Ikut Asma Nadia National Writing Workshop Ahhh!

16 komentar

~~Malam-malam tak bisa tidur itu menyiksa~~

Rumah sepi ; anak-anak muda penghuni kontrakan seberang jalan tak lagi terdengar, jarum jam sudah melangkahi angka dua belas, namun sisa kafein masih mengalir di darah, menahan pikiran untuk lelap. Pundak yang kaku, jari jemari yang rasanya keram sangat tidak nyaman, membuatku bangkit dan meninggalkan kasur.

Di benakku, semua pikiran berputar-putar : revisi naskah lama yang ditolak dua penerbit, draft novel tentang Tamiang yang tak kunjung menemukan ending, ide-ide untuk meningkatkan traffic blog, cerpen untuk dikirim ke media cetak… Datang berganti-ganti, meneror, menimbulkan mual dan rasa tak mampu. Banyak maunya kamu Haya!

Menghidupkan kembali laptop yang masih panas bukan pilihan baik sebenarnya, tapi mau apa lagi? Bukannya mencoba kembali untuk mengetik, aku malah tergoda mengecek akun-akun media sosial. Jreng gojreng! mataku menubruk sesuatu yang menarik Asma Nadia National Writing Training. Foto para pemateri dalam bulatan kecil dan tulisan Peluang Naskah Diterbitkan terekam di manik mataku, menggoda. Mereka itu orang-orang terkenal dan berguru kepada mereka adalah yang aku butuhkan. Lagi pula, bertemu dan berkumpul dengan orang-orang yang memiliki mimpi yang sama bisa memompa semangat. Iya kan?


 




Tahun 2012, aku sempat bertemu Asma Nadia dalam acara Inagurasi Angkatan ke-16 Forum Lingkar Pena Jakarta. Yang kuingat jelas adalah gaya bicara dan sikap tubuhnya ketika mengisi workshop serupa motivator yang menghipnotis… Dan saat ini aku butuh mantra-mantra yang kerap Mbak Asma Nadia tebar itu!

Maka, jadilah... 

Hari Minggu tanggal 2 Oktober, aku sudah sampai di Gedung Jakarta Design Center, sepuluh menit kurang dari jam sembilan. Kaget juga melihat ke dalam ruang Lotus yang bangku-bangkunya sudah ramai. Tadinya aku pikir, tak akan seramai ini. Untungnya masih ada sisa bangku untukku di deretan pertama. 

Sesi Pertama adalah duet mesra antara ayah Isa Alamsyah dan bunda Asma Nadia. Materi tentang kenapa harus menulis, bagaimana untuk menjadi penulis, mencari dan mengembangkan ide cerpen, novel dan non fiksi disajikan dengan hidup. Yakinlah tak ada dari kami yang mengantuk.

Sedikit bocoran materi untuk kamu :

IDE, temukan yang unik, beda, tidak lazim, kontroversi, diluar batas kewajaran, tidak klise, hal-hal yang sedang digandrungi, ada unsur-unsur pembaharuan yang orisinil yang membuat karya kita tak akan membekas. Bebaskan saja imajinasi kita untuk membuat cerita dengan kegilaan ide yang ada di kepala kita.

JUDUL, haruslah punya kekuatan untuk memancing dan menarik minat pembaca, jangan terlalu panjang atau terlalu pendek namun pas dan menggambarkan isi cerita. Carilah judul terbaik dan benar-benar terdengar megah.

OPENING, Buka cerita dengan kalimat-kalimat/ide menggebrak yang menarik, tidak bertele-tele, namun tidak membocorkan cerita dan mampu membangun rasa penasaran pembaca.

KONFLIK, adalah nyawanya cerita. Jadi harus ditampilkan dengan kuat. Konflik yang sering muncul berkisar pada masalah cinta, misteri, komedi atau tragedi. Namun ingat, solusi konflik nantinya harus memuaskan dan rasional. 

ENDING, ending yang baik adalah ending yang meninggalkan kesan mendalam, membuat pembaca marah atau sedih atau gembira. Ending tak harus berada di bagian paling akhir cerita, bisa disisipkan bagai bagian 'tersembunyi' hingga pembaca tak bisa menebak di awal.

Tuh, cetar kan materinya? Itu cuma secuil bocoran, yang kami dapat lagiiiii banyak... lagiiiii bombastis!


Setelah sholat dzuhur dan makan siang, SESI KEDUA tak kalah seru. Mas Guntur Soehardjanto telah siap dengan obrolan tentang serba-serbi  SKENARIO. Beliau adalah penulis skenario film Assalamualaikum Beijing, Love Spark in Korea, 99 Cahaya di Langit Eropa dan yang sebentar lagi akan dirilis, Cinta Lelaki Biasa dan Pinky Promise.

Sebagai penyuka film sejak kecil, mas Guntur memiliki ketertarikan kuat dan rasa penasaran akan semua film-film yang beliau tonton sewaktu kecil.  'Ini ceritanya benar nggak sih? pertanyaan itu kerap datang selesai ia menonton.

Lalu, apa saja hal yang mas Guntur perhatikan ketika akan membuat sebuah film?

"Cerita yang dekat dengan kehidupan kita agar penonton bisa mencintai karakter-karakter yang dihadirkan, masalah dan penyelesaikan yang bisa diterima logika, konflik menarik, ide-ide yang sesuai momentum ketika film itu dibuat dan yang penting adanya pesan-pesan inspiratif di dalamnya yang mampu menyadarkan secara halus," ujar pria asal Tumenggung ini.

Tak cukup tiga pemateri, setelah sholat Ashar pemateri selanjutnya datang , Mas Agung Pribadi, penulis buku Gara-Gara Indonesia yang dijuluki Historivator pertama di Indonesia. Mas Agung memberi tips bagaimana menulis karya non fiksi dengan aroma dan gaya fiksi yang menghibur. Bagaimana menulis hal-hal yang tak terpikirkan oleh kita dengan gaya dan bahasa yang menggelitik. Hingga pembaca secara perlahan dibawa pada 'kesadaran' akan suatu hal. Begitulah lebih kurang... ^^ Kalau kamu penasaran, sana ke toko buku dan cari bukunya mas Agung Pribadi yess?

Sesungguhnya foto bareng itu adalah keharusan demi kenangan

Sepuluh menit sebelum pukul lima sore, Mbak Asma Nadia pamit karena harus ke Budapest untuk urusan syuting film baru yang diangkat dari novel beliau. Iya, MAU ADA FILM BARU LAGI! Judulnya Surga yang Tak dirindukan II yang akan tayang 15 Desember 2016. Selain itu akan ada film baru juga Cinta Laki-laki Biasa. Produktivitas Asma Nadia benar-benar bikin iri ya..

Kalau mau tahu lebih lanjut tentang karya-karya beliau, kepoin aja akun-akun media sosialnya mbak Asma Nadia. Akun media sosial beliau selalu aktif dan update, asyik buat diintip.

Dan begitulah, dalam satu hari kemarin, kepala rasanya penuh, semangat rasanya terpompa. Asiknya masih ada sesi-sesi selanjutnya minggu depan 9 Oktober 2016 dengan pemateri tak kalah keren Helvy Tiana Rosa, Hilman Hariwijaya dan Alim Sudio. Tak sabarrr.... ^^

Happy writing, happy blogging!

Haya Nufus

16 komentar :

  1. ikut sebuah acara workshop apalagi mengenai asma sangat penting khusus untuk pribadi dan keluarga juga bagi masyarakat dilingkungannya juga dong....aaamiiiin

    BalasHapus
  2. Aku pengen ikut tadinya mba sudah dipastikan workshop ini bakalan cetar membahana namun sayang karena sebelumnya uda ada schedule tugas kantor bln lalu jadi urung ealah manusia hny bisa berencana ternyata tugas dinasnya ga jadi hahaha *malah curhat
    Makasi mba sudah mau rela berbagi ilmunya ditunggu sesi yang ke-2 y mba, semangat mba ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahhh padahal kalau jadi ikut kan kita bisa kopdar mbak ^^d

      Hapus
  3. Minggu depan Mbak bakal ikutan lagi yaak? nungguin reportase acaranya ah, beruntung sekali bisa ikut acara2 seperti ini ya Mbak, nambah ilmu sekaligus refreshing. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Insya Allah ikut lagi. Untuk ngecas energi dan semangat juga ni mbak Nurin ^^

      Hapus
  4. Mudah-mudahan tanggal 9 bisa ketemu ya...

    BalasHapus
  5. Kereennn bangeett, boleh minta foto rame ramenya mbak?

    BalasHapus
  6. Saya bisa membayangkan, betapa saya yang membaca postingan ini jadi tertular semangat untuk terus dan semakin menulis lagi, apalagi Mbak yang ikut secara langsung ya. Mantaps, Mbak, tentu sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih pak.. nita ikut memang untuk mompa semangat

      Hapus
  7. Emang keren ya, auntie jg kemarin ikut. Btw, kamu yg mana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayang kita nggak sempat ngobrol ya ^^d Aku yang manizz... eh nggak ding hehe Di foto bareng itu aku di belakang mas yang kaos coklat mbak, baris kedua dari depan. Auntie yang mana ni?

      Hapus
  8. yaa telat saya bacanya, Mbak Haya hehe. Thanks infonya ya ;)

    BalasHapus
  9. pasti menginspirasi deh dapat ilmu dari penulis sekaliber mbak Asma Nadia

    BalasHapus