Juara III Sayembara Cerber Femina 2015-2016

33 komentar
Sudut favorit untuk menulis di rumah yang lama. Rinduuuuuuuu!!!

Teman-teman, pernahkah kalian meragu akan kemampuan yang kalian miliki?

Aku... sering! Hingga kini, penyakit kurang percaya diri yang bersemanyam dari zaman sekolahan dulu ternyata belum juga terusir pergi. Pikiran serupa : 'Aneh tidak ya fiksi yang aku tulis?' 'sudah layak untuk dibaca orang belum?' atau 'ah,ini bakal malu-maluin kayaknya!' sering mampir di kepala bahkan terkadang menyurutkan untuk menulis.

Karena pertanyaan dan pernyataan itu aku butuh waktu lebih lama untuk menulis. Bolak-balik mengecek kata, memeriksa ulang kebenaran data mentah yang aku dapat, ketik-hapus antar kalimat dan berpuluh kali mengedit. Selama proses itu tak seorang pun boleh mengintip.

Begitu kalimat terakhir selesai, ada perasaan lega, namun ragu juga. Bagiku adalah sebuah rejeki kalau ada teman yang mau jadi first reader untuk memberi masukan. Para first reader ini tentu punya sepasang mata baru untuk menilai dan menemukan kekurangan dan kejanggalan dari fiksi yang telah rampung itu. Yang dibutuhkan adalah seseorang yang tak hanya berniat membesarkan kepala atau menyenangkan hati dengan puja puji ; kritik kritis dan perbaikan jauh lebih penting dan diharapkan. Jika setelah itu yang diberikan adalah respon positif maka lapis pertama keraguan terangkat sudah.

Nah, penilaian oleh tim redaksi media atau penerbit sangat penting untuk mengangkat lapis-lapis keraguan lainnya. Mereka berperan sebagai 'hakim akhir' layak atau tidaknya karya itu ditampilkan. Mereka tentu mengerti standar dan kualitas karya. Dan ini yang membuatku tertantang untuk ikut sayembara-sayembara kepenulisan.

Begitu tahu kalau Majalah Femina rutin mengadakan Sayembara Fiksi Cerpen/Cerber, aku merasa ini adalah sarana yang tepat untuk uji kemampuan dan pembuktian diri.

Majalah Femina, covernya cakep-cakep gaya gitu kan ^^d

Ide yang ada di sekitar tempat tinggalku di Madagaskar kupikir cukup unik untuk ditampilkan. Berkali-kali membuka website Femina demi mempelajari karakter, visi dan misi Majalahnya pun aku lakukan. Membaca karya-karya pemenang tahun-tahun sebelumnya atau cerber yang telah dimuat menjadi semacam contekan resmi untuk dikreasikan. Lalu, proses dan upaya serius mencari data, menciptakan karakter dan alur yang berbeda secara orisinil jelas butuh konsentrasi. Sampai cerita selesai dan mendapat masukan dari seorang teman. Karya itu pun terkirim ke meja panitia, berbaur dengan karya-karya lain. Aku sempat pasrah saja, kalau pun tak menjadi pemenang setidaknya sudah mencoba kan ya? 

Dan ketika tiba waktunya PENGUMUMAN DARI FEMINA, menjadi pemenang ke-3 dari 236 naskah yang masuk bolehlah menjadi semacam pembesar hati kalau kisah yang aku tulis tak lah buruk. Juga semacam pertanda kalau aku boleh terus menulis, tak menghentikan langkah sampai di karya ini, kalau aku boleh terus menggalah mimpi-mimpi lain yang lebih jauh.

Foto desai majalah yang memuat pengumuman milik mbak Ida Mulyani Robit. Cakeps ya desainnya ^^

Cerita berbeda datang dari Pemenang III, Cinta di Negeri Merah. Seorang wanita dipertemukan dengan tradisi lokal yang unik dari Distrik Mananjary di Madagaskar. Warga lokal masih menganggap kehadiran bayi kembar sebagai sesuatu yang tabu dan harus diasingkan, bahkan dibunuh! Sosok wanita Indonesia sebagai global villager dan berani menentukan pilihannya dimunculkan lewat kisah cinta yang manis. (Dewan Juri)

Komentar ini serupa es kelapa manis di kala berbuka puasa : menyejukkan, melegakan dan memompaku untuk kembali bertenaga.
Formulir tahun ini yang harus isi bersama ketentuan dan cara untuk mengikutinya.

Oya, kalau kamu berniat untuk mencoba peruntungan dalam Sayembara ini, kamu sudah bisa mulai merancang ceritamu dari sekarang. Karena sayembara menulis cerpen/cerber ini diadakan setiap tahun. Semakin awal rancangan ide-ide yang akan kamu angkat, semakin matang nanti jadinya bukan?

Happy Writing, happy blogging, happy life!
Haya




33 komentar :

  1. Selamat yaa, diriku blm mampu klau nulis cerpen atau cerber harus brlajar bnyk, kl nulis galau2 br :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kak Harie, yuk terus belajar :)

      Hapus
  2. Woww.. Keren sekalii.. Aku belum pernah kirim lagi ke femina

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Leyla Hana lebih keren lahhh. Kirim-kirim lagi mbak ^^

      Hapus
  3. Mbak Hayaaaa... Kereeeen... Selamaaat ya. Kemarin menang juga kan di Indiva? Udah membuktikan itu kalau mbak emang bisa. Eh tapi... Saya juga sering meragukan kemampuan diri. Merasa senasib walau saya belum sehebat mb Haya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak, Mbak Yanti lebih beragam lagi kemampuannya kan ^^

      Hapus
  4. selamat ya haya Nufus... maaf telat ngasi selamatnya... begitu lihat ada nama haya nufus aku ragu ini haya madagaskar atau haya yang lain ya? ternyata benar dirimu.. keren sekali ih...

    BalasHapus
  5. selamat ya haya Nufus... maaf telat ngasi selamatnya... begitu lihat ada nama haya nufus aku ragu ini haya madagaskar atau haya yang lain ya? ternyata benar dirimu.. keren sekali ih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. haya Madagscar hehehe..Makasih mbak Ade ^^

      Hapus
  6. Selamat kak Haya, proud of you ;)

    BalasHapus
  7. Selamat mba Haya.. setelah buku, sekarang Cerpen di Femina pula (saya suka cerpen2 dimajalah itu) Selamat, insha allah dimudahkan cita-citanya :D

    BalasHapus
  8. Selamat ya. Saya kurang x klw menulis fiksi. Jadi tmbah minder ni. -___-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahh Sri kan jagonya banyak, semangat!!

      Hapus
  9. Bisa dimuat di Femina adalah salah satu impian cerpenis terutama perempuan ya kak. Dan kak nufus sudah mendapatkannya berikut menang cerbungnya juga. Selamat kakak

    BalasHapus
  10. Bisa dimuat di Femina adalah salah satu impian cerpenis terutama perempuan ya kak. Dan kak nufus sudah mendapatkannya berikut menang cerbungnya juga. Selamat kakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Liza, mimpi banget. Wajar kalau usahanya harus lebih untuk nembus Femina :D Makasih ya

      Hapus
  11. Wah keren sekali! Terima kasih tips-nya untuk menulis dalam rangka turut serta lomba, dan terima kasih sudah menyebut namaku di foto cover majalah Femina yang ada pengumuman pemenang lomba cerber 2016. *sukses terus ya mbak Haya Nufus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku yang terima kasih banyak untuk desain majalah itu mbak Ida. ^^ Cakeps dan kreatif :)
      Aamiin. Makasih mbak

      Hapus
  12. Selamat ya. Dari jauh dirimu berkarya & menancapkan nama di dunia kepenulisan negeri. Semoga makin banyak karyamu mbak :))

    BalasHapus
  13. Kak Hayaaaa aku mau berguruuu!! Selamat yaaa. aku ikut bangga! <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fhea kamu sih lebih jago :D Makasih ya Fea

      Hapus
  14. Selamaaat keren banget deh, udah 2 kali menang karyanya Insya Allah bagus, ayo terus menulis. Aku belum nulis fiksi lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak Naqi nulis fiksi lagi ^^ Maasih ya mbak

      Hapus
  15. luar biasaaa mba Haya..I salute you..selamat ya, semoga semakin lancar dan banyak tulisannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Makasih mak Indah ^^

      Hapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Kakak kereeen... pengen bgt bisa kayak kakak. Mohon bimbingannya kak.. tolong komenin cerpen yg aku tulis di blog ku kak ruangpenanifa.blogspot.co.id

    Selamatttt... :)

    BalasHapus
  18. Semoga aku dapat kesempatan beruntung seperti kakak, di tahun ini. Aku juga suka menulis fiksi kak, ruangnaera.wordpress.com ini blogku.

    BalasHapus