

      Iya benar, andai kita bisa menerapkan itu ya kak.. tak memakai barang luar negeri selagi masih ada hasil karya anak negeri.,,

      Hapus
  5. Sayang tak ada tokoh seperti itu sekarang, sehingga pengungsi Rohingya terus mengalir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah Rohingya harusnya tak mengalami hal semenyedihkan itu ya mak..

      Hapus
  6. Ahimsaprinsip2nya yang sangat mendunia..,
    beliau orang yang teguh hati.., tauladan buat semua

    BalasHapus
  7. Waah.. ternyata saya belum tau banyak tentang Mahatma Gandhi ini...

    BalasHapus
  8. ada buku tentang beliau ini tebel banget, msh proses waiting list baca. nice share mba

    BalasHapus
  9. jadi ingin tahu banyak tentang cerita ini

    BalasHapus
  10. MG, adalah salah satu tokoh yang saya kagumi. Thanks sudah memuat tentang MG

    BalasHapus
  11. sosok yang inspirational nih si Bapu

    BalasHapus
  12. Saya punya buku biografi Mbah Gandhi. Banyak hal yang menginspirasi. Saya suka membacanya.

    BalasHapus
  13. Aku pernah baca biografi nya gandhi, suka ama aksi nyata dan kaliamt2 yg keluar dari bibir nya

    BalasHapus
  14. Menginspirasi sekali, Mak. Terima kasih

    BalasHapus
  15. harus baca bukunya nih kayanya aku ya, banyak pelajaran yang bsa diambil. Terima kasih sudah diingatkan ya untuk tidak berdebat di medsos :)

    BalasHapus
  16. sangat menginspirasi sekali nih

    BalasHapus
  17. Beliau memang tokoh yg inspiratif. Quotes2nya saya suka...

    BalasHapus
  18. Wah, aku cuma pernah baca namanya aja pas pelajaran sejarah, ngga tau ttg beliau lbh jauh, tapi sepertiny menarik buat dicari tau :D

    BalasHapus
  19. harus baca nih biar tau lebih jauh lagi

    BalasHapus
  20. Saya juga suka banget sama sosok ini ^^b

    BalasHapus