Contoh Surat Mohon Konfirmasi atau Penarikan Cerpen dari Koran atau Majalah

13 komentar

Setelah mengirimkan cerpen atau cerita pendek kita ke koran/majalah dengan menggunakan Surat Pengantar, menunggu balasan dari editor adalah sebuah keniscayaan. Beberapa editor akan membalas surat kita dengan cepat namun tak jarang beberapa lainnya membutuhkan waktu yang lama atau bahkan email kita tidak berbalas sama sekali. 

Apa yang bisa kita lakukan kemudian? Menunggu memang mendebarkan. Menunggu membuat kita ragu dan berasumsi : apakah email kita sudah terkirim atau tersangkut karena kesalahan koneksi internet? apakah editor sudah membacanya atau malah terselip dan tertimbun di antara banyaknya email yang masuk ke inbox editor? Kemungkinan itu bisa terjadi. 

Lalu bagaimana? 

Kalau saya, saya akan memberi tenggat waktu sesuai firasat saya. (Aishhh main firasat!) Kalau saya, batas enam bulan adalah waktu yang pas untuk mengirimkan surat Permohonan Konfirmasi (ada yang menganggap 3 bulan lebih tepat). 

Enam bulan bukan waktu yang pendek, jadi menunggulah dengan aktif dan tetap menulis.  Beri target berapa cerpen yang akan kita tulis untuk koran atau majalah yang sama. Meski mungkin cerpen kita belum layak muat, mereka akan 'sadar' ada seseorang bernama 'kita' yang tak bosan mengirimkan cerpen dan 'untung-untungan'nya lagi, suatu saat editor akan 'bosan' atau 'simpati' dan tergerak membalas email kita dengan memberikan beberapa tips atau kriteria standar cerpen di koran/majalah mereka. Ribet nggak sih bahasanya? 

Intinya kalau bisa jangan berpuas dengan hanya mengirim satu cerpen!

Biasanya saya mengirimkan surat mohon konfirmasi dengan menggabungkan beberapa cerpen sekaligus, (kalau hanya baru mengirimkan satu cerpen juga tak apa minta konfirmasi) dan ketika menulis surat permohonan konfirmasi saya bisa menyebutkan semua cerpen yang pernah saya kirim. Isi surat harus dengan kalimat yang baik dan sopan.

Contoh Surat Permohonan Konfirmasi bisa serupa ini :


Jakarta, 3 Januari 2016

Salam sejahtera,

Semoga kru redaksi Majalah ABCD senantiasa sehat, berbahagia dan sukses dalam setiap pekerjaan.

Saya Hayatun Nufus dengan nama pena Haya Nufus pernah mengirimkan 5 cerita pendek untuk dimuat di Majalah ABCD dalam rentang waktu yang berbeda. Kelima judul cerpen tersebut adalah :

  • Dunia Kaca Aya , saya kirimkan melalui email pada tanggal 27 Juli 2015

  • Pengakuan, saya kirimkan melalui email pada tanggal 14 Juli 2015

  • Seorang Wanita di Kandang Sapi, saya kirimkan melalui email pada tanggal 14 Juli 2015

  • Maria Andrianasolo, saya kirimkan melalui email pada tanggal 30 April 2015

  • Suara-suara, saya kirimkan melalui email pada tanggal 15 Desember 2013

Karena sudah beberapa bulan menunggu, saya mohon konfirmasi diterima atau ditolaknya naskah cerpen saya di atas. Adalah sebuah kehormatan bagi saya jika tim redaksi Majalah ABCD bisa mempertimbangkan kelayakan atas pemuatan cerpen saya di Majalah ABCD.

Atas perhatian Anda, saya haturkan banyak terima kasih.

Hormat saya

Haya Nufus


Adakalanya, surat Permohonan Konfirmasi itu juga tak mendapat balasan (sabar jeng...sabar!). Nah, kalau memang firasat kita mengatakan cerpen atau cerita pendek yang kita kirim memang belum layak muat atau kita sudah merasa cukup menunggu dan ingin mengirimkan cerpen atau cerita pendek tersebut ke koran atau majalah lain, kirimkanlah Surat Penarikan.  

Surat penarikan ini penting agar ada kejelasan status cerpen kita. Ada beberapa koran atau majalah yang tidak komunikatif karena mungkin beban kerja editor yang sangat banyak. Ada juga kasus pemuatan cerpen ganda oleh beberapa koran atau majalah yang berbeda yang terjadi karena kurangnya komunikasi ini. Nah, Surat Penarikan ini adalah legalitas kita atau hak penulis untuk bisa mengirimkan ke media lain. Intinya, biarlah sang editor tak berkomunikasi atau membalas email kita namun sebagai penulis yang baik kita tetap menginformasikan yang kita lakukan. Demi ketenangan batin juga sihhh ^^

Contoh surat penarikan bisa serupa :

 

Jakarta, 15 Juli 2016

Salam sejahtera,

Semoga kru redaksi Majalah ABCD senantiasa sehat, berbahagia dan sukses dalam setiap pekerjaan.
Saya Hayatun Nufus dengan nama pena Haya Nufus pernah mengirimkan 5 cerita pendek untuk dimuat di Majalah ABCD dalam rentang waktu yang berbeda. Kelima judul cerpen tersebut adalah :

• Dunia Kaca Aya , saya kirimkan melalui email pada tanggal 27 Juli 2015
• Pengakuan, saya kirimkan melalui email pada tanggal 14 Juli 2015
• Seorang Wanita di Kandang Sapi, saya kirimkan melalui email pada tanggal 14 Juli 2015
• Maria Andrianasolo, saya kirimkan melalui email pada tanggal 30 April 2015
• Suara-suara, saya kirimkan melalui email pada tanggal 15 Desember 2013

Karena sudah beberapa bulan menunggu, saya berasumsi bahwa kelima cerpen tersebut belum layak muat di Majalah ABCD dan karenanya saya menarik kembali naskah cerpen saya tersebut.

Menulis untuk Majalah ABCD adalah sebuah tantangan besar bagi saya. Semoga ada kesempatan lain bagi karya saya untuk dimuat di Majalah ABCD

Atas perhatian Anda, saya haturkan banyak terima kasih.

Hormat saya
Haya Nufus

Pedih memang, tapi begitulah perjuangan, ya kan? Kalau kita berhenti disini dan gantung pena, keinginan untuk melihat cerpen kita dimuat di koran atau majalah terkubur sudah ke dasar sumur yang paling dalam..... Namun kalau kita terus menulis tak menyerah, terus mencoba mengirimkannya, akan ada sesuatu di ujung jalan sanaaaaa :D Asiiikkk 

Entahlah berapa lama waktu yang diperlukan, entahlah berapa banyak cerpen yang harus kita tulis, yakin aja suatu saat sang editor akan duduk di depan meja kerjanya dengan segelas kopi yang panas sambil mengerjap-ngerjap kagum membaca cerpen kita. Daan jreeengg! Honor pun tertransfer ke dalam rekening kita. 

Dan biasanyaaaa cerpen petama itu serupa penglaris, ia akan membuka jalan bagi cerpen-cerpen lain untuk muncul dan menebarkan pesonanya. Halah!!! 

Aamiin... Semoga!

Oya, untuk contoh Surat Pengantar Mengirimkan Cerpen ke koran/majalah bisa baca disini

Happy Writing, Happy Blogging!

13 komentar :

  1. Dan saya masih menunggu cantik kabar baik dari majalah dan tabloid mba hehehe entahlah ditolak sudah biasa tapi ga kapok tetap saja ngirim :)
    Baru tahu ternyata ada surat konfirmasi yang bisa kita layangkan, makasih banyak mba infonya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Good Luck mbak, kadang butuh waktu lama memang untuk dapat kabar. Yahhh konfirmasi aja.. ^^d

      Hapus
  2. soalnya kalau nggk ada konfirmasi nasib cerpen kita jadi terkatung-katung kan kak :-), ilmu bermanfaat kali ni, thanks kak Haya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Ihan. Dan digantung itu nggak enak ya? :D

      Hapus
  3. Waaah.. Terima kasih untuk contoh suratnya mba.. Aku selama ini hanya pakai email-email saja :). Salam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, ini bisa juga via email sih. ^^

      Hapus
  4. Haha duh jadi inget pas masih ngantor jd editor. liat ratusan naskah yang tersusun rapi:|. tapi tetep dibaca satu2 kok, mak >.< ga sambil ngopi tapi, sambil makan indomie...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh ada emak editor hihi jadi malu.. Baca ratusan naskah memang bikin lapar ya mak ^^

      Hapus
  5. saya pun begitu mba kalau ga dapat kabar aja langsung tanya trus tarik kalau niat mau kirim ke majalah lain...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah beberpa wakt pastinya ya mbak

      Hapus
  6. Setuju banget, Mbak, surat mohon konfirmasi ini penting sekali, agar karya kita ada kejelasan dimuat atau tidak. Bila tidak tentu akan segera kita kirim ke media lain. Dan, betul sekali, Mbak, sambil menunggu tentu terus menulis, sehingga menunggu pun tak begitu terasa karena terus berkarya.

    BalasHapus
  7. Ahi hi hi baru tahu saya mbak ternyata begini cara bikinnya okeh lah kalau begitu mah boleh saya tulis dulu buat contoh.

    BalasHapus