Puisi : Derap Asa

5 komentar

Melenguh asaku menderap
pada setapak tua pengharap
mendekap bayang tak tertangkap
pada seraut rupa perangkap

Apa yang kita pikir terkadang tak nyata
hanya ilusi sebuah prasangka
jangan tarik pelatukmu
hanya menghasilkan kantuk beragam bentuk
terantuk pada tembok terkutuk

telan amarah tak perlu berpanjang galah
kita tak kalah
ada yang tak perlu diperparah

Meski terkadang aku serupa keluh yang takkan berpengaruh
Tapi tak apa hanya ingin kau tak bergemuruh


Jakarta, 4 Februari 2012


5 komentar :

  1. Balasan
    1. Iya mbak Ratna.. baru nemu lagi waktu buka-buka folder di komputer. :)

      Hapus
  2. Aku hanya penikmat puisi, ya ... dan ah, sudahlah ...

    BalasHapus
  3. bagus mba...suka buat puisi juga ya?

    BalasHapus
  4. sudah lama aku tak berpuisi, dengan berpuisi rasanya hati menjadi tenang ya Mbak, hehe

    BalasHapus