Contoh Surat Pengantar untuk Mengirimkan Cerita Pendek ke Koran atau Majalah

28 komentar

Bagi penulis fiksi, melihat cerita pendek (cerpen) yang kita tulis dimuat di koran atau majalah adalah sebuah impian yang layak untuk diwujudkan. Menjadi pelaku sastra secara aktif dengan karya yang dibaca secara luas  akan memupuk gairah menulis kita,  karena kita menjadi lebih percaya diri dan yakin kalau kalau minat yang kita punya dalam bidang kepenulisan ini juga dibarengi oleh bakat dan keterampilan yang terasah. Cerita pendek yang dimuat di koran atau majalah tentu telah melewati proses seleksi pihak editor hingga dianggap layak untuk ditampilkan.

Ada beberapa koran atau majalah yang menyediakan halaman bagi cerita pendek atau rubrik fiksi. Jika kita ingin nama kita terpajang disana sebagai penulisnya, yang perlu kita lakukan selain menulis dan merangkai cerita tentu saja adalah mengirimkannya. Sebagus apapun cerita pendek kita kalau hanya berupa draft di komputer tak akan ada yang menganggap kita berbakat. Jadi, kirimkan dan biarkan nasib yang menentukan takdirnya kemudian. Setidaknya kita telah berusaha, ya kan?

Dalam mengirimkan naskah cerita pendek (cerpen) ada hal yang harus kita perhatian, salah satunya adalah surat pengantar. Jika mengirimkan cerita pendek melalui email, surat pengantar ini bisa kita tulis di badan email. Sedangkah naskah dan identitas diri biasanya kita dilampirkan berupa attachment.

Saya beberapa kali mengirimkan cerita pendek saya ke koran dan majalah, surat pengantar yang sering saya pakai akan berbeda-beda tergantung media yang akan saya tuju. Namun secara garis besarnya bisa seperti di bawah ini :


Jakarta, 25 Agustus 2016

Yth. Redaksi Fiksi Majalah ABCD

Menulis untuk Majalah ABCD adalah sebuah tantangan bagi saya, karenanya saya terus mencoba mengirimkan cerita pendek saya kepada tim Redaksi Fiksi Majalah ABCD. Kali ini Cerita Pendek saya berjudul 'Debu di Kaca', menceritakan tentang seorang ibu yang menanti kepulangan anaknya dari persembunyiannya di hutan.

Data pribadi saya,

Nama                              :

Tempat/tgl lahir              :

Alamat                            :

Hp                                   :

Rekening Bank               :

Blog pribadi                  :  www.hayanufus.com

Saya pernah meraih Juara III Sayembara Menulis Cerita Bersambung Majalah FEMINA tahun 2015-2016 dengan judul karya 'Terpilin Cinta di Negeri Merah', Juara III Lomba Menulis Novel Penerbit Indiva Media Kreasi tahun 2014 yang pada Januari 2016 telah diterbitkan menjadi sebuah novel berjudul SEBIRU SAFIR MADAGASCAR, pemenang 10 besar Lomba Menulis Puisi Komunitas Seni Kuflet Padang, menulis artikel jalan-jalan yang dimuat di rubrik Leisure Republika dan rubrik Oleh-oleh Majalah Femina, menjadi kontributor di buletin Dharma Wanita Persatuan Kementerian Luar Negeri dan Warta Unsyiah.

Berikut saya lampirkan tulisan saya beserta scan identitas diri (KTP). Besar harapan saya agar cerita pendek ini memenuhi sarat kelayakan muat di rubrik fiksi Majalah ABCD. Atas kesempatan yang Anda berikan saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Haya Nufus


Itu hanya satu contoh surat pengantar yang bisa digunakan, tentu saja bisa dibuat dengan redaksi atau kalimat yang berbeda. Yang utama adalah secara sopan mengatakan maksud email atau surat kita, memperkenalkan diri dan prestasi yang berkaitan dengan bidang tulis menulis dan harapan kita yang besar akan dimuatnya cerita pendek kita di majalah atau koran tersebut.

Siap untuk mengirimkan cerpenmu?

Untuk contoh surat konfirmasi dimuat atau ditolak cerpen kita juga contoh surat penarikan baca disini

28 komentar :

  1. Baru pernah satu kali kirim cerpen ke koran Mbak, habis itu lamaaaa gak lagi. :D. Baca ini jadi semacam diingetin lagi buat berkarya dan kirim-kirim. Trims Mbak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak NUrin kirim-kirim lagi.. Aku juga masih terus mencoba ;)

      Hapus
  2. disertai prestasi yang diraih juga ternyata ya... bisabuat referensi yang lain juga ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk pelengkap aja mas Huda, jadi editor tahu sedikit kemampuan kita.

      Hapus
  3. Sudah kirim tp ga tau klo mesti cantumin achievementnya hehehe klo pemula kyk saya jd pertimbangan jg y mba?blm ada satupun achievement yg saya dpt soalnya. Nice sharing mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua penulis memulai dari nol karya juga Herva. Akan selalu ada pencapaian pertama kan? Tidak dicantumin juga tidak apa.

      Hapus
  4. Siippp, saya suka membaca pengantarnya, Mbak, sebab biasanya saya membuat pengantar lebih pendek. Semoga terus semangat berkarya dan menginspirasi dengan karya ya, Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih pak... Yang singkat kalau mengena juga bisa ya pak ^^

      Hapus
  5. Wahh.. sangat bermanfaat ini mah, kakak!
    Terima kasih yak, arahannya berguna.
    Pasti Aku coba deh nanti. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Aini.. Ayo dicoba, tulisan Aini khas banget menurutku

      Hapus
  6. bentuk surat selain utk fiksi juga bisa seperti ini ya mba? makasih infonya ya... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mbak Santi, diganti di beberapa bagian aja.

      Hapus
  7. wahhhhh bermanfaaat sekali ini kakak, biasanya aku sendiri serba minimalis gitu huhuhu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang minimalis juga bisa dibuat menarik si Ihan. Ini atu di antara pilihan-pilihan :D

      Hapus
  8. Hampir sama seperti surat pada umumnya ya mbak, boleh lah saya coba dulu buat contohnya.

    BalasHapus
  9. Saya jarang pakai beginian. Mungkin itu alasan gk dimuat ya hehehe. Eh tapi Kak, kalau di K, mrk udh kenal penulisnya walau blm tembus, bisa dilihat dr balasan email mrk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dapat balasan sekali dari Koran K. Balasan penolakan setelah beberapa kali kirim. Balasannya dikasih 'petunjuk' standar mutu cerpen yang diterima disitu. Mungkin aja ya.. Tapi kalau cuma sekali doang ngirimnya gampang terlupakan Bai :D

      Hapus
  10. Wah, makasih mbak infonya. Pingin ngirim sih, tapi dari dulu belum ngirim-ngirim juga. :)

    BalasHapus
  11. Makasih mba. Aku juga pakai pengantar tapi kok terlalu singkat.
    Lain kali, pengen seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Singkat kalau kena dan pas di hati juga nggak apa kok Mbak Nur :)

      Hapus
  12. Makasih mba. Aku juga pakai pengantar tapi kok terlalu singkat.
    Lain kali, pengen seperti ini.

    BalasHapus
  13. Makasih mba. Aku juga pakai pengantar tapi kok terlalu singkat.
    Lain kali, pengen seperti ini.

    BalasHapus
  14. Hebaaat mba Haya.. Prestasi menulisnya banyak sekaliii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggakkkk mbak, itu masih cetek kali dibanding mbak Indah ^^

      Hapus
  15. Pengantarnya bermanfaat sekali. Saya belum pernah pakai yg beginian. Biasanya Serba singkat, cm prknalan diri singkat, lalu attachment isinya. Yang ini bisa dicoba!
    Thank you,kak! :D

    BalasHapus