Zakat Mal Untuk Kesucian Harta Kita

1 komentar
Dear readers, bagaimana kabar kalian hari ini? Yuk ah, jaga kondisi fisik juga kondisi hati agar sehat lahir batin dan mampu menunaikan setiap aktivitas dengan baik. Apalagi Ramadhan, bulan yang padanya banyak sekali keutamaan itu datangnya tinggal hitungan hari. Maaf lahir batin ya jika ada kalimat-kalimat tak menyenangkan di blog ini. Maklum manusia serupa aku dan kamu seringkali didatangi sang khilaf dan dilumuri salah. Maaf-memaafkan adalah keharusan agar tak ada dendam diantara kita ^^ 


Bicara tentang Ramadhan, yuk bicara tentang kewajiban kita sebagai muslim yang baik, salah satu kewajiban itu adalah menjaga kesucian harta benda milik kita. Kita pasti ingin mendapat rejeki yang berkah buat diri sendiri dan keluarga. Memperoleh dengan cara yang halal dan baik sudah jelas, namun ada satu lagi kewajiban yang tak boleh kita abaikan yaitu mengeluarkan zakat mal atau zakat harta. Harta kita perlu disucikan. Dengan berzakat, Insya Allah keberkahan akan membuat kita selalu merasa cukup dan hidup secara tenang dan damai.

Apa itu Zakat Mal?

Zakat Mal adalah zakat harta yang kita keluarkan ketika harta itu telah cukup nishab atau batasan terendah dari harta yang kita miliki. Tentu saja dengan syarat, harta itu sepenuhnya milik kita setelah tercukupinya kebutuhan pokok, bukan pinjaman atau hutang, punya potensi untuk berkembang jika diusahakan, dan telah berlalu masa satu haul. Haul disini adalah batasan waktu yang dihitung dalam jangka waktu 1 tahun. Jadi jelas yang terkena kewajiban mengeluarkan zakat harta adalah orang-orang yang memang mampu dan memiliki kelebihan harta.

Banyak orang memilih mengeluarkan zakat mal saat Ramadhan karena ingin mengejar hikmah keutamaan bulan mulia tersebut. Namun sebenarnya tak harus menunggu Ramadhan untuk berzakat, karena batas waktu atau nasab yang menjadi ketentuannya adalah tepat satu tahun, tak boleh lewat. Jika kita ingin mengatur pengeluaran zakat mal ini agar tepat di bulan Ramadhan, dengan mengeluarkan zakat lebih awal dari haul-nya tentu saja dibolehkan.

 Apa saja harta yang memiliki kewajiban untuk dizakatkan?

·       Emas dengan nishab setara 20 dinar. Jika 1 dinar adalah 4,25 gram emas maka 20 dinar setara 85 gram emas murni. Dengan kewajiban mengeluarkan zakatnya sejumlah 2,5%. Maksudnya jika kita memiliki emas sejumlah minimal 85 gram yang telah tersimpan selama satu tahun, maka yang harus dizakatkan adalah 2,5% dari jumlah tersebut.

·      Perak dengan nishab 200 dirham yang setara 595 gram dengan kadar zakat juga sebesar 2,5%.

·       Hasil Pertanian bisa berupa padi, buah-buahan, sayur-mayur dan lain-lain hasil bumi. Nishabnya 5 wasaq setara 650 kg dengan kadar zakat yang wajib dikeluarkan sejumlah 10% jika pengairannya dilakukan secara alamiah oleh hujan atau mata air atau 5% jika pengairan membutuhkan usaha tenaga manusia atau binatang. Zakat ini dikeluarkan saat musim panen tiba.

·      Binatang ternak bisa berupa sapi, kerbau, kambing, unta dan domba dengan nishab yang tentu berbeda-beda.

·        Barang perniagaan, tak ada batasan nishab namun dihitung 2,5% dari keuntungan yang didapat dari barang yang terjual.

·        Bahan Galian, tak ada batasan nishab, ketika mendapatkannya langsung mengeluarkan zakat dengan kadar 2,5%.

·         Harta Rikaz atau temuan atau harta karun tanpa mengetahui siapa pemiliknya. Tak ada batasan nishab, namun ketika menemukannya kita harus langsung mengeluarkan 20% dan hanya dilakukan sekali saja.

·         Zakat profesi atau zakat penghasilan dengan kadar 2,5% dari penghasilan.


Siapa yang berhak mendapat zakat mal?

Mereka yang termasuk dalam mustahik (orang yang berhak) zakat mal adalah golongan fakir, miskin, mualaf, hamba sahaya, orang berhutang, sabilillah dan ibnu sabil. Jelas zakat mal ini memang ditujukan bagi yang benar-benar membutuhkan. Padanya ada unsur kemanusiaan dengan hikmah akan tumbuhnya semangat kasih sayang dan memperteguh perekonomian muslim agar para mustahik bisa hidup lebih baik. 

Jadi, yuk bayar zakat mal! Sekarang sudah banyak amil zakat yang bersedia menyalurkan zakat kita kepada sasaran yang tepat, baik offline melalui lembaga-lembaga keumatan maupun secara online seperti yang dilakukan oleh MatahariMall.com. 

MatahariMall.com menawarkan solusi bagi kita yang terkadang memiliki keterbatasan waktu untuk menyalurkan sendiri zakat mal kita atau juga kebingungan mencari para mustahik zakat yang tepat. Fasilitas online dengan menggunakan kemajuan zaman dan teknologi adalah salah-satu pilihan yang memudahkan dan sangat relevan dengan kebutuhan kita yang terus bergerak dinamis. Ya kan? Dari rumah atau dari kantor tanpa bergerak kemana-mana kita bisa menunaikan kewajiban kita sebagai muslim dan terlepas dari tanggung jawab. Jadi, jangan tunda-tunda membayar zakat mal ya awan!

Marhaban Ya Ramadhan!
Happy Blogging, Happy Life! 

Haya Nufus

1 komentar :

  1. alhamdulilah mba akhirnya nulis lg ☺️ dan kasi info penting matahari mall ternyata bisa nerima zakat juga mba baru tau aku. yuk ah zakat uda mudah bgt caranya y mba. semangat berbagi 💪 marhaban ya Ramadhan ❤️

    BalasHapus